Delay Berjam-jam, Wakil Menteri Minta Garuda Indonesia Berikan Kompensasi untuk Jamaah Haji
Baca juga
- Komunitas Sikh Tuntut Pemerintah Selidiki Kematian Henry Nowak Secara Tuntas
- BMKG Hentikan Peringatan Tsunami Setelah Gempa 7,7 di Filipina, Warga Gorontalo Diminta Waspada
- Tragedi Sungai Yorkshire: Gadis 13 Tahun Tewas Setelah Hilang di Sungai Wharfe
- Razian Besar-besaran di Lapas Palu: Upaya Bersih-bersih Barang Terlarang yang Makin Diperketat
- Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri Diberi Pangkat Bintang Tiga, Ini Sebab dan Dampaknya

Delay Berjam-jam, Wakil Menteri Minta Garuda Indonesia Berikan Kompensasi untuk Jamaah Haji
diupdate.id - Menunggu lama di bandara saat momen ibadah haji bisa menimbulkan ketidaknyamanan yang cukup serius, apalagi bagi jamaah yang sudah lanjut usia. Insiden delay pesawat Garuda Indonesia di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, baru-baru ini jadi sorotan karena berdampak langsung pada jamaah haji asal Indonesia.
Insiden Delay Penerbangan Haji Garuda Indonesia
Pada Selasa, 2 Juni 2026, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 7603 yang membawa jamaah haji dari embarkasi Banten (JKB 2) mengalami penundaan keberangkatan dari Jeddah ke Jakarta. Jadwal semula pukul 15.55 Waktu Arab Saudi harus berubah, dan jamaah baru bisa masuk pesawat sekitar pukul 22.00 WAS, dengan penerbangan terlambat satu jam setelahnya.
Berdasarkan laporan dari akun Instagram @iamayib, sebagian jamaah, termasuk lansia, tidak mendapatkan kompensasi makan malam selama masa tunggu yang cukup lama tersebut.
Respon Wakil Menteri Haji dan Umrah
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjutak, langsung menegur pihak maskapai Garuda Indonesia. Menurutnya, kepadatan di Terminal Haji Bandara King Abdulaziz menjadi penyebab utama keterlambatan. Hal ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kenyamanan dan hak-hak jamaah haji Indonesia.
Dahnil menegaskan pentingnya pemberian kompensasi berupa makanan atau layanan tambahan agar jamaah tetap merasa nyaman selama penundaan. Selain itu, dia mengungkapkan bahwa pihak Garuda telah berkomitmen memberikan bentuk kompensasi tertentu sebagai tanggung jawab mereka.
Dampak dan Analisa Terhadap Pelayanan Jamaah Haji
Keterlambatan penerbangan selama berjam-jam tentu bukan hal yang sepele. Apalagi jamaah haji umumnya mengalami kelelahan fisik dan mental. Delay seperti ini bisa memicu frustrasi, terutama bagi lansia dan jamaah dengan kondisi kesehatan rentan.
Permintaan kompensasi bukan hanya soal uang atau makanan, tapi juga wujud perhatian agar pelayanan haji menjadi lebih manusiawi dan profesional. Peneguran ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi maskapai untuk lebih memperhatikan jadwal penerbangan, terutama saat musim puncak haji.
Ringkasan
Kejadian delay pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 7603 di Jeddah menimbulkan ketidaknyamanan bagi jamaah haji, khususnya yang berasal dari embarkasi Banten. Wakil Menteri Haji dan Umrah meminta agar maskapai memberikan kompensasi, serta meningkatkan pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang. Ini juga mengingatkan pentingnya koordinasi di bandara dan kesiapan maskapai untuk menghadapi lonjakan penerbangan selama musim haji.
FAQ
Apa penyebab delay pesawat Garuda penerbangan haji?
Delay terjadi karena kepadatan lalu lintas di Terminal Haji Bandara King Abdulaziz, Jeddah.
Apakah jamaah haji mendapatkan kompensasi atas keterlambatan?
Wakil Menteri Haji meminta maskapai memberikan kompensasi, dan pihak Garuda telah berkomitmen memberikan layanan tambahan untuk jamaah.
delay pesawat haji menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.