Kakek di Sumenep Cabuli Cucu 14 Tahun, Pelaku Ditangkap di Cirebon
Baca juga
- Bea Cukai Dukung Industri Tembakau dengan Pendampingan agar Legal dan Kompetitif
- Kompol Dedi Polda Sumut Dipecat Setelah Video Asusila dan Vape Narkotika Viral
- PSI Tegas Tak Beri Bantuan Hukum untuk Grace Natalie dalam Kasus Ujaran Kebencian
- Puteri Komarudin Dorong Optimalisasi Kopdes Merah Putih Demi Pemerataan Ekonomi Desa
- 16 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki Tiba di Palembang, 10 Sudah Teridentifikasi

Tragedi di Sumenep: Kakek Cabuli Cucunya saat Rumah Sepi, Pelaku Ditangkap Jarak Ribuan Kilometer
diupdate.id - Bayangan pahit datang dari sebuah desa kecil di Sumenep, Madura, ketika seorang penduduk harus berhadapan dengan kenyataan memilukan. Kasus kekerasan seksual yang dilakukan seorang kakek terhadap cucunya sendiri mengejutkan warga dan membuka kembali perdebatan soal perlindungan anak.
Terungkapnya Kasus Kekerasan Seksual di Desa Lenteng Timur
Kejadian naas ini menimpa anak perempuan berusia 14 tahun, yang menjadi korban sang kakek berinisial A (45), warga Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng. Menurut penjelasan dari Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Agus Rusdiyanto, pelecehan yang terjadi berlangsung pada November 2025 saat rumah dalam kondisi sepi karena kedua orang tua korban sedang di luar kota menjaga toko di Surabaya.
Korban yang tinggal bersama saudara kandungnya merasakan trauma dan ketakutan sehingga akhirnya menceritakan kejadian itu kepada kedua orang tuanya. Mereka pun segera membuat laporan polisi pada tanggal 25 Desember 2025 dengan nomor LP/B/545/XII/2025/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JATIM.
Pelarian Pelaku dan Bukti yang Diamankan
Setelah laporan diterima, tim penyidik Polres Sumenep melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku yang sempat melarikan diri. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap di Jalan Yudawinata, Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, yang berada jauh dari lokasi kejadian.
Saat ini, barang bukti yang diamankan berupa sepotong baju daster hitam bermotif batik milik korban, yang menguatkan proses hukum terhadap pelaku.
Analisa dan Dampak Kasus terhadap Masyarakat
Kasus ini membuka mata kita tentang betapa rentannya anak-anak terhadap kekerasan, bahkan dari kerabat dekat. Situasi rumah yang sepi dimanfaatkan pelaku untuk melakukan perbuatan keji, yang mempertegas pentingnya pengawasan dan komunikasi intensif dalam keluarga terutama saat orang tua harus meninggalkan anak untuk waktu tertentu.
Dampak psikologis jangka panjang yang dialami korban juga patut menjadi perhatian, mengingat trauma yang disebabkan sulit untuk disembuhkan dengan cepat tanpa pendampingan profesional.
Ringkasan
Kasus kekerasan seksual oleh kakek terhadap cucunya di Sumenep menjadi peringatan bagi kita semua akan pentingnya perlindungan anak dan kewaspadaan dalam keluarga. Penangkapan pelaku yang berhasil di luar daerah menunjukkan kesungguhan aparat menindaklanjuti laporan tersebut. Mari bersama berkontribusi mencegah dan melaporkan jika mendapati indikasi kekerasan untuk keselamatan generasi mendatang.
FAQ
Apa tindakan polisi setelah laporan kekerasan seksual ini?
Polisi melakukan penyelidikan, memburu pelaku yang melarikan diri, dan akhirnya menangkapnya di Cirebon.
Bagaimana kondisi korban setelah kejadian?
Korban merasa ketakutan dan tertekan sehingga melaporkan kejadian tersebut ke orang tua dan polisi.
kakek cabuli cucu menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.