Kementan Buka Akses Fasilitas Riset di 38 Provinsi, Perkuat Inovasi Pertanian Bersama BRIN
Baca juga
- Harga Minyak Anjlok Setelah Kesepakatan Antara AS dan Iran Membuka Kembali Selat Hormuz
- Rahasia Di Balik Kualitas BBM Pertamina Patra Niaga: Pengelolaan Impurities yang Terjaga Ketat
- Mayarakat Ramai-Ramai Kritik Kenaikan Harga Pertamax, Khawatir Pertalite Ikut Terdampak
- Wamenko Pangan Soroti Program MBG sebagai Kunci Dorong Konsumsi Susu Anak Indonesia
- Zakat dan Inflasi: Solusi Jitu Lawan Dampak Krisis Energi

Kementan Buka Akses Fasilitas Riset di 38 Provinsi, Perkuat Inovasi Pertanian Bersama BRIN
diupdate.id - Inovasi dalam pertanian kini makin dekat dengan para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berkat langkah strategis Kementerian Pertanian yang membuka akses fasilitas risetnya di seluruh Indonesia. Tak kurang dari 38 provinsi siap mendukung percepatan teknologi pertanian demi mendongkrak produktivitas dan kemandirian pangan nasional.
Akses Terbuka untuk Laboratorium dan Fasilitas Riset Kementan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BRIN untuk memberikan akses penuh ke laboratorium dan fasilitas penelitian milik Kementan di berbagai daerah. Langkah ini bertujuan mempercepat pengembangan dan penerapan inovasi teknologi pertanian yang lebih tepat sasaran di lapangan.
"Seluruh lab dan kantor Kementan yang tersebar di 38 provinsi kini dapat dimanfaatkan oleh peneliti BRIN tanpa batasan," ujar Amran di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan pengembangan komoditas strategis yang masih butuh peningkatan produktivitas, seperti kedelai, bawang putih, kakao, dan mente.
Kawasan Pengembangan dan Sentra Produksi Jadi Fokus Utama
Pemerintah turut memetakan beberapa wilayah prioritas pengembangan komoditas, di antaranya Sembalun (NTB), Sumatra Utara, dan Temanggung (Jawa Tengah). Di lokasi-lokasi ini, para peneliti dan tenaga ahli ditugaskan langsung untuk membimbing petani serta mengawal penggunaan teknologi hasil riset di lapangan.
Dukungan anggaran juga sudah disiapkan pemerintah guna memastikan program riset dan inovasi ini berjalan efektif dan tepat manfaat bagi peningkatan produksi pangan nasional.
Dampak dan Analisa Kolaborasi Kementan dan BRIN
Kolaborasi ini bukan hanya soal berbagi fasilitas, tapi juga sinergi ilmu untuk memperkuat ketahanan pangan. Kepala BRIN Arif Satria menyambut baik kemitraan ini sebagai momentum untuk mempercepat hilirisasi hasil riset pertanian. Para periset tetap berada di bawah BRIN, namun kini bisa langsung mengakses fasilitas Kementan demi percepatan inovasi.
Selain penguatan komoditas utama, riset yang melibatkan kecerdasan buatan (AI), genomik, robotik, dan teknologi smart farming akan semakin mempermudah penerapan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan. Dampaknya, produktivitas pertanian meningkat sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha di sektor pangan.
Ringkasan
Kementerian Pertanian membuka akses fasilitas riset di 38 provinsi bagi para peneliti BRIN untuk mempercepat pengembangan inovasi teknologi pertanian. Kolaborasi ini memberi peluang besar memperkuat produktivitas komoditas strategis, dengan fokus di sentra produksi prioritas serta dukungan anggaran pemerintah. Sinergi ini diharapkan mampu mendongkrak kemandirian pangan Indonesia dan mempercepat hilirisasi teknologi hasil riset ke lapangan.
FAQ
Apa tujuan Kementan membuka akses fasilitas riset untuk BRIN?
Tujuannya untuk mempercepat pengembangan dan penerapan inovasi teknologi pertanian guna mendukung swasembada pangan nasional.
Di berapa provinsi fasilitas riset Kementan dibuka untuk peneliti BRIN?
Fasilitas riset Kementan dibuka di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
fasilitas riset pertanian menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.