Jelang Idul Adha, Harga Daging Sapi Naik ke Rp150 Ribu per Kg, Bulog Siapkan Intervensi
Baca juga
- Mandatori Biodiesel Dinilai Ampuh Tekan Impor Solar, Ini Alasannya
- Bea Cukai Dorong Kelancaran Proyek Strategis Nasional, Ini Dampaknya bagi Pertumbuhan Ekonomi
- Indonesia Disebut Bisa Dapat Minyak Rusia Rp59 per Barel, Ini Hitungan Pakarnya
- Waspada! Klaim Biaya Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Ternyata Hoaks
- Harga Minyak Dunia Tembus 104,91 Dolar AS, Pakar Peringatkan APBN Bisa Terdampak

Jelang Idul Adha, Harga Daging Sapi Naik ke Rp150 Ribu per Kg, Bulog Siapkan Intervensi
diupdate.id - Menjelang Idul Adha 2026, pasar mulai memberi sinyal yang biasanya paling ditakuti konsumen: harga daging sapi naik. Dari hasil pemantauan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026), komoditas ini tercatat bergerak dari kisaran Rp140 ribu menjadi Rp150 ribu per kilogram.
Kenaikan tersebut langsung membuat Perum Bulog bergerak cepat. Bersama BUMN pangan, Bulog menyiapkan langkah intervensi agar harga daging sapi tidak terus merangkak naik di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Bulog Sebut Ada Dugaan Pasokan Ditahan
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, kenaikan ini diduga berkaitan dengan perilaku sebagian pelaku usaha yang menahan pasokan untuk persiapan Idul Adha. Situasi seperti ini kerap memicu tekanan harga karena permintaan masyarakat biasanya meningkat tajam di periode tersebut.
Menurut Rizal, kondisi ini masih bisa dikendalikan lewat penambahan pasokan ke pasar. Bulog pun berkoordinasi dengan PT Berdikari untuk memperkuat distribusi daging beku melalui jaringan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan atau SP2KP.
Target Harga Kembali ke HAP Rp140 Ribu
Langkah utama yang disiapkan adalah mendorong suplai daging beku ke pasar SP2KP agar harga bisa kembali mendekati harga acuan, yakni Rp140 ribu per kilogram. Dengan kata lain, Bulog ingin menahan efek psikologis pasar sebelum kenaikan harga menjalar lebih luas ke konsumen.
Jika distribusi berjalan lancar, tekanan harga di tingkat eceran berpeluang mereda. Namun, bila pasokan tetap ketat, harga daging sapi berpotensi bertahan tinggi hingga puncak permintaan Idul Adha belum lewat.
Komoditas Lain Masih Stabil
Di tengah kenaikan harga daging sapi, Bulog memastikan sejumlah komoditas pangan lain masih relatif aman. Harga beras dan minyak goreng disebut tetap berada sesuai harga eceran tertinggi, dengan pasokan yang tersedia.
Meski begitu, permintaan Minyakita justru meningkat. Hal ini disebut dipengaruhi kenaikan harga plastik yang ikut berdampak pada minyak curah, sehingga konsumen beralih ke Minyakita. Bulog pun mengajukan tambahan kuota agar distribusinya ke pasar tetap terjaga.
Stok Beras Nasional Masih Kuat
Bulog juga mencatat stok beras nasional berada di sekitar 4,75 juta ton. Dari jumlah itu, serapan telah mencapai lebih dari 1,96 juta ton atau sekitar 49,2 persen. Angka ini menjadi sinyal bahwa cadangan pangan nasional masih cukup kuat untuk menopang kebutuhan pasar dalam waktu dekat.
Secara umum, harga daging sapi menjelang Idul Adha memang cenderung lebih sensitif dibanding hari biasa. Karena itu, intervensi dini menjadi penting agar lonjakan harga tidak memberatkan masyarakat. Dengan tambahan pasokan dan distribusi yang lebih agresif, pemerintah berharap pasar kembali stabil sebelum permintaan mencapai puncaknya.
Untuk konsumen, perkembangan ini patut dipantau. Jika pasokan dari BUMN pangan masuk secara rutin, peluang harga daging sapi kembali ke level acuan masih terbuka. Namun, bila arus distribusi tersendat, tekanan harga bisa bertahan lebih lama di pasar tradisional maupun ritel.
FAQ
Berapa harga daging sapi yang ditemukan Bulog di Pasar Minggu?
Harga daging sapi tercatat naik dari kisaran Rp140 ribu menjadi Rp150 ribu per kilogram.
Apa langkah Bulog untuk menahan kenaikan harga?
Bulog menggandeng BUMN pangan, termasuk PT Berdikari, untuk menambah distribusi daging beku melalui jaringan SP2KP.