Menlu China dan Rusia Bertemu di Beijing, Isyarat Pertemuan Xi Jinping-Putin Semakin Dekat
Baca juga
- Trump Kritik Paus Leo XIV, Meloni Langsung Bilang Tak Bisa Diterima
- Saudi Tak Sepakat dengan AS, Dorong Trump Hentikan Blokade Pelabuhan Iran
- Panas di Selat Hormuz, Dua Kapal Perang AS Dilaporkan Mundur usai Dapat Peringatan Iran
- Iran Tegaskan Akan Blokir Kapal Perang di Selat Hormuz, Negosiasi dengan AS Ikut Terseret
- Adzan Pertama di Masjid Al Aqsa Usai 40 Hari Ditutup, Tanda Kembalinya Harapan di Fajar yang Sunyi

diupdate.id - Pertemuan dua menlu di Beijing kembali memberi sinyal bahwa hubungan China dan Rusia sedang dipacu ke arah yang lebih rapat. Di tengah situasi global yang terus bergejolak, Wang Yi dan Sergey Lavrov tak hanya membahas urusan bilateral, tetapi juga menyiapkan pertemuan antara Xi Jinping dan Vladimir Putin yang diperkirakan menjadi agenda penting tahun ini.
Dalam pertemuan yang digelar di Beijing pada Selasa, 14 April 2026, kedua pihak membicarakan sejumlah isu strategis. Menurut Kementerian Luar Negeri China, pertemuan itu juga mencakup komunikasi dan penyesuaian terkait persiapan pertemuan kepala negara kedua negara. Artinya, menlu China-Rusia ini menjadi langkah awal untuk memastikan agenda tingkat tinggi antara Beijing dan Moskow berjalan mulus.
Pertemuan Menlu China-Rusia Bahas Isu Bilateral dan Agenda Besar
Wang Yi menegaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi guncangan besar. Ia menyebut ancaman hegemoni sepihak makin meningkat, sementara tata kelola global sedang berada dalam fase perubahan yang luas. Dalam pandangannya, kondisi itu membuat negara-negara besar harus lebih aktif menjaga stabilitas dan kerja sama.
Ia juga menilai hubungan China-Rusia tetap kuat meski diuji berbagai tekanan. Menurut Wang, kemitraan kedua negara tidak mudah terganggu oleh situasi eksternal yang kompleks. Karena itu, ia mendorong agar konsensus yang telah disepakati Xi Jinping dan Vladimir Putin dijalankan sepenuhnya, terutama di bidang kerja sama pragmatis dan koordinasi strategis.
Fokus ke Multilateralisme dan Isu Internasional
Selain menyinggung hubungan bilateral, Wang Yi juga menekankan pentingnya kerja sama dalam forum multilateral seperti PBB, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), dan BRICS. Ia menilai koordinasi di forum-forum itu penting untuk memperkuat multilateralisme di tengah meningkatnya ketegangan global.
Sergey Lavrov pun memberi nada serupa. Ia menyebut Rusia dan China sebagai mitra koordinasi strategis komprehensif yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Lavrov mengatakan Rusia akan terus menjalankan konsensus para kepala negara, memperkuat komunikasi tingkat tinggi, serta memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan.
Dalam pertemuan tersebut, Lavrov juga menyinggung adanya upaya sejumlah negara membentuk “kelompok kecil” untuk membendung Rusia dan China. Ia menilai kedua negara perlu menyelaraskan inisiatif global Xi Jinping dengan gagasan “Kemitraan Eurasia Raya” dan “Arsitektur Keamanan Benua Eurasia” yang diusulkan Putin.
Dampak Pertemuan bagi Peta Diplomasi Global
Pertemuan menlu China-Rusia ini menunjukkan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya berbicara soal kerja sama bilateral, tetapi juga soal pembacaan bersama terhadap arah geopolitik dunia. Di tengah konflik Amerika Serikat-Iran, situasi Asia-Pasifik, dan krisis Ukraina, koordinasi Beijing dan Moskow berpotensi memberi pengaruh pada dinamika diplomasi internasional.
Setelah pertemuan, Wang Yi dan Sergey Lavrov menandatangani rencana konsultasi tahun 2026 antara kementerian luar negeri kedua negara. Langkah ini menandakan bahwa komunikasi diplomatik akan terus berlanjut secara lebih terstruktur.
Kesimpulannya, menlu China-Rusia di Beijing bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sinyal kuat bahwa kedua negara sedang menyiapkan panggung yang lebih besar untuk Xi Jinping dan Vladimir Putin. Dengan agenda yang mencakup kerja sama bilateral, multilateral, dan isu kawasan, pertemuan ini bisa menjadi penentu arah hubungan kedua negara pada tahun ini.
FAQ
Apa tujuan pertemuan Wang Yi dan Sergey Lavrov di Beijing?
Pertemuan itu membahas isu bilateral sekaligus mempersiapkan pertemuan antara Xi Jinping dan Vladimir Putin.
Isu apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut?
Selain hubungan China-Rusia, keduanya membahas kerja sama multilateral, konflik Amerika Serikat-Iran, situasi Asia-Pasifik, dan krisis Ukraina.