Drone Murah Hizbullah Bikin Israel Panik, Ini Alasan Serat Optik Jadi Ancaman Baru
Baca juga
- Menlu China dan Rusia Bertemu di Beijing, Isyarat Pertemuan Xi Jinping-Putin Semakin Dekat
- Trump Kritik Paus Leo XIV, Meloni Langsung Bilang Tak Bisa Diterima
- Saudi Tak Sepakat dengan AS, Dorong Trump Hentikan Blokade Pelabuhan Iran
- Panas di Selat Hormuz, Dua Kapal Perang AS Dilaporkan Mundur usai Dapat Peringatan Iran
- Iran Tegaskan Akan Blokir Kapal Perang di Selat Hormuz, Negosiasi dengan AS Ikut Terseret

Drone Serat Optik Hizbullah, Senjata Murah Rp8 Jutaan yang Bikin Israel Ketar-ketir
diupdate.id - Di medan perang modern, senjata mahal tidak selalu jadi yang paling menakutkan. Justru, sebuah drone serat optik Hizbullah yang disebut hanya seharga 500 dolar AS atau sekitar Rp8 jutaan kini menjadi sorotan karena dinilai menyulitkan pertahanan Israel.
Dalam beberapa pekan terakhir, media Israel ramai membahas generasi baru drone bunuh diri berukuran kecil yang tak lagi bergantung penuh pada sinyal nirkabel atau navigasi tradisional. Sebaliknya, perangkat ini dikendalikan lewat kabel serat optik, sehingga lebih tahan terhadap gangguan elektronik yang selama ini menjadi salah satu andalan pertahanan.
Kenapa Drone Ini Dianggap Berbahaya?
Menurut laporan yang dikutip dari media Ibrani, keunggulan utama drone serat optik Hizbullah bukan terletak pada ukuran atau daya ledaknya, melainkan pada cara operasinya. Karena terhubung dengan kabel serat optik, drone ini disebut lebih sulit dijatuhkan lewat metode pengacauan sinyal.
Media Israel menggambarkannya sebagai peningkatan kemampuan yang cukup serius. Drone jenis FPV ini bahkan disebut digunakan secara rutin untuk menyerang tank, kendaraan pengangkut pasukan, dan peralatan insinyur Israel di wilayah Lebanon.
Harga yang relatif murah juga membuat ancamannya makin terasa. Dengan biaya sekitar 500 dolar AS per unit, drone seperti ini bisa diproduksi dan digunakan dalam jumlah lebih banyak dibanding sistem senjata canggih yang harganya jauh lebih tinggi.
Implikasi bagi Pertahanan Israel
Situasi ini memaksa Israel menghadapi tantangan baru dalam perang elektronik. Jika sebelumnya gangguan sinyal bisa menjadi solusi utama, kini pendekatannya harus bergeser ke pemantauan visual, intersepsi langsung, atau pertahanan lain yang lebih mahal dan belum tentu efektif melawan target kecil, cepat, dan terbang rendah.
Artinya, drone murah Hizbullah bukan sekadar ancaman teknis, tetapi juga sinyal perubahan pola perang di perbatasan utara. Keunggulan teknologi tidak lagi hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi juga oleh kemampuan menyesuaikan diri dengan kelemahan lawan.
Dalam konteks ini, Israel tampaknya tidak hanya menghadapi serangan dari udara, tetapi juga tekanan strategis yang memaksa mereka mengubah cara berpikir soal pertahanan. Bagi Hizbullah, penggunaan drone serat optik menjadi contoh bagaimana teknologi sederhana namun tepat guna bisa memberi dampak besar di lapangan.
Pada akhirnya, perdebatan soal drone serat optik Hizbullah memperlihatkan bahwa perang modern semakin ditentukan oleh inovasi yang murah, fleksibel, dan sulit dilumpuhkan. Dan justru di situlah letak kekhawatiran Israel: ancaman kecil bisa menciptakan masalah yang sangat besar.
FAQ
Apa yang membuat drone Hizbullah ini berbeda?
Drone ini dikendalikan lewat kabel serat optik, sehingga lebih sulit diganggu dengan perang elektronik atau pengacauan sinyal.
Kenapa drone murah ini dianggap berbahaya?
Meski harganya hanya sekitar 500 dolar AS, drone tersebut disebut efektif digunakan melawan target militer dan menyulitkan pertahanan Israel.