ASN Batang Kumpulkan Minyak Jelantah, Diolah Jadi Energi Bersih dan Bahan Bakar Pesawat
Baca juga
- Arief Kamaruddin Ingin Pagari Ciliwung, Ini Alasan di Balik Keinginannya
- 7.883 Titik Panas Muncul, Kalbar Perketat Antisipasi Karhutla
- KLH Salurkan Lebih dari 2.000 Tong Sampah ke Kalsel, Dorong Warga Mulai Pilah Sampah dari Rumah
- Pencabutan Izin 28 Perusahaan Pascabencana Sumatera Dipersoalkan, Ini Alasannya
- Volume Sampah di TPA Kopiluhur Cirebon Melonjak 5 Persen Pasca Lebaran 2026, Apa Dampaknya?

ASN Batang Kumpulkan Minyak Jelantah, Diolah Jadi Energi Bersih dan Bahan Bakar Pesawat
diupdate.id - Siapa sangka, limbah dapur yang sering dianggap tak berguna justru bisa punya nilai ekonomi dan manfaat lingkungan. Di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, minyak jelantah kini dikumpulkan oleh aparatur sipil negara (ASN) untuk diolah menjadi energi bersih, termasuk bahan bakar pesawat dan biodiesel.
Langkah ini menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan. Dengan pengumpulan yang terorganisir, limbah minyak goreng bekas bisa masuk ke rantai pengolahan yang lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.
Minyak jelantah dikumpulkan dari lingkungan ASN Pemkab Batang
Pada Senin, 13 April 2026, sejumlah ASN terlihat mengumpulkan minyak jelantah di Pendopo Kabupaten Batang. Pemerintah setempat melalui PKK Kabupaten Batang menginstruksikan seluruh ASN di lingkungan pemerintah kabupaten untuk ikut serta dalam program ini.
Minyak jelantah tersebut dihargai Rp7 ribu per liter sebelum diserahkan kepada pihak berwenang untuk diolah lebih lanjut. Dari proses itu, minyak bekas dapur bisa diubah menjadi bahan bakar pesawat dan sumber energi bersih lain seperti biodiesel.
Lebih dari sekadar aksi kumpul minyak bekas
Program ini bukan cuma soal mengumpulkan limbah, tetapi juga membangun kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan. Saat minyak jelantah diolah dengan benar, risiko pencemaran bisa ditekan. Limbah yang biasanya dibuang sembarangan berpotensi mencemari tanah dan air, sekaligus menambah beban pengelolaan sampah daerah.
Di sisi lain, skema ini memberi sinyal bahwa limbah rumah tangga memiliki nilai ekonomi. Inilah yang membuat minyak jelantah kian dilirik sebagai bahan baku alternatif, terutama ketika kebutuhan energi bersih terus meningkat.
Dampak bagi lingkungan dan ekonomi sirkular
Inisiatif ini juga sejalan dengan dorongan menuju ekonomi sirkular, yaitu sistem yang memaksimalkan penggunaan kembali sumber daya agar tidak cepat menjadi sampah. Dengan begitu, minyak jelantah tidak hanya mengurangi volume limbah, tetapi juga mendukung upaya menekan emisi karbon.
Bagi daerah, program seperti ini dapat menjadi contoh sederhana namun efektif. Jika kebiasaan memilah dan mengumpulkan limbah dapur meluas ke masyarakat, manfaatnya bisa berlipat: lingkungan lebih bersih, polusi berkurang, dan ada peluang nilai tambah dari barang bekas yang sebelumnya tidak diperhitungkan.
Meski begitu, keberhasilan program tetap bergantung pada pengumpulan yang konsisten dan pengolahan oleh pihak yang berwenang. Tanpa rantai pengelolaan yang baik, potensi besar dari minyak jelantah bisa saja tidak optimal.
Dengan langkah ini, Batang memperlihatkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana di dapur. Dari limbah rumah tangga, lahir peluang untuk energi yang lebih bersih dan masa depan yang lebih berkelanjutan.
FAQ
Berapa harga minyak jelantah di program ASN Batang?
Minyak jelantah dihargai Rp7 ribu per liter.
Apa tujuan pengumpulan minyak jelantah di Batang?
Untuk diolah menjadi energi bersih seperti biodiesel dan bahan bakar pesawat, sekaligus mengurangi polusi limbah.