Meriahkan Milangkala Tatar Sunda, Sumedang Gelar Kirab Mahkota Binokasih 8-9 Mei 2026
Baca juga
- MK Putuskan Pimpinan KPK Tak Harus Lepas Jabatan Lama, Apa Dampaknya?
- Calon Haji Bengkulu Meninggal Usai Salat Subuh di Madinah: Kronologi dan Dampaknya
- Kejaksaan Geledah KPU Palangka Raya: Terungkap Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada 2023-2024
- Kapolri Pimpin Rapat Strategis Bersama Menteri Kabinet untuk Atasi Dampak Eskalasi Global
- Terungkap, Motivasi di Balik Penganiayaan Andrie Yunus oleh Anggota TNI

Meriahkan Milangkala Tatar Sunda, Sumedang Gelar Kirab Mahkota Binokasih 8-9 Mei 2026
diupdate.id - Suasana budaya Jawa Barat akan semakin semarak dengan hadirnya Kirab Mahkota Binokasih yang digelar pada tanggal 8-9 Mei 2026 mendatang. Event ini menjadi salah satu puncak rangkaian Milangkala Tatar Sunda yang sangat dinantikan, khususnya di Kabupaten Sumedang. Mari kita gali makna dan sejarah di balik kirab istimewa ini yang tidak hanya melestarikan budaya, tapi juga mempererat identitas masyarakat Jawa Barat.
Kirab Mahkota Binokasih: Merayakan Budaya dan Sejarah Tatar Sunda
Kegiatan kirab akan dimulai dari pusat Kabupaten Sumedang sebelum melanjutkan perjalanan seni dan budaya ke daerah-daerah lain seperti Ciamis, Bogor, dan Bandung. Kirab ini diselenggarakan dengan kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang, sebagai bentuk sinergi dalam merayakan Milangkala Tatar Sunda yang bertepatan dengan Hari Jadi Sumedang.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengungkapkan bahwa Kirab Mahkota Binokasih tidak hanya sekadar parade, melainkan juga sarana edukasi bagi masyarakat. Kirab ini mengingatkan bahwa wilayah Jawa Barat adalah tanah yang memiliki sejarah kerajaan yang megah seperti Kerajaan Padjadjaran dan Kerajaan Sumedang Larang.
Makna dan Simbolisme Mahkota Binokasih
Mahkota Binokasih yang menjadi pusat perhatian dalam kirab ini adalah warisan berharga yang kini tersimpan di Keraton Sumedang Larang. Nama "Binokasih" sendiri diambil dari bahasa Sunda yang berarti "Sumber Kasih Sayang". Ini mencerminkan nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat di daerah ini, yaitu rasa cinta dan kebersamaan.
Dengan mengarak mahkota ini, masyarakat tidak hanya mengenang kejayaan masa lalu, tapi juga menumbuhkan rasa bangga akan budaya leluhur yang dapat dijadikan inspirasi hidup bersama.
Dampak dan Arti Penting Kirab Mahkota Binokasih
Selain memperingati Hari Tatar Sunda dan Hari Jadi Sumedang, kirab ini berperan sebagai penguat identitas budaya di era modern yang semakin dinamis. Kegiatan ini memberikan dampak positif seperti peningkatan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya.
Lebih dari itu, Kirab Mahkota Binokasih juga menjadi potensi wisata budaya yang dapat menarik pengunjung dari dalam maupun luar daerah, sehingga mendukung perekonomian lokal dan memperkenalkan kekayaan budaya Sunda ke panggung nasional.
Ringkasan
Kirab Mahkota Binokasih pada 8-9 Mei 2026 menjadi perayaan utama dalam Milangkala Tatar Sunda di Sumedang. Acara ini mengangkat nilai sejarah Kerajaan Sumedang Larang dan Kerajaan Padjadjaran sembari menekankan makna kasih sayang yang terkandung dalam nama Binokasih. Kerjasama antara pemerintah provinsi dan daerah menegaskan komitmen pelestarian budaya sekaligus membuka peluang untuk perkembangan wisata dan identitas kultural masyarakat Jawa Barat.
FAQ
Apa itu Kirab Mahkota Binokasih?
Kirab Mahkota Binokasih adalah parade budaya yang menampilkan mahkota bersejarah dari Keraton Sumedang Larang sebagai simbol kebesaran dan kasih sayang dalam budaya Jawa Barat.
Kapan dan di mana Kirab Mahkota Binokasih diadakan?
Kirab Mahkota Binokasih diselenggarakan pada tanggal 8-9 Mei 2026 di Kabupaten Sumedang dan akan berlanjut ke beberapa daerah lain seperti Ciamis, Bogor, dan Bandung.