Strategi Jitu Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Global
Baca juga
- ICC 2026: Dorong Transformasi Manusia di Tengah Arus Perubahan Teknologi
- Turunnya Harga Minyak Dunia, Apa Dampaknya pada Harga Pertamax?
- Kepatuhan Tinggi, Pintu Kembali Menang Penghargaan IRCA 2026
- FIFGROUP Raih Penghargaan Diamond di Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Berlangsung, BPS Kirim 251 Ribu Petugas ke Seluruh Indonesia

Strategi Jitu Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Global
diupdate.id - Tidak bisa dimungkiri, perubahan dramatis dalam peta geopolitik global memberi tekanan besar terhadap ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Krisis di Timur Tengah hingga dinamika di jalur perdagangan internasional menuntut Indonesia untuk menjaga kekuatan ekonomi dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini.
Inti Ketahanan Ekonomi Nasional: Stabilitas dan Kesiapsiagaan
Dalam forum Islamic Economic Outlook 2026 di Bappenas, Jakarta, Rabu (17/6/2026), berbagai pihak dari pemerintahan, akademisi, dan Dewan Ekonomi Nasional mengemukakan pentingnya memperkokoh ketahanan ekonomi nasional sebagai pondasi utama. Direktur Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas, Erik Armundito, menegaskan bahwa memastikan stabilitas keamanan menjadi prasyarat utama sebelum membangun kesejahteraan. Risiko geopolitik seperti potensi gangguan kedaulatan wilayah dan jalur perdagangan Selat Hormuz harus diantisipasi lewat modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dan penguatan industri pertahanan maritim.
Dampak Gejolak Global pada Ekonomi Indonesia
Mochammad Firman Hidayat, Direktur Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional, menjelaskan bahwa meskipun adanya gejolak global berdampak pada volatilitas nilai tukar rupiah dan kenaikan harga produsen, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dengan likuiditas kas yang tinggi. Ini membedakan kondisi saat ini dengan krisis 1998. Namun, tantangan tetap ada, seperti gangguan rantai pasok akibat penutupan jalur logistik global, yang menggarisbawahi pentingnya diversifikasi pasar komoditas strategis termasuk nafta dan sulfur.
Peran UMKM dan Ekonomi Syariah dalam Penguatan Ekonomi
Dari sisi akademis, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Irfan Syauqi Beik, menekankan bahwa fondasi ketahanan ekonomi harus berlandaskan pada pemerataan dan inklusivitas, khususnya dengan memberikan peran sentral kepada UMKM sebagai motor penggerak. Lebih jauh, ekonomi syariah juga dipandang sebagai solusi potensial melalui pengembangan industri halal dan pemanfaatan aset wakaf dalam instrumen sukuk negara untuk memperkuat fiskal nasional.
Menuju Indonesia Emas 2045: Sinergi Kebijakan dan Adaptasi
Kesimpulannya, panelis setuju bahwa ketahanan ekonomi nasional adalah hasil dari mekanisme kebijakan yang adaptif dan inklusif, menggabungkan penguatan keamanan, pemanfaatan keuangan syariah, serta manajemen rantai pasok yang efektif. Sinergi ini menjadi modal utama untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Forum ini diharapkan memberikan masukan strategis kepada pemerintah dan semua pemangku kepentingan agar terus menguatkan ketahanan ekonomi di tengah tantangan global yang dinamis dan kompleks.
FAQ
Mengapa ketahanan ekonomi nasional penting di tengah gejolak global?
Karena ketahanan ekonomi memastikan stabilitas dan kelangsungan pertumbuhan di tengah risiko geopolitik dan perubahan pasar dunia yang tidak pasti.
Apa peran UMKM dalam menjaga ketahanan ekonomi?
UMKM menjadi motor penggerak ekonomi domestik yang membantu pemerataan pertumbuhan dan memperkuat fondasi ekonomi nasional secara sosial dan produktif.