Jumhur Hidayat Ungkap 300 Ribu Buruh Siap Apel May Day 2026 di Monas Bersama Presiden Prabowo
Baca juga
- Jumhur Hidayat Tegaskan Tak Pernah Jadi Terpidana Meski Pernah Disidang Kasus UU Cipta Kerja
- Dony Oskaria Tegaskan Penanganan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Jadi Prioritas Utama
- Banjir dan Longsor Melanda 5 Desa di Cianjur, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
- Evakuasi Terus Berlangsung, 7 Korban Terjepit dalam KRL Bekasi Dapatkan Pertolongan
- Update Terbaru Tabrakan Kereta di Bekasi, Penyebab dan Dampaknya

Jumhur Hidayat Ungkap 300 Ribu Buruh Akan Bertemu di May Day 2026, Presiden Prabowo Siap Mendukung
diupdate.id - Wacana peringatan Hari Buruh Internasional alias May Day 2026 kini semakin menggelora. Tokoh buruh sekaligus Menteri Lingkungan Hidup baru, Jumhur Hidayat, mengumumkan bahwa sekitar 300 ribu buruh akan berkumpul dalam apel besar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Lebih menarik lagi, Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan hadir untuk menunjukkan dukungannya terhadap perjuangan buruh.
Ribuan Buruh Berkumpul di Monas, Momentum Besar Untuk Kesejahteraan
Dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026, Jumhur Hidayat menyebut jumlah peserta yang akan hadir mencapai 300 ribu orang, yang menandakan antusiasme besar kalangan buruh. Ia juga menyatakan keikutsertaan sekitar 40 ribu buruh dari Jakarta yang akan datang naik sepeda motor bersama dirinya. Keikutsertaan Presiden Prabowo menambah bobot pentingnya acara ini sebagai momen campur tangan pemerintah dalam isu kesejahteraan buruh.
Inisiatif dan Langkah Pemerintah Untuk Perlindungan Buruh
Selain apel May Day, Jumhur menyampaikan bahwa pemerintah tengah merancang Keputusan Presiden untuk membentuk Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Ini merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk mengurangi pemutusan hubungan kerja dan meningkatkan kesejahteraan buruh secara konkret. Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk lebih proaktif dalam menjaga stabilitas tenaga kerja di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan.
Dampak dan Analisa: Apa Maknanya bagi Buruh dan Pemerintah
Apel May Day yang dihadiri 300 ribu buruh sekaligus mendapat dukungan dari Presiden menunjukkan sinyal positif dari pemerintah untuk mengakui dan mendukung peran buruh. Langkah membentuk Satuan Tugas Mitigasi PHK dapat memperkuat perlindungan buruh dari ancaman PHK massal dan memperbaiki iklim ketenagakerjaan. Namun, keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada implementasi kebijakan yang harus melibatkan dialog konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan buruh itu sendiri.
Kesimpulan: Momentum Kebangkitan Buruh Indonesia di May Day 2026
May Day 2026 di Monas bukan sekadar seremonial, melainkan simbol perjuangan dan solidaritas ratusan ribu buruh Indonesia yang ingin hak-haknya diperjuangkan dan dilindungi. Dukungan Presiden Prabowo serta pembentukan satgas mitigasi PHK menjadi tanda nyata bahwa isu buruh kini mendapat prioritas serius di level tertinggi pemerintahan. Momentum ini diharapkan mampu membuka babak baru bagi peningkatan kesejahteraan buruh dan menguatkan hubungan industrial di Tanah Air.
FAQ
Berapa jumlah buruh yang akan hadir di apel May Day 2026?
Sekitar 300 ribu buruh dijadwalkan hadir dalam apel May Day 2026 di Monas.
Apakah Presiden Prabowo akan hadir di acara May Day 2026?
Ya, Presiden Prabowo Subianto berencana hadir untuk mendukung kesejahteraan buruh pada acara tersebut.