Profesor Norwegia Tegaskan Rusia Takkan Mudah Menyerah Meski Diserang
Baca juga
- Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari 9 Duta Besar Termasuk Korut, Perkuat Diplomasi RI
- Hamas Tegaskan Iran dan Yaman Wajib Sertakan Penghentian Genosida Gaza dalam Negosiasi Perdamaian
- Wamenlu RI Ungkap Tanda-Tanda Keruntuhan Israel: Perubahan Dunia dan Dampaknya pada Palestina
- Said Iqbal Resmi Dampingi Presiden di Bidang Ketenagakerjaan
- Kasus Henry Nowak: Lammy dan Vance Bicara soal Migrasi dan Tragedi

Profesor Norwegia Tegaskan Rusia Takkan Mudah Menyerah Meski Diserang
diupdate.id - Konflik Rusia-Ukraina yang telah berjalan bertahun-tahun terus memanas dan menimbulkan spekulasi soal ketahanan Moskow. Baru-baru ini, Profesor Glenn Diesen dari Universitas Norwegia Tenggara memberikan pandangannya yang mengejutkan terkait kemungkinan Rusia menyerah akibat serangan ke wilayahnya.
Pandangan Profesor Glenn Diesen
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Judging Freedom, Diesen menegaskan bahwa serangan ke teritori Rusia tidak akan memaksa Moskow bertekuk lutut. Banyak pihak di Barat beranggapan bahwa tekanan militer dan sanksi berat akan melemahkan posisi Rusia, namun Diesen menyebut itu terlalu simplistik dan tidak sesuai kondisi sebenarnya.
"Sering kita mendengar asumsi bahwa ketika Rusia mengalami kerusakan, maka kekuatannya luntur dan ia harus kalah," ujar Diesen. Namun, menurutnya Rusia memiliki kemampuan yang cukup untuk menahan tekanan tersebut tanpa menyerah. Justru, eskalasi serangan ini bisa memperparah ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat.
Dukungan Barat dan Respons Rusia
Diesen juga mengkritik langkah beberapa negara Barat yang dianggap telah melewati batas dalam upaya menekan Moskow. Misalnya, dukungan finansial dan militer besar-besaran dari Uni Eropa dan NATO ke Ukraina. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, bahkan menyatakan kebijakan bantuan tersebut menghambat peluang perdamaian yang sesungguhnya.
Rusia sendiri selalu menyatakan bahwa suplai senjata Barat ke Ukraina bukan menyelesaikan konflik, tapi malah memperpanjang perang. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pun menegaskan bahwa pengiriman senjata tersebut bakal dianggap sebagai target sah oleh militer Rusia.
Dampak dan Analisa Ringan
Intinya, serangan terhadap wilayah Rusia tidak akan membuat Moskow menyerah dengan mudah. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan dan strategi Rusia dalam menghadapi tekanan masih cukup tangguh. Namun, ketegangan yang semakin meningkat tentu menimbulkan risiko eskalasi konflik yang lebih luas dan kompleks, yang tentu berdampak pada stabilitas kawasan dan hubungan internasional.
Di sisi lain, dukungan besar-besaran Barat kepada Ukraina juga menjadi pedang bermata dua. Satu sisi memperkuat pertahanan Ukraina, namun di sisi lain berpotensi memperpanjang konflik dan memperkeruh suasana diplomasi.
Ringkasan
Profesor Glenn Diesen menegaskan bahwa Rusia tak akan mudah menyerah meskipun wilayahnya diserang. Serangan dan tekanan dari Barat selama ini belum menggoyahkan posisi strategis Moskow. Sebaliknya, hal tersebut berpotensi meningkatkan eskalasi konflik yang sudah berlangsung sejak Februari 2022, dengan risiko yang semakin besar bagi keamanan regional dan global.
FAQ
Apakah serangan ke wilayah Rusia bisa membuat Rusia menyerah?
Menurut Profesor Glenn Diesen, serangan ke wilayah Rusia tidak akan membuat Moskow menyerah karena Rusia memiliki kemampuan menahan tekanan tersebut.
Bagaimana sikap Rusia terhadap bantuan militer Barat ke Ukraina?
Rusia menganggap bantuan militer Barat hanya memperpanjang konflik dan menegaskan senjata yang dikirim ke Ukraina akan dianggap sebagai target sah oleh militer Rusia.