Al Busyra Basnur: Generasi Muda Indonesia Harus Tiru Etos Kerja Tiongkok untuk Kejayaan Ekonomi
Baca juga
- Belanja Manfaat untuk Kaum Muda 25 Kali Lebih Besar Dibanding Dukungan Kerja, Ini Dampaknya!
- Sepekan Jelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban di Bandung Barat Meroket hingga 40 Persen
- Fakta Penurunan Tingkat Hunian Hotel di Jakarta Februari 2026
- Kemnaker Imbau WFH Minimal 1 Hari Sepekan, Perusahaan Diminta Lebih Adaptif Hadapi Perubahan
- Strategi Baru Menaker: WFH 1 Hari Seminggu Perkuat Ketahanan Energi

Al Busyra Basnur: Generasi Muda Indonesia Harus Tiru Etos Kerja Tiongkok untuk Kejayaan Ekonomi
diupdate.id - Dalam dunia yang semakin kompetitif, etos kerja menjadi kunci utama kemajuan sebuah bangsa. Al Busyra Basnur, Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), menegaskan bahwa generasi muda Indonesia perlu mencontoh disiplin dan semangat kerja keras masyarakat Tiongkok agar bangsa kita tidak hanya menjadi pasar bagi produk global, melainkan turut menjadi pelaku utama.
Belajar dari Rahasia Keberhasilan Ekonomi Tiongkok
Dalam wawancara yang berlangsung di Bandung, Selasa lalu, Al Busyra menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang pesat dalam beberapa dekade terakhir didukung oleh budaya kerja disiplin dan daya saing tinggi dari sumber daya manusia mereka. "Masyarakat Tiongkok dikenal sebagai pekerja keras yang sangat menghargai waktu dan tidak mudah menyia-nyiakannya," jelasnya.
Menurut Al Busyra, Indonesia memiliki potensi besar dengan kekayaan sumber daya alam, jaringan internasional, dan kualitas pendidikan yang terus berkembang. Sayangnya, potensi ini belum bisa dioptimalkan karena kalah dalam hal etos kerja dibandingkan negara-negara maju, seperti Tiongkok.
Peran Pendidikan dan Bahasa Mandarin dalam Meningkatkan Daya Saing
Selain etos kerja, Al Busyra menyoroti pentingnya penguasaan bahasa dan keterampilan yang menunjang masa depan profesi. Penguasaan bahasa Mandarin saat ini menjadi nilai tambah yang signifikan karena tenaga kerja Indonesia yang mampu berbahasa Mandarin dan bekerja di perusahaan Tiongkok mendapatkan gaji yang jauh lebih tinggi di pasar tenaga kerja domestik.
Dari sisi pendidikan, aliran pelajar Indonesia ke Tiongkok terus meningkat hampir mencapai 20.000 mahasiswa, berkat dukungan beasiswa dari pemerintah Tiongkok. Namun, sebaliknya jumlah mahasiswa Tiongkok yang belajar di Indonesia masih sangat terbatas. Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan yang perlu segera diatasi untuk memperkuat hubungan kedua negara.
Analisis Dampak dan Harapan ke Depan
Jika mentalitas kerja dan kecakapan bahasa yang dianjurkan tidak segera diperbaiki, Indonesia berisiko terus menjadi konsumen dominan produk dan jasa asing. Dengan mencontoh disiplin kerja dan meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bahasa Mandarin, Indonesia bisa memperkuat daya saing di pasar global dan mengurangi dominasi ekonomi asing.
PPIT pun aktif mendorong keseimbangan dalam pertukaran pelajar serta pemberian beasiswa bahasa Mandarin kedua negara demi mempererat konektivitas dan saling pengertian. Langkah ini vital demi masa depan SDM Indonesia yang siap menghadapi era globalisasi dan persaingan ekonomi yang semakin ketat.
Ringkasan
Al Busyra Basnur menekankan bahwa generasi muda Indonesia harus belajar dari budaya kerja keras dan disiplin masyarakat Tiongkok. Kunci kemajuan ekonomi bangsa terletak pada penguatan etos kerja, penguasaan bahasa Mandarin, serta peningkatan kualitas pendidikan. Tanpa perubahan mentalitas ini, Indonesia akan sulit bersaing di panggung dunia. Upaya meningkatkan pertukaran pelajar dan beasiswa bahasa menjadi salah satu strategi PPIT untuk memperkuat masa depan ekonomi dan pendidikan bangsa.
FAQ
Mengapa etos kerja Tiongkok penting untuk generasi muda Indonesia?
Etos kerja Tiongkok yang disiplin dan produktif dapat menjadi contoh agar generasi muda Indonesia lebih kompetitif dan tidak hanya menjadi konsumen pasar global.
Apa peran bahasa Mandarin dalam pasar kerja Indonesia?
Penguasaan bahasa Mandarin membuka peluang kerja dengan gaji lebih tinggi, terutama di perusahaan Tiongkok yang beroperasi di Indonesia.