Rating Gim di Steam Bukan Klasifikasi Resmi, Kemenkomdigi Beri Peringatan
Baca juga
- Revolusi Bonsai AI: Model 1-Bit yang Bikin Dunia Kaget, Kecil Tapi Cerdas
- Meta Bakal Kurangi Label PG-13 di Akun Remaja Instagram, Ini Alasannya
- Di Usia 60 Tahun, Dasep Ahmadi Kantongi Hak Paten “Rumah” Baterai yang Menarik Perhatian
- Ponsel Lipat Baru Motorola Razr 70 Siap Hadir, Ini Informasi yang Sudah Terungkap
- Launchpool Tether Gold Resmi Hadir di Indonesia, Ini yang Perlu Diketahui

Kemenkomdigi Kecam Rating Gim di Steam yang Tak Akurat, Ini Risiko bagi Pengguna
diupdate.id - Di tengah maraknya pemain gim yang mengandalkan label usia sebelum menekan tombol unduh, muncul sorotan serius dari pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menegaskan bahwa tampilan rating Indonesia Game Rating System (IGRS) pada sejumlah gim di platform Steam bukan hasil klasifikasi resmi pemerintah Indonesia. Temuan ini langsung memicu kekhawatiran karena informasi usia yang tampak meyakinkan ternyata belum tentu sah.
Kemenkomdigi menilai praktik penyampaian informasi yang tidak akurat seperti ini bisa menyesatkan publik. Bagi orang tua, label usia adalah acuan penting untuk menilai apakah sebuah gim layak dimainkan anak. Sementara bagi pengguna umum, klasifikasi yang salah dapat membuat mereka mengira sebuah gim sudah melalui proses penilaian resmi, padahal belum.
Label IGRS di Steam Masih Berasal dari Mekanisme Internal
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemenkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan rating yang tampil di platform tersebut masih berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare. Artinya, penilaian itu belum melewati verifikasi resmi sesuai ketentuan di Indonesia.
Sonny menjelaskan bahwa rating yang beredar bukan hasil klasifikasi resmi IGRS. Menurut dia, penggunaan label IGRS tanpa proses verifikasi dapat memunculkan kesalahpahaman, terutama soal kelayakan usia sebuah gim. Kemenkomdigi juga menemukan indikasi penggunaan label IGRS melalui mekanisme internal yang tidak mencerminkan hasil klasifikasi sah.
Dampaknya Tidak Sekadar Soal Label
Kasus ini menunjukkan bahwa informasi digital yang tampak kecil bisa berdampak besar. Jika label usia tidak akurat, perlindungan pengguna ikut terganggu. Dalam konteks gim, kekeliruan klasifikasi dapat membuat anak atau remaja terpapar konten yang sebenarnya belum sesuai untuk usia mereka. Di sisi lain, pelaku industri juga bisa dirugikan jika publik menerima informasi yang tidak jelas sumbernya.
Kemenkomdigi menegaskan bahwa setiap pelaku usaha digital wajib menyampaikan informasi yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan. Kewajiban itu juga terkait langsung dengan perlindungan pengguna, yang menjadi salah satu prinsip penting dalam ekosistem digital.
Pengawasan Konten Digital Jadi Makin Penting
Kasus rating gim di Steam ini memperlihatkan bahwa sistem klasifikasi konten tidak bisa diperlakukan sebagai formalitas. Verifikasi resmi dibutuhkan agar pengguna mendapat informasi yang benar, bukan sekadar label yang terlihat meyakinkan. Karena itu, Kemenkomdigi mengingatkan agar pelaku platform dan pengembang gim mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia.
Ke depan, konsistensi dalam klasifikasi gim akan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap informasi digital. Bagi pengguna, langkah paling aman adalah tetap kritis terhadap label usia dan memastikan sumber informasinya jelas.
Dengan temuan ini, Kemenkomdigi kembali menegaskan bahwa akurasi informasi bukan pilihan, melainkan kewajiban. Dalam ruang digital yang serba cepat, satu label yang keliru bisa berdampak pada banyak pengguna.
FAQ
Kenapa Kemenkomdigi mengecam rating gim di Steam?
Karena rating IGRS yang tampil dinilai bukan hasil klasifikasi resmi pemerintah Indonesia dan berpotensi menyesatkan pengguna.
Apa risikonya jika rating gim tidak akurat?
Pengguna, terutama orang tua, bisa salah menilai kelayakan usia gim sehingga perlindungan anak di ruang digital terganggu.