Haji Ilegal di Musim 1447 H: Dua Cara Calon Jamaah Mengelabui Petugas
Baca juga
- Dampak Perang Ukraina-Rusia: Serangan Drone Menghantam Romania
- Mengenal Lebih Dekat Cara Vladimir Putin Menguasai Seni Citra Politik
- Duka Penalti Perdana Gabriel dan Kejayaan PSG di Final Liga Champions 2026
- Mengapa Permintaan Trump Soal Normalisasi dengan Israel Ditolak Pemimpin Muslim?
- Solusi Inovatif Atasi Kepadatan Jamaah Haji Indonesia di Mina: Tenda Bertingkat dan Skema Tanazul

Terungkap! Dua Modus Utama Haji Ilegal yang Sering Digunakan Calon Jamaah
diupdate.id - Musim haji 1447 H/2026 kembali menjadi momen penting yang ternyata masih menyisakan permasalahan serius terkait keberangkatan calon jamaah secara ilegal. Berbagai upaya pengamanan dilakukan, termasuk pengungkapan dua modus utama haji ilegal oleh Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta yang kerap dipakai oleh calon jamaah nonprosedural. Apa sebenarnya modus-modus tersebut dan bagaimana dampaknya?
Dua Modus Utama Haji Ilegal yang Biasa Terjadi
Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno-Hatta, Jerry Prima, mengungkapkan dua trik yang paling sering digunakan oleh oknum travel ilegal. Pertama adalah modus izin wisata. Calon jamaah berpura-pura hendak berwisata ke negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia atau Singapura, kemudian setelah transit di negara tersebut, mereka melanjutkan penerbangan menuju Jeddah atau Madinah di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.
Modus kedua melibatkan penggunaan visa kerja resmi yang disebut Visa Amil Work. Visa ini biasanya diberikan untuk warga negara asing yang bekerja secara legal di Arab Saudi dengan ikatan sponsor dan izin tinggal (iqamah). Namun, dalam kasus haji ilegal, visa ini disalahgunakan sebagai pembenaran untuk melakukan ibadah haji, meski seharusnya visa tersebut tak diperuntukkan untuk perjalanan ibadah.
Sistem Profiling Penumpang untuk Memerangi Haji Ilegal
Pengungkapan modus-modus tersebut bukan hal yang mudah tanpa kolaborasi lintas instansi. Imigrasi bekerja sama dengan Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, serta Kepolisian menggunakan sistem profiling penumpang. Melalui sistem ini, data dan pola calon penumpang dianalisis jauh sebelum mereka melakukan check-in di bandara. Langkah ini sangat efektif untuk menekan kasus keberangkatan calon jamaah secara tidak prosedural.
Dampak dan Tantangan Haji Ilegal bagi Indonesia
Modus haji ilegal tidak hanya berisiko terhadap keamanan dan ketertiban di bandara, tetapi juga mengganggu sistem pelaksanaan ibadah haji resmi yang sudah diatur ketat oleh pemerintah. Jamaah yang berangkat secara tidak benar dapat menimbulkan masalah pada akomodasi, pengaturan di Tanah Suci, bahkan menimbulkan potensi pelanggaran hukum internasional. Hal ini juga berpotensi menurunkan kualitas layanan dan keselamatan jamaah haji secara umum.
Ringkasan
Dua modus utama izin wisata dan penyalahgunaan visa kerja menjadi celah bagi keberangkatan haji ilegal dari Indonesia. Upaya deteksi dini melalui sistem profiling dan sinergi antar lembaga menjadi kunci penting untuk meminimalisir praktik tersebut. Konsistensi pengawasan dan edukasi pada calon jamaah serta travel haji resmi juga diperlukan agar ibadah haji berlangsung lancar dan sah sesuai regulasi.
FAQ
Apa itu modus izin wisata dalam haji ilegal?
Modus izin wisata adalah cara di mana calon jamaah berpura-pura hendak ke negara Asia Tenggara seperti Malaysia atau Singapura sebagai wisatawan, lalu melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi secara ilegal untuk haji.
Bagaimana sistem profiling membantu mencegah haji ilegal?
Sistem profiling menganalisis data dan pola calon penumpang sebelum check-in untuk mengidentifikasi keberangkatan ilegal sehingga memungkinkan tindakan pencegahan lebih awal.