Tragedi di Glamping Temanggung: Keraton Yogyakarta Kehilangan Fotografer Muda Berbakat
Baca juga
- Meriah! Ribuan Warga Memadati Car Free Night Spesial HUT ke-544 Kota Bogor
- Gudang Rongsok di Bandung Terbakar Hebat, Kerugian Pemilik Capai Puluhan Juta Rupiah
- Polres Bekasi Amankan 1.360 Butir Obat Keras Ilegal di Cikarang Selatan
- Perjalanan Damai 666 Kilometer, Biksu Walk For Peace 2026 Sambangi Candi Borobudur
- Detik-Detik Mencekam Saat Sapi Kurban di Indramayu Ngamuk dan Seruduk Motor di Tengah Warga

Tragedi di Glamping Temanggung: Keraton Yogyakarta Kehilangan Fotografer Muda Berbakat
diupdate.id - Kepergian mendadak seorang fotografer berbakat bersama keluarganya di sebuah tempat rekreasi alam bawah tenda, meninggalkan duka mendalam bagi Keraton Yogyakarta. Bagas Amar Hakiki, yang juga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), wafat bersama orang tua dan saudaranya di salah satu lokasi glamping populer di Temanggung, Jawa Tengah.
Perjalanan Bagas: Dari Magang hingga Menjadi Pilar Dokumentasi Keraton
Bagas Amar Hakiki awalnya dikenal di lingkungan Keraton Yogyakarta saat mengikuti program magang di Kawedanan Tandha Yekti tahun 2024. Berbekal bakat fotografi yang mumpuni, ia berhasil meniti karier sebagai fotografer lepas dan dipercaya menjadi bagian inti tim dokumentasi Keraton. Selain itu, Bagas juga menyelesaikan studi di Program Studi Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya UGM, yang menunjukkan sisi artistiknya yang luas.
Kenangan dan Kehilangan bagi Keraton Yogyakarta
Nyi R.W. Kartiutami Guritno, Pengageng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti, menyampaikan bahwa Bagas adalah sosok yang menyenangkan, dapat diandalkan, dan selalu siap membantu. Kematian Bagas dan keluarganya tidak hanya menghilangkan seorang fotografer berbakat, tetapi juga menghilangkan seorang kolega dan sahabat yang sangat dihargai di lingkungan Keraton.
Dampak dan Analisa
Kejadian tragis ini memberi gambaran kerasnya risiko saat beraktivitas di alam terbuka seperti glamping, meski terkesan menyenangkan dan aman. Untuk Keraton Yogyakarta sendiri, kehilangan Bagas berarti kehilangan satu aset kreatif yang bertanggungjawab dalam mengabadikan berbagai momen penting sejarah dan budaya mereka. Kejadian ini juga meningkatkan awareness pentingnya keselamatan wisatawan di lokasi-lokasi rekreasi alam.
Ringkasan
Duka cita mendalam dirasakan oleh Keraton Yogyakarta atas meninggalnya Bagas Amar Hakiki beserta keluarganya saat liburan di glamping Temanggung. Bagas, yang merupakan fotografer lepas dan mahasiswa Sastra Prancis UGM, dikenal sebagai salah satu pilar dokumentasi Keraton yang andal. Kejadian ini menjadi kehilangan besar bagi Keraton dan juga menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di alam bebas.
FAQ
Siapakah Bagas Amar Hakiki?
Bagas Amar Hakiki adalah fotografer lepas yang juga mahasiswa Sastra Prancis di Universitas Gadjah Mada dan bagian dari tim dokumentasi Keraton Yogyakarta.
Dimana Bagas dan keluarganya meninggal dunia?
Mereka meninggal dunia di sebuah tenda glamping di kawasan wisata Kecamatan Kledung, Posong, Temanggung, Jawa Tengah saat berlibur.