DPR Dorong 1.000 Bioskop Desa di APBN 2027 untuk Dukung Perfilman Daerah
Baca juga
- Kylie Minogue Ungkap Kanker Kedua yang Dialami pada 2021, Ini Kisahnya
- Sammy Simorangkir Siap Gelar Konser Spektakuler dengan Hits Terpopuler dan Kolaborasi Spesial
- Drama Keluarga 'Semua Akan Baik-Baik Saja' Hadir dengan Bintang Top Reza Rahadian dan Alim
- Blake Lively dan Justin Baldoni Akhiri Sengketa Hukum Seputar Film 'It Ends With Us'
- Bintang Terkenal Siap Berlaga di Celebrity Traitors Musim Kedua, Siapa Jadi Pengkhianat Terhebat?

DPR Dorong 1.000 Bioskop Desa di APBN 2027 untuk Dukung Perfilman Daerah
diupdate.id - Bayangkan membuka layar bioskop di sudut-sudut desa Indonesia, membawa kemeriahan film lokal ke masyarakat yang selama ini sulit mengakses tontonan berkualitas. Itu bukan mimpi lagi, sebab DPR RI mengusulkan wujud nyata untuk hadirkan 1.000 bioskop desa pada APBN 2027 guna menguatkan industri perfilman daerah.
Usulan Pengalokasian Dana untuk Bioskop Desa
Hambatan dan Solusi di Industri Film Daerah
Seruan sejalan datang dari Rico Sia (Fraksi Nasdem) yang mengajak para rumah produksi dan pengelola bioskop untuk duduk bersama berdiskusi sebelum proses produksi dan penayangan. Metode ini diharapkan bisa mendorong sinergi dan menyesuaikan kreatifitas dengan kebutuhan pasar. Namun, perwakilan PH Black & White Pictures mengungkapkan bahwa akses diskusi bagi rumah produksi kecil belum optimal sehingga masih banyak tantangan komunikasi.
Kebutuhan Revisi Undang-Undang Perfilman
Selain infrastruktur, aspek regulasi juga diperhatikan. Andhika Satya Wisastho dari Fraksi Golkar membuka wacana revisi Undang-Undang No. 33 tahun 2009 tentang Perfilman. Menurutnya, industri perfilman Indonesia telah berkembang pesat dan membutuhkan regulasi yang lebih adapto dengan kondisi tahun 2026 agar bisa mendukung kemajuan dan inovasi.
Dampak dan Potensi Pengembangan Perfilman Daerah
Pembangunan 1.000 bioskop desa bukan hanya soal memperluas layar-tayang, melainkan membuka peluang mengangkat budaya lokal lewat film. Ini bisa mendongkrak produksi film daerah, menghidupkan seni dan ekonomi kreatif, serta memberikan kesempatan kerja baru di industri perfilman. Pemberian insentif fiskal menjadi kunci agar bisnis bioskop desa dan rumah produksi kecil bisa bertahan dan berkembang.
Ringkasan
Usulan DPR untuk membangun ribuan bioskop desa lewat APBN 2027 merupakan langkah strategis mendukung keberlangsungan rumah produksi kecil di daerah. Dengan didukung diskusi antar pelaku industri dan penyesuaian regulasi perfilman, industri film Indonesia diperkirakan mampu tumbuh lebih inklusif serta mengangkat potensi budaya yang selama ini belum tergarap maksimal.
FAQ
Apa tujuan DPR mengusulkan 1.000 bioskop desa?
Tujuannya untuk mendorong perkembangan rumah produksi kecil di daerah agar lebih mudah menayangkan film lokal dan mengembangkan industri perfilman region.
Mengapa revisi UU Perfilman diperlukan?
Karena kondisi industri perfilman sudah berubah pesat sejak UU No. 33 tahun 2009, sehingga perlu regulasi yang lebih sesuai dan mendukung inovasi saat ini.