Belanja Manfaat untuk Kaum Muda 25 Kali Lebih Besar Dibanding Dukungan Kerja, Ini Dampaknya!

Belanja Manfaat untuk Kaum Muda 25 Kali Lebih Besar Dibanding Dukungan Kerja, Ini Dampaknya!

Baca juga

Belanja Manfaat untuk Kaum Muda 25 Kali Lebih Besar Dibanding Dukungan Kerja, Ini Dampaknya!

diupdate.id - Bayangkan ketika pemerintah justru mengucurkan dana 25 kali lipat lebih besar untuk memberikan manfaat sosial kepada kaum muda ketimbang mendukung mereka mendapatkan pekerjaan. Fenomena ini ternyata nyata dan diungkap oleh Alan Milburn, mantan menteri yang melakukan kajian khusus mengenai kondisi para pemuda yang tidak bekerja maupun bersekolah.

Fakta Mengejutkan di Balik Angka

Dalam studi terbarunya, Milburn menyatakan bahwa pemerintah Inggris menggelontorkan dana yang jauh lebih besar untuk program manfaat sosial seperti Universal Credit dan Job Seekers' Allowance. Sebagai gambaran, untuk setiap £25 yang dihabiskan membantu kaum muda yang menerima manfaat sosial, hanya £1 dialokasikan guna mendukung mereka masuk pekerjaan melalui program-program yang dicanangkan Kementerian Pekerjaan dan pusat layanan kerja Jobcentre Plus.

Saat ini, hampir satu juta pemuda berusia 16-24 tahun dikategorikan sebagai NEET (Not in Education, Employment or Training) atau yang tidak sedang bekerja, bersekolah, dan pelatihan. Angka ini mencapai 12,8% dari kelompok usia tersebut dan merupakan yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Sistem Kesejahteraan yang Perlu Reset Total

Menurut Milburn, kondisi ini bukan hanya sekedar kegagalan dari sistem sosial semata. Ia menekankan perlunya reformasi menyeluruh yang tidak hanya mengubah sistem manfaat sosial, tapi juga sistem pendidikan, kesehatan, dan pelatihan keterampilan. "Kita gagal memprioritaskan pembukaan peluang belajar dan bekerja bagi pemuda, sehingga mereka justru terbawa masuk ke dunia ketergantungan pada manfaat sosial yang berdampak buruk pada masa depan mereka," ujar Milburn.

Reformasi manfaat sosial sangat mendesak, meski sebelumnya pemerintah sempat menghentikan sebagian rencana renovasi sistem tersebut akibat penolakan dari anggota parlemen sendiri.

Dampak dan Analisa Ringan

Bila kondisi ini dibiarkan terus berlanjut, bukan hanya ketimpangan sosial yang makin melebar, tapi juga potensi terbuangnya sumber daya muda yang produktif bagi negara. Kesehatan mental yang semakin memburuk di kalangan pemuda juga diperhitungkan sebagai hambatan besar mereka memasuki dunia kerja. Namun, Milburn menyoroti bahwa masalah kesehatan mental tidak boleh dijadikan alasan utama supaya pemuda tidak didorong untuk berkontribusi aktif dalam masyarakat maupun ekonomi.

Partai Buruh, menurut Milburn, harus berani melakukan reformasi manfaat sosial secara tegas karena "partai ini adalah partai kerja, dan pekerjaan memberi makna sekaligus penghasilan." Upaya ini harus dijalankan dengan pendekatan menyeluruh pada institusi negara.

Ringkasan

Kajian Alan Milburn membuka mata tentang ketimpangan besar dalam pengeluaran pemerintah Inggris untuk kaum muda. Dana jauh lebih banyak diarahkan untuk manfaat sosial ketimbang dukungan pekerjaan, padahal hampir satu juta pemuda menghadapi situasi menganggur dan tidak bersekolah. Reformasi sistem kesejahteraan secara menyeluruh sangat dibutuhkan agar pemuda tak cuma menjadi beban, tetapi bisa menjadi kekuatan ekonomi yang produktif dan sehat.

FAQ

Apa arti NEET dalam konteks pemuda?

NEET adalah singkatan dari 'Not in Education, Employment or Training', yang berarti pemuda yang tidak sedang bersekolah, bekerja, maupun mengikuti pelatihan.

Mengapa reformasi sistem kesejahteraan penting menurut Alan Milburn?

Reformasi penting agar penggunaan dana lebih seimbang antara manfaat sosial dan dukungan kerja, sehingga pemuda bisa mandiri dan produktif.

belanja manfaat kaum muda menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.