Pidato Presiden Prabowo: Bank Himbara Harus Jadi Sahabat UMKM, Bukan Hanya Penguasa Besar
Baca juga
- Superbank Catat Laba Fantastis Rp 142 Miliar hingga April 2026, Pertumbuhan Melesat 1.528%
- Mulai Juli 2026, Indonesia Wajibkan Bensin Campuran Etanol 5 Persen di Wilayah Tertentu
- Penguatan Tata Kelola Ekspor Sawit: Prioritaskan Perlindungan Petani Swadaya
- Cara Ampuh Jaga Keuangan Keluarga di Tengah Gejolak Ekonomi Global
- Menko AHY Kunjungi PT PAL: Dorong Industri Galangan Kapal Menuju Kemandirian Maritim Nasional

Pidato Presiden Prabowo: Bank Himbara Harus Jadi Sahabat UMKM, Bukan Hanya Penguasa Besar
diupdate.id - Dalam suasana rapat paripurna DPR RI yang digelar di Senayan pada Rabu (20/5/2026), Presiden Prabowo Subianto menegaskan sebuah pesan penting yang harus menjadi perhatian seluruh bank milik negara, terutama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pesannya? Agar bank-bank tersebut lebih memperhatikan dan mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), bukan hanya mengurusi klien-klien besar yang selama ini lebih dominan mendapatkan fasilitas kredit.
Presiden Prabowo Minta Bank Himbara Fokus Dukung UMKM
Bank-bank Himbara, yang sejatinya punya tanggung jawab sosial sebagai perpanjangan negara, dianggap belum optimal dalam menjalankan misi ini. Data mengungkapkan bahwa hanya sekitar 20 persen kredit disalurkan untuk UMKM, padahal kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah ini merupakan 99,99 persen dari total pelaku usaha di Indonesia. Sisanya, yaitu 80 persen kredit, justru mengalir ke segmen usaha besar yang jumlahnya sangat kecil, hanya 0,01 persen.
Presiden Prabowo mengkritik kondisi ini dengan ungkapan "dia lagi, dia lagi"—menandakan yang mendapat fasilitas adalah kelompok lama yang sudah kaya. Menurutnya, bank Himbara harus hadir sebagai institusi yang 'patriotik', yang benar-benar mewakili dan membela kepentingan rakyat kecil dan pelaku usaha baru.
Peran Bank Himbara dalam Ekonomi Rakyat
Himbara sebagai bank milik negara harus menjalankan amanat konstitusi untuk melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan masyarakat. Saat ini, mentalitas serta perilaku pimpinan bank ditengarai belum bertransformasi ke arah tersebut. Untuk itu, Presiden Prabowo bahkan memberi sinyal perlu adanya "revolusi" dalam tata kelola internal bank Himbara, termasuk kemungkinan pergantian pimpinan yang gagal memenuhi target penyaluran kredit ke UMKM.
Dampak dan Analisa
Jika bank Himbara benar-benar bisa mengalihkan fokus kredit dan pembiayaan kepada UMKM, potensi ekonomi rakyat akan semakin kuat dan merata, mengurangi kesenjangan ekonomi yang selama ini ada. Dukungan ke UMKM berarti membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lapis bawah, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari segi basis usaha yang luas.
Sebaliknya, bila pola lama tetap bertahan, ketimpangan makin melebar dan bank milik negara hanya menjadi alat penguat segelintir pemilik modal besar. Fenomena ini juga bisa mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan milik pemerintah.
Ringkasan
Pidato Presiden Prabowo dalam rapat paripurna memberikan peringatan dan arahan jelas kepada bank-bank Himbara. Mereka harus berubah menjadi bank yang lebih "patriotik" dengan fokus kuat mendukung UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Transformasi ini sangat penting untuk memperluas kesejahteraan dan membangun keadilan ekonomi. Ke depan, langkah konkret seperti reformasi kepemimpinan bank Himbara mungkin diperlukan untuk mewujudkan visi tersebut.
FAQ
Apa pesan utama Presiden Prabowo pada bank Himbara?
Presiden meminta bank Himbara untuk lebih fokus dan berpihak pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daripada hanya melayani usaha besar.
Berapa persentase kredit bank Himbara yang diberikan untuk UMKM?
Sekitar 20 persen kredit disalurkan kepada UMKM, sementara 80 persen sisanya ke kelompok usaha besar.