Prabowo Subianto Ziarah Makam Leluhur di Banyumas Sambil Tinjau Pengolahan Sampah Inovatif
Baca juga
- Wajib Belajar 13 Tahun, Tantangan Besar Anak Tidak Sekolah di Jakarta Utara
- Heboh Penganiayaan Bayi di Daycare Banda Aceh: Pelaku Dipecat dan Dilaporkan ke Polisi
- Jumhur Hidayat Tegaskan Tak Pernah Jadi Terpidana Meski Pernah Disidang Kasus UU Cipta Kerja
- Dony Oskaria Tegaskan Penanganan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Jadi Prioritas Utama
- Banjir dan Longsor Melanda 5 Desa di Cianjur, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Prabowo Subianto Ziarah Makam Leluhur di Banyumas Sambil Tinjau Pengolahan Sampah Inovatif
diupdate.id - Bagaimana cara seorang presiden menghubungkan akar sejarah keluarganya dengan visi lingkungan masa depan? Itulah yang dilakukan Prabowo Subianto ketika mengunjungi Banyumas, Jawa Tengah. Di sela kunjungan kerja meninjau pengolahan sampah terpadu, ia menyempatkan diri ziarah ke makam leluhurnya, membuka kisah sejarah sekaligus membagikan pandangannya soal pengelolaan sampah nasional.
Wujud Hormat ke Akar dan Sejarah Bangsa
Pada Selasa (28/4), Presiden RI Prabowo Subianto memperlihatkan sisi pribadi dengan berziarah ke makam leluhur yang terletak di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Dua tokoh penting yang dimakamkan di situ adalah RM Margono Djojohadikusumo, kakeknya sekaligus pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), serta RA Siti Katoemi Djojohadikusumo. Tempat ini juga menyimpan jejak sejarah tokoh dan bangsawan lokal seperti Tumenggung Yudhanegara Il dan Raden Ayu Tumenggung Kartanegara Il.
Meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu yang Ramah Lingkungan
Tak hanya sebagai kegiatan penghormatan, kunjungan Prabowo juga fokus pada tinjauan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Banyumas. Di sana, presiden melihat langsung proses pengelolaan sampah mulai dari sumber hingga pemanfaatan teknologi yang sederhana namun efektif untuk mengurangi volume sampah dan menghasilkan produk bernilai guna.
Strategi Kendalikan Sampah Nasional dalam 3 Tahun
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pengendalian sampah di seluruh Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Ia memuji TPST BLE sebagai terobosan penting yang dapat menjadi contoh bagi provinsi dan kabupaten lain, bahkan menarik perhatian dari luar negeri. Pendekatan teknologi yang dipakai memang bukan yang paling canggih, tetapi efektif diterapkan luas dan berfokus pada edukasi masyarakat.
Dampak dan Analisa Singkat
Langkah ziarah sekaligus meninjau inovasi pengelolaan sampah ini memperlihatkan pendekatan holistik Prabowo dalam memimpin: menghargai sejarah sekaligus menyongsong masa depan yang berkelanjutan. Fokus pada pengelolaan sampah menjadi sangat penting di tengah meningkatnya persoalan lingkungan di Indonesia. Jika prioritas ini berhasil, dampaknya akan luas, mulai dari pengurangan limbah, peningkatan kualitas hidup warga, hingga komitmen terhadap target lingkungan global.
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto memadukan penghormatan pada leluhur melalui ziarah makam di Banyumas dengan kunjungan kerja strategis meninjau TPST BLE. Inisiatif pengelolaan sampah dengan teknologi sederhana diharapkan jadi model nasional yang mampu menekan jumlah sampah selama 2-3 tahun ke depan. Eksplorasi ini juga menyambungkan nilai sejarah keluarga dengan visi pengelolaan lingkungan yang lebih baik bagi Indonesia.
FAQ
Siapa leluhur yang diziarahi Prabowo di Banyumas?
Prabowo berziarah ke makam kakeknya RM Margono Djojohadikusumo dan RA Siti Katoemi Djojohadikusumo di Desa Dawuhan, Banyumas.
Apa fokus utama kunjungan kerja Prabowo di Banyumas?
Prabowo meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) sebagai model pengelolaan sampah yang akan diperluas.