BMKG: Kemarau 2026 di Jabar Datang Lebih Awal, 66 Persen Wilayah Terdampak

Baca juga

BMKG: Kemarau 2026 di Jabar Datang Lebih Awal, 66 Persen Wilayah Terdampak

BMKG Peringatkan 66 Persen Wilayah Jabar Hadapi Kemarau Lebih Awal dan Lebih Kering

diupdate.id - Cuaca panas di Jawa Barat tampaknya belum akan segera reda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memprediksi sebagian besar wilayah provinsi ini akan memasuki musim kemarau lebih cepat, dengan kondisi yang lebih kering dari biasanya dan durasi yang cenderung lebih panjang.

Peringatan ini penting karena perubahan awal musim seperti ini bisa berdampak langsung pada aktivitas warga, mulai dari kebutuhan air bersih hingga kesiapan sektor pertanian. Menurut BMKG Jawa Barat, kemarau Jawa Barat tahun ini bukan hanya datang lebih awal, tetapi juga diperkirakan terasa lebih ekstrem di banyak daerah.

56 Persen Wilayah Masuk Kemarau Mulai Mei

Prakirawan BMKG Jawa Barat, Vivi Indhira, menyampaikan bahwa 56 persen wilayah Jawa Barat diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada bulan Mei. Sementara itu, fenomena kemarau sebenarnya sudah lebih dulu muncul sejak Maret di Bekasi dan Karawang utara, lalu meluas ke Subang dan Indramayu pada April.

Artinya, transisi menuju kondisi kering sudah berlangsung di sejumlah daerah sebelum puncak musim kemarau benar-benar tiba. Dalam pengamatan BMKG, total 66 persen wilayah Jabar diperkirakan mengalami kemarau lebih awal dengan tingkat kekeringan yang lebih tinggi dari biasanya.

Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi pada Agustus

BMKG Jawa Barat juga memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026, ketika 90 persen wilayah Jawa Barat menghadapi kondisi kemarau ekstrem. Ini menjadi sinyal bahwa musim kering tahun ini berpotensi lebih berat dibanding kondisi normal.

Tak hanya itu, selama musim kemarau 2026, sekitar 93 persen wilayah diperkirakan masuk kategori kering. Dari sisi waktu puncak, sebagian kecil wilayah atau 8 persen diprediksi mencapai puncak kemarau pada Juli, sedangkan 2 persen lainnya pada September.

Dampak yang Perlu Diwaspadai Warga

Jika prediksi ini sesuai kondisi lapangan, tantangan yang mungkin muncul adalah meningkatnya kebutuhan air, turunnya kelembapan tanah, dan risiko gangguan pada sektor pertanian. Wilayah yang lebih cepat kering biasanya juga lebih rentan terhadap dampak cuaca panas berkepanjangan.

Meski begitu, ada dua persen wilayah yang memiliki karakteristik musim berbeda, yakni Kota Bogor, Bogor Tengah, dan sebagian kecil Sukabumi utara. Daerah-daerah ini tampaknya tidak mengikuti pola kemarau yang sama dengan mayoritas wilayah Jabar.

Dengan kondisi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih awal, lebih kering, dan lebih panjang, masyarakat diimbau untuk mulai menyesuaikan kebutuhan air dan mewaspadai potensi dampaknya sejak dini. Informasi dari BMKG Jawa Barat ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem perlu dilakukan sebelum puncak kemarau benar-benar tiba.

FAQ

Kapan sebagian besar wilayah Jabar masuk musim kemarau?

BMKG Jawa Barat memprediksi 56 persen wilayah Jabar mulai memasuki musim kemarau pada bulan Mei.

Kapan puncak kemarau di Jabar diperkirakan terjadi?

Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, ketika 90 persen wilayah Jabar mengalami kemarau ekstrem.

kemarau Jawa Barat menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.