Iran Klaim Menang Besar, Trump Disebut Setuju 10 Poin untuk Akhiri Perang
Baca juga
- Gencatan Senjata Iran Disebut Bikin AS Rugi Strategis, Ini Dampak dan Poin Pentingnya
- PBB Rilis Temuan Awal soal Gugurnya 3 TNI di Lebanon, Israel dan Hezbollah Disebut Terkait
- Paus Leo XIV Serukan Para Pemimpin Dunia Letakkan Senjata, Pilih Perdamaian di Paskah
- Anwar Ibrahim Cerita Telepon Presiden Iran, 7 Kapal Malaysia Akhirnya Dilepas dari Selat Hormuz
- Iran Masih Punya Jurus Berbahaya: Jet Tempur AS Disebut Masih Bisa Dijatuhkan

Iran Klaim Menang Besar, Trump Disebut Setuju 10 Poin untuk Akhiri Perang
diupdate.id - Situasi panas antara Iran dan Amerika Serikat kembali berubah arah. Di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda, Teheran justru mengumumkan apa yang disebut sebagai gencatan senjata Iran sebagai bagian dari “kemenangan bersejarah” setelah Washington disebut menerima 10 poin proposal yang diajukan Iran.
Pernyataan itu datang dari Dewan Keamanan Tertinggi Nasional (SNSC) Iran pada Rabu (8/4/2026). Menurut badan tersebut, proses yang sedang berjalan bukan sekadar jeda perang, melainkan tahap awal dari perundingan yang masih bisa berubah arah. Artinya, suasana damai yang tampak di permukaan belum otomatis menutup kemungkinan eskalasi baru.
Iran Sebut AS Terima 10 Poin Proposal
Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip Middle East Eye, proposal Iran memuat sejumlah syarat penting. Di antaranya adalah jaminan agar tidak ada agresi lanjutan, tetap berjalannya kontrol Iran atas Selat Hormuz, pelonggaran sanksi, penarikan pasukan AS dari kawasan, serta pembayaran ganti rugi akibat perang. SNSC mengatakan bahwa proposal itu disampaikan lewat Pakistan dan diterima AS sebagai dasar pembicaraan.
Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata selama 14 hari melalui akun Truth Social. Ia menyebut penghentian sementara perang itu sebagai “gencatan senjata dua sisi” yang terkait dengan pembukaan kembali Selat Hormuz. Trump juga menilai 10 poin usulan Iran memiliki “dasar yang bisa dilaksanakan” untuk dirundingkan.
Negosiasi Dimulai 10 April di Islamabad
Iran dan AS dijadwalkan memulai negosiasi pada Jumat (10/4/2026) di Islamabad, Pakistan. Perundingan ini akan fokus pada finalisasi detail dan disebut berlangsung selama 15 hari, dengan kemungkinan diperpanjang. Namun SNSC menegaskan bahwa pertemuan itu belum berarti akhir dari perang.
Pernyataan resmi Iran juga menekankan bahwa operasi militer bisa dilanjutkan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Di sisi lain, SNSC mengklaim angkatan bersenjata Iran dan kelompok sekutu telah memberi tekanan besar pada lawan hingga muncul dorongan gencatan senjata.
Dampak dan Makna Politiknya
Jika benar berjalan sesuai rencana, gencatan senjata Iran ini bisa menjadi pintu menuju penataan ulang keamanan kawasan. Selat Hormuz tetap menjadi titik paling sensitif karena jalur ini vital bagi perdagangan dan energi global. Karena itu, keputusan apa pun dari negosiasi di Islamabad berpotensi berdampak luas, bukan hanya bagi Iran dan AS, tetapi juga negara-negara di Timur Tengah dan pasar internasional.
Namun, posisi Iran yang masih keras menunjukkan bahwa proses ini sangat rapuh. Seruan persatuan nasional yang disampaikan SNSC memperlihatkan bahwa Teheran ingin menjaga tekanan politik tetap tinggi selama pembicaraan berlangsung. Dengan kata lain, peluang damai ada, tetapi risikonya juga masih besar.
Untuk saat ini, semua pihak masih menunggu apakah 10 poin itu benar-benar akan diformalkan menjadi kesepakatan atau justru kembali memicu babak baru ketegangan.
FAQ
Kapan negosiasi Iran dan AS dimulai?
Negosiasi dijadwalkan pada Jumat, 10 April 2026, di Islamabad, Pakistan.
Apakah gencatan senjata ini sudah mengakhiri perang?
Belum. SNSC Iran menegaskan perundingan ini tidak otomatis berarti akhir dari perang.