Lalu lintas Mendalo gagal total (LOS F), gubernur Jambi hanya diam

Lalu lintas Mendalo gagal total (LOS F), gubernur Jambi hanya diam

Baca juga

diupdate.id - Kawasan Mendalo hari ini bukan lagi sekadar titik padat lalu lintas, tapi sudah masuk kategori KRISIS. Data tahun 2026 menunjukkan volume kendaraan pada jam sibuk mencapai ±3.500 smp/jam, sementara kapasitas jalan hanya 1.512 smp/jam. Artinya, beban jalan sudah lebih dari dua kali lipat dari kemampuan idealnya.

Dengan derajat kejenuhan (V/C) sebesar 2,31 (>1), Jalan Jambi-Mendalo resmi berada pada Level of Service (LOS) F: kondisi gagal. Arus lalu lintas tidak stabil, kemacetan parah terjadi hampir sepanjang waktu, dan yang paling mengkhawatirkan tingkat keselamatan sangat rendah.

Ironisnya, jalan ini berada di kawasan pendidikan. Mahasiswa dan masyarakat umum harus berbagi ruang dengan ribuan truk batu bara setiap hari. Jalan publik yang seharusnya aman justru dipaksa melayani kepentingan industri.

Ini bukan sekadar masalah teknis. Ini adalah bentuk ketimpangan kebijakan.

Keselamatan masyarakat seperti ditempatkan di urutan kedua.

Azizul menegaskan, kondisi ini adalah bukti nyata kelalaian pemerintah daerah, khususnya Gubernur. Status "gagal" (LOS F) bukan sekadar istilah, tapi alarm keras bahwa ada yang tidak beres dalam pengelolaan transportasi.

Solusinya sudah jelas dan tidak bisa lagi ditunda:
1. Bangun jalan khusus angkutan batu bara
2. Lakukan pelebaran Jalan Mendalo

Selama truk masih bercampur dengan kendaraan umum, risiko kecelakaan akan terus menghantui. Ini bukan lagi soal pilihan, tapi kebutuhan mendesak.

Kalau keselamatan hanya jadi slogan, lalu sebenarnya siapa yang sedang dilindungi?

Berapa banyak nyawa lagi harus dikorbankan demi kelancaran industri?