Viral Dikira Penculikan, Cerita Dua Pelajar Bandung Ini Ternyata Berawal dari Game Online
Baca juga
- Pengadilan Militer II-08 Jakarta Pastikan Sidang Penyiraman Air Keras Tak Tertutup
- Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Polisi dan Dewas, Ini Alasan di Baliknya
- Putusan Inkrah Sengketa Tanah Cidadap Kembali Disorot, Ahli Waris Pertanyakan Pelaksanaannya
- Ribut di Medsos, Panipahan Jadi Ricuh: Polisi Pastikan Ada Tindak Narkoba di Baliknya
- Resbob Dituntut 2,5 Tahun Penjara dalam Kasus Ujaran Kebencian terhadap Suku Sunda, Ini Kronologinya

Dari Game Online ke Kontrakan di Bandung, Kisah “Cinta Monyet” Ini Berujung Ancaman Hukuman 15 Tahun
diupdate.id - Siapa sangka, perkenalan yang dimulai dari game online Free Fire justru menyeret dua pelajar di Bandung ke urusan hukum yang serius. Yang awalnya tampak seperti cerita remaja biasa, kini berkembang menjadi kasus yang ditangani polisi dan memunculkan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.
Kisah ini melibatkan D, pelajar laki-laki berusia 15 tahun asal Kota Bandung, dan NZK, siswi berusia 13 tahun asal Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Keduanya disebut menjalin hubungan setelah intens berkomunikasi dan bertemu langsung pada Februari 2026.
Berawal dari kenalan game online
Menurut informasi yang disampaikan polisi, hubungan keduanya bermula dari interaksi di dunia maya. Setelah sering berkomunikasi, mereka sepakat bertemu dan kemudian menjalani asmara di usia yang masih sangat muda. Pada 8 April 2026, keduanya kembali sepakat bertemu dengan tujuan pergi ke Kota Bandung.
Di momen itu, D menjemput NZK menggunakan angkutan online yang ia pesan. Aksi penjemputan di wilayah Sindangkerta terekam CCTV dan sempat viral di media sosial karena awalnya diduga sebagai penculikan oleh dua pria. Belakangan, satu orang yang terlihat bersama korban ternyata hanyalah driver angkutan online.
Polisi bergerak setelah video viral
Kasus ini kemudian ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi. Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra mengatakan, awal kejadian bermula saat pelaku mengajak korban bermain ke daerah Bandung dan korban menyetujui ajakan tersebut. Dari situ, D menjemput korban dengan kendaraan yang dipesannya.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan keberadaan dua remaja itu di sebuah kontrakan di Kota Bandung pada Senin (13/4/2026) malam. D kemudian diamankan karena diduga melarikan anak di bawah umur.
Pelajaran dari kasus yang terlihat sederhana
Kasus ini menunjukkan bahwa relasi digital di kalangan remaja bisa berkembang cepat dan berisiko bila tidak diawasi. Apa yang tampak seperti “cinta monyet” ternyata dapat memicu persoalan yang jauh lebih besar, terutama karena melibatkan anak di bawah umur.
Viralnya video di media sosial juga memperlihatkan bagaimana informasi yang belum utuh bisa memunculkan dugaan liar. Di sisi lain, kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua dan lingkungan sekitar untuk lebih peka terhadap pergaulan anak, terutama saat interaksi mereka sudah masuk ke ruang digital dan bertemu langsung tanpa pengawasan.
Dengan usia keduanya yang masih sangat muda, kasus ini kini menjadi perhatian publik. Selain soal hukum, peristiwa ini juga membuka diskusi tentang pengawasan remaja, literasi digital, dan batas aman pergaulan anak di era game online seperti Free Fire.
FAQ
Bagaimana awal kasus dua pelajar di Bandung ini?
Kasus ini bermula dari perkenalan lewat game online Free Fire, lalu keduanya intens berkomunikasi dan bertemu langsung.
Mengapa kasus ini sempat viral?
Karena penjemputan di Sindangkerta terekam CCTV dan awalnya diduga sebagai penculikan oleh dua pria.
cinta monyet di Bandung menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.