Dari Bali, Dharma Santi 2026 Tegaskan Pesan Persatuan dan Harmoni Nusantara
Baca juga
- Golkar Maluku Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penikaman Nus Kei yang Menggegerkan Malra
- Penikaman Tragis Nus Kei: Motif Dendam Lama dari Jakarta Terungkap
- Terkuak! Bareskrim Tangkap 5 Pelaku Jaringan Pengedar Dolar AS Palsu di Tangerang
- Tragedi Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara, Polisi Usut Motif dan Beri Imbauan Tenang
- Tragedi Tawuran Maut di Dramaga Bogor, Pelajar 15 Tahun Jadi Korban

Dari Bali, Dharma Santi 2026 Tegaskan Pesan Persatuan dan Harmoni Nusantara
diupdate.id - Di tengah riuhnya dinamika sosial dan keberagaman di Indonesia, gelaran Dharma Santi Nasional 2026 di Bali hadir sebagai momen penting yang menegaskan kembali semangat persatuan dan toleransi antar umat beragama. Perayaan khidmat ini tidak sekadar acara ritual, melainkan seruan nyata akan kerukunan antar bangsa yang menjadi fondasi kuat menuju masa depan Indonesia yang harmonis.
Momentum Kebersamaan dalam Dharma Santi Nasional 2026
Berlangsung di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar pada Jumat (17/4/2026), Dharma Santi Nasional 2026 diramaikan oleh sekitar 5.500 peserta termasuk tokoh nasional dan sejumlah pejabat tinggi negara. Acara ini menjadi puncak perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 yang membawa pesan damai dan keharmonisan dalam keberagaman.
Tema tahun ini, "Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju," mengajak semua untuk memandang dunia sebagai satu keluarga besar yang harus saling menghormati dan menjaga kebersamaan. Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, Wisnu Bawa Tenaya, mengingatkan bahwa harmonisasi antarumat beragama adalah inti kekuatan bangsa berlandaskan Pancasila.
Penegasan Nilai Toleransi dan Persatuan dari Para Pemimpin
Hadir pula Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, yang menekankan bahwa keberhasilan Bali mempraktikkan harmoni beragama merupakan contoh yang patut ditiru secara luas oleh seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, nilai Bhinneka Tunggal Ika tidak terlepas dari dimensi ketuhanan yang menjiwai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, Ketua Pelaksana I Made Susila Adnyana menguraikan bahwa tema Dharma Santi 2026 sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Kesadaran bahwa kita semua adalah bagian dari satu keluarga besar menjadi pondasi untuk menjaga bumi dan mempererat hubungan antar manusia. Dharma Santi menjadi media untuk memperkuat silaturahmi, memupuk rasa saling memaafkan, serta menaikkan kualitas kerukunan umat beragama di seluruh Indonesia.
Dharma Santi sebagai Wadah Refleksi dan Aksi Nyata
Selain sebagai tradisi keagamaan, Dharma Santi Nasional juga berfungsi sebagai ruang introspeksi yang mendorong umat untuk mengimplementasikan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Pesan persatuan dan toleransi yang melandasi kegiatan ini diharapkan dapat terus tumbuh dan mengakar di masyarakat Indonesia yang majemuk.
Dengan berlangsungnya Dharma Santi 2026 di Bali, Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap kerukunan antarumat beragama dan menjaga keberagaman sebagai kekayaan bangsa. Pesan persatuan yang menggema dari Pulau Dewata ini menjadi pengingat sekaligus inspirasi bagi seluruh elemen bangsa dalam membangun Indonesia yang maju dan damai.
Kesimpulan
Dharma Santi Nasional 2026 di Bali bukan hanya perayaan keagamaan semata, melainkan momen berharga yang menegaskan pesan persatuan, toleransi, dan harmoni di tengah keberagaman Indonesia. Melalui tema kuat "Vasudhaiva Kutumbakam," acara ini membuka ruang kolaborasi dan penguatan nilai kemanusiaan universal yang menjadi landasan masa depan Indonesia yang lebih harmonis dan maju.
FAQ
Apa itu Dharma Santi Nasional?
Dharma Santi Nasional adalah perayaan keagamaan yang bertujuan memperkuat nilai persatuan dan toleransi antar umat beragama di Indonesia.
Apa tema Dharma Santi 2026?
Tema Dharma Santi 2026 adalah "Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju" yang menekankan persaudaraan universal dan harmoni bangsa.