BSI Bikin Investasi Emas Semudah Beli Kopi, Modal Cuma Rp50 Ribu

Baca juga

BSI Bikin Investasi Emas Semudah Beli Kopi, Modal Cuma Rp50 Ribu

Investasi Emas Kini Bisa Dimulai Seharga Kopi, BSI Dorong Anak Muda Mulai Nabung Emas

diupdate.id - Siapa bilang investasi emas harus menunggu punya modal besar? Kini, emas justru bisa dibeli dengan nominal yang setara harga secangkir kopi. Skema ini membuat investasi emas semakin ramah bagi masyarakat, terutama anak muda yang ingin mulai menabung aset aman tanpa harus menyiapkan dana besar di awal.

Bank Syariah Indonesia (BSI) melihat peluang ini sebagai pintu masuk untuk memperluas literasi keuangan syariah. Melalui layanan bank emas, pembelian emas kini bisa dilakukan secara digital lewat aplikasi BYOND by BSI, sehingga prosesnya lebih praktis dan mudah diakses.

Mulai dari Rp50 Ribu, Ikuti Harga Pasar Harian

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, emas termasuk instrumen yang cocok dikenalkan kepada generasi muda karena sifatnya sederhana, mudah dipahami, dan relatif stabil. Menurut dia, anak muda perlu didorong untuk lebih melek investasi syariah dengan cara yang aman dan prospektif.

Dalam layanan ini, masyarakat dapat mulai membeli emas dengan nominal sekitar Rp50 ribu. Harga pembelian mengikuti pergerakan pasar harian, sehingga nilai investasinya tetap menyesuaikan kondisi pasar. Dengan model seperti ini, investasi emas tidak lagi identik dengan modal besar atau akses yang rumit.

BSI juga menyederhanakan cara penyampaian edukasi agar lebih dekat dengan kebiasaan anak muda. Tak heran, investasi emas bahkan digambarkan bisa dimulai semudah membeli secangkir kopi. Gaya komunikasi seperti ini penting, karena banyak anak muda cenderung lebih tertarik pada produk finansial yang praktis dan mudah dipahami.

Bisa Dicetak, Ditransfer, hingga Digadaikan

Selain berbentuk digital, emas yang dibeli juga memiliki fleksibilitas lain. Nasabah bisa mencetaknya menjadi fisik, memindahkannya ke rekening emas lain, atau menggadaikannya saat menghadapi kebutuhan mendesak. Artinya, investasi emas bukan hanya soal menyimpan nilai, tetapi juga memberi ruang likuiditas saat situasi darurat.

“Emas bisa menjadi tabungan, bisa dicetak, dan juga bisa menjadi solusi saat kondisi darurat,” kata Cahyo.

Hingga Februari 2026, BSI mencatat pengelolaan emas mencapai sekitar 22,5 ton dengan pertumbuhan nasabah yang meningkat signifikan sejak layanan bank emas diluncurkan. Angka ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas terus berkembang, terutama ketika aksesnya dibuat lebih sederhana.

Dampak bagi Anak Muda dan Pasar Investasi Syariah

Kehadiran layanan ini berpotensi mengubah kebiasaan finansial masyarakat, khususnya generasi muda, dari sekadar menabung menjadi mulai berinvestasi sejak dini. Jika edukasi berjalan konsisten, investasi emas bisa menjadi pilihan awal yang realistis bagi mereka yang ingin menjaga nilai uang sekaligus belajar mengelola keuangan.

BSI juga memperluas literasi keuangan syariah melalui kerja sama dengan kampus dan berbagai lembaga. Langkah ini penting agar semakin banyak anak muda memahami bahwa membangun kebiasaan investasi tidak harus menunggu mapan, melainkan bisa dimulai dari nominal kecil dan dilakukan secara bertahap.

Dengan akses digital, nominal terjangkau, dan fitur yang fleksibel, investasi emas kini semakin relevan di tengah kebutuhan masyarakat akan instrumen yang sederhana, aman, dan mudah dijangkau.

FAQ

Berapa modal awal untuk investasi emas di BSI?

Mulai sekitar Rp50 ribu, dengan harga mengikuti pergerakan pasar harian.

Apa saja yang bisa dilakukan dengan emas digital?

Emas bisa dicetak menjadi fisik, ditransfer antar rekening emas, atau digadaikan saat dibutuhkan.