Screening Kanker Prostat Fokus pada Pria dengan Gen BRCA2, Kenali Alasannya

Screening Kanker Prostat Fokus pada Pria dengan Gen BRCA2, Kenali Alasannya

Baca juga

Screening Kanker Prostat Hanya untuk Pria dengan Risiko Genetik Tinggi, Ini Alasannya

diupdate.id - Bayangkan mendapatkan diagnosa kanker yang mungkin tidak pernah mengancam nyawa Anda, tapi harus menjalani pengobatan berat yang mengganggu kualitas hidup. Itulah dilema yang dihadapi banyak pria terkait screening kanker prostat. Baru-baru ini, penyaringan kanker prostat direkomendasikan hanya untuk kelompok pria tertentu yang memiliki risiko genetik tinggi dan riwayat keluarga kanker.

Pentingnya Screening Terbatas pada Pria Berisiko

Menurut Komite Screening Nasional Inggris, hanya sejumlah kecil pria — beberapa ribu orang per tahun — yang memiliki varian genetik BRCA2 berbahaya serta riwayat keluarga kanker seperti payudara, ovarium, pankreas, atau prostat yang sebaiknya menjalani pemeriksaan darah untuk kanker prostat. Screening dilakukan dengan tes Prostate Specific Antigen (PSA), dan jika hasilnya mencurigakan, dilanjutkan dengan scan MRI.

Kenapa hanya kelompok ini? Karena pada pria sehat lainnya, manfaat screening tidak sebanding dengan risiko yang ditimbulkan. Screening memang bisa menyelamatkan nyawa, namun juga berisiko menyebabkan overdiagnosis yaitu mengidentifikasi kanker yang tumbuh sangat lambat dan tidak akan mengancam seumur hidup pasien. Ini berpotensi menyebabkan pengobatan yang tidak perlu hingga berdampak pada gangguan fungsi kandung kemih dan kehidupan seksual.

Dampak dan Analisa Risiko Screening

Data menunjukkan bahwa dari 1.000 pria berusia 50-an yang melakukan screening, hanya dua nyawa yang dapat diselamatkan dari kanker prostat selama 15 tahun berikutnya. Namun, 20 pria justru menerima diagnosis kanker yang sebenarnya tidak memerlukan perawatan intensif. Dari jumlah itu, 12 pria berpotensi menjalani pengobatan yang menghancurkan prostat dan menyebabkan inkontinensia urin serta disfungsi ereksi.

Profesor Sir Mike Richards, ketua komite yang juga pernah mengalami kanker prostat, menjelaskan sulit membedakan jenis kanker yang perlu ditangani dan yang tidak, serta bahayanya akibat pengobatan yang ada saat ini. Oleh karena itu, screening massal risiko lebih besar daripada manfaat kecuali untuk pria dengan faktor risiko genetik tertentu.

Tinjauan dan Prospek Ke Depan

Saat ini, screening tidak dianjurkan meski untuk pria kulit hitam yang riskonya dua kali lebih tinggi terkena kanker prostat, sebab masih belum cukup bukti apakah kanker yang didapat sama berpotensi fatalnya. Penelitian dan uji coba, seperti Transform trial di Inggris, terus berlangsung untuk mengisi celah pengetahuan ini.

Teknologi baru termasuk tes yang lebih akurat dan kecerdasan buatan diharapkan dapat meningkatkan selektivitas screening sehingga dapat menjangkau lebih banyak pria berisiko tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan.

Ringkasan

Screening kanker prostat saat ini direkomendasikan hanya untuk pria dengan varian genetik BRCA2 berbahaya dan riwayat keluarga kanker karena manfaatnya yang nyata melebihi risiko pengobatan yang merugikan. Bagi mayoritas pria lainnya, potensi bahaya diagnosa palsu dan terapi yang tidak perlu membuat screening massal tidak disarankan. Perkembangan teknologi dan penelitian diharapkan membawa harapan baru agar lebih banyak pria dapat terlindungi tanpa mengorbankan kualitas hidup.

FAQ

Siapa saja yang direkomendasikan untuk screening kanker prostat?

Hanya pria dengan varian genetik BRCA2 yang berbahaya serta riwayat keluarga kanker tertentu yang disarankan menjalani screening kanker prostat.

Apa risiko dari screening kanker prostat untuk pria sehat?

Risiko utama adalah overdiagnosis yang menyebabkan pengobatan tidak perlu yang bisa menimbulkan gangguan fungsi kandung kemih dan disfungsi seksual.