Sepekan Jelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban di Bandung Barat Meroket hingga 40 Persen
Baca juga
- Fakta Penurunan Tingkat Hunian Hotel di Jakarta Februari 2026
- Kemnaker Imbau WFH Minimal 1 Hari Sepekan, Perusahaan Diminta Lebih Adaptif Hadapi Perubahan
- Strategi Baru Menaker: WFH 1 Hari Seminggu Perkuat Ketahanan Energi
- Ruas Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki Jasamarga, Simak Jadwal Lengkapnya
- LKBN Antara Raih Penghargaan Pemimpin dan Perusahaan Terbaik di IRCA 2026

Sepekan Jelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban di Bandung Barat Meroket hingga 40 Persen
diupdate.id - Menjelang momen Idul Adha yang selalu dinantikan oleh umat Muslim di seluruh Indonesia, perhatian kini terfokus pada lonjakan harga hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Apa penyebab di balik kenaikan signifikan ini dan bagaimana kondisi pasar hewan kurban saat ini? Simak penjelasan berikut.
Harga Sapi Melonjak, Penjualan Justru Naik
Pantauan dari Gilang Ramadhan (17), seorang peternak di Kampung Babakan Cinta, Desa Pasirhalang, menyatakan bahwa harga sapi tahun ini mengalami kenaikan cukup tinggi. "Harga sapi naik antara Rp2 juta hingga Rp3 juta dibanding tahun lalu," ujarnya, Jumat (22/5/2026). Kenaikan ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi serta peningkatan harga daging sapi di pasaran.
Bukan hanya harga, penjualan hewan terutama sapi di peternakan Gilang justru menunjukkan tren positif. Dari sekitar 380 ekor sapi yang tersedia, sebanyak 130 sudah dipesan atau ter-booking. Hal ini menandakan permintaan hewan kurban tetap kuat meski harga naik.
Faktor-faktor Penyebab Kenaikan Harga Hewan Kurban
Kenaikan harga sapi ini terjadi hampir di seluruh jenis ternak dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain harga daging yang ikut meningkat, biaya pakan ternak juga melonjak sehingga menambah beban biaya peternak. Selain itu, adanya pasokan sapi impor yang juga ikut mempengaruhi harga pasar di dalam negeri.
Menurut Gilang, harga sapi naik rata-rata hingga 40 persen dari tahun sebelumnya. Ukuran sapi bervariasi mulai dari bobot 200 kilogram hingga lebih dari satu ton, dengan harga disesuaikan berdasarkan jenis dan ukuran. Sapi-sapi dengan ukuran besar seperti simental dan limosin biasanya merupakan hasil penggemukan khusus yang membutuhkan biaya ekstra.
Dampak Kenaikan Harga Hewan Kurban Menjelang Idul Adha
Kenaikan harga hewan kurban tentu berimbas pada masyarakat yang berencana berkurban, terutama kalangan dengan dana terbatas. Meskipun demikian, permintaan yang tetap tinggi menunjukkan nilai ibadah Idul Adha yang sangat penting. Hal ini juga memberi tantangan bagi peternak untuk tetap menjaga kualitas dan ketersediaan hewan berkualitas saat permintaan melonjak.
Dari sisi ekonomi lokal, naiknya harga hewan kurban mampu meningkatkan pendapatan peternak dan membuka lapangan kerja. Namun, pemerintah dan masyarakat juga perlu memantau agar harga tetap stabil dan terjangkau selama momen religius ini.
Ringkasan
Sepekan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, harga hewan kurban terutama sapi di Kabupaten Bandung Barat mengalami peningkatan signifikan hingga 40 persen. Faktor utama adalah kenaikan harga daging dan biaya pakan. Meski demikian, penjualan sapi di peternakan lokal mengalami kenaikan pesanan, menandakan tingginya permintaan hewan kurban. Ukuran dan jenis sapi menentukan variasi harga, dengan sapi besar seperti simental dan limosin lebih mahal karena penggemukan khusus. Kenaikan harga ini berdampak pada calon pembeli dan peternak, yang menghadapi peluang sekaligus tantangan di masa Idul Adha.
FAQ
Mengapa harga hewan kurban naik menjelang Idul Adha?
Harga hewan kurban naik karena kenaikan biaya pakan, harga daging yang meningkat, dan pasokan sapi impor yang mempengaruhi harga pasar.
Apakah permintaan hewan kurban menurun akibat harga naik?
Tidak, permintaan hewan kurban tetap tinggi dan penjualan di beberapa peternakan bahkan meningkat meskipun harga naik.