Pemprov Jabar dan Bandung Bersatu Rapiin Gedung Sate dan Monju
Baca juga
- Relawan Jokowi Justru Bangga Disebut 'Termul', Ini Alasannya
- Dua Terdakwa Kasus Korupsi Tambang Batu Bara Rp10 Triliun Dituntut 10 Tahun Penjara
- Hujan Lebat Melanda Jawa Tengah Selatan hingga 26 April, Simak Daerah Terdampak
- Toko Vape di Ciracas Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp 28 Juta!
- Jadwal MotoGP Spanyol 2026 di Jerez: Siapkan Dirimu untuk Balapan Penuh Drama dan Aksi Seru

Sinergi Pemprov Jabar dan Kota Bandung Tata Gedung Sate dan Monju: Dari Kebersihan hingga Pengaturan PKL
diupdate.id - Pernahkah Anda memperhatikan betapa strategisnya kawasan Gedung Sate dan Monumen Perjuangan (Monju) di Bandung? Zona ini bukan hanya pusat kegiatan pemerintahan, tapi juga wajah kota yang harus bersih, rapi, dan nyaman. Kini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung bersatu padu mengubah kawasan ini menjadi contoh penataan ruang kota terbaik.
Kolaborasi untuk Wajah Kota yang Lebih Baik
Sinergi Pemprov Jabar dan Kota Bandung menjadi kunci utama dalam merapikan kawasan sekitar Gedung Sate dan Monju. Sekda Jabar Herman Suryatman menjelaskan bahwa kolaborasi ini penting mengingat Gedung Sate berada dalam wilayah Bandung, namun memiliki nilai strategis bagi seluruh provinsi. "Penataan ini meliputi kebersihan, taman, jalan, hingga pengamanan, dan tentu pengaturan pedagang kaki lima (PKL)," jelas Herman pada Rabu (22/4/2026).
Tak hanya itu, penertiban spanduk dan baliho liar juga menjadi fokus agar tampilan visual kawasan tetap terjaga estetika dan keteraturan.
Fokus Kebersihan dan Keamanan Lingkungan
Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen, menyambut antusias langkah kolaborasi ini. Selain kebersihan dan penataan infrastruktur, mereka juga menyoroti pengaturan lalu lintas serta parkir liar yang sering menjadi persoalan di kawasan sibuk tersebut. "Langkah ini bertujuan mereduksi kemacetan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan," ujarnya.
Keamanan lingkungan turut diperkuat dengan sinergi aparat guna menciptakan ruang yang nyaman bagi siapa pun yang ingin beraktivitas atau sekadar bersantai di ruang terbuka hijau.
Dampak Positif untuk Pariwisata dan Pendapatan Daerah
Penataan kawasan Gedung Sate dan Monju tidak hanya soal estetika semata, tapi berdampak langsung pada peningkatan daya tarik wisata. Kota yang bersih, aman, dan tertata rapi mengundang lebih banyak pengunjung, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan, "Sebagai ibu kota provinsi, wajah Kota Bandung harus menjadi contoh tata kota yang baik dan tertib." Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya perbaikan wajah kota demi kenyamanan masyarakat luas.
Ringkasan
Kolaborasi Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung dalam menata kawasan Gedung Sate dan Monumen Perjuangan mencakup kebersihan, pengaturan PKL, keamanan, dan penataan infrastruktur. Langkah ini diharapkan menjadi model penataan kawasan perkotaan di Jawa Barat sekaligus meningkatkan pariwisata dan kualitas ruang publik. Sinergi ini menjanjikan perubahan positif yang tidak hanya memperindah kota, tetapi juga menciptakan kenyamanan bagi masyarakat dan pengunjung.
FAQ
Apa tujuan utama penataan kawasan Gedung Sate dan Monju?
Tujuannya untuk menciptakan ruang kota yang bersih, indah, nyaman, dan aman bagi masyarakat serta meningkatkan pariwisata dan pendapatan daerah.
Siapa saja yang terlibat dalam penataan kawasan ini?
Penataan ini melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung bekerja sama dalam berbagai aspek seperti kebersihan, pengaturan PKL, lalu lintas, dan keamanan.