UMJ Dorong Aksi Kampus Hijau Lewat Gerakan MemBumi 2026
Baca juga
- Komisi III DPRD Kota Bandung Dorong Warga Hidup Ramah Lingkungan Untuk Kurangi Sampah
- Banjarmasin Dapat Dukungan Strategis Pemprov Kalsel Tangani Krisis Sampah 2026
- Wisata Edukasi Penyu di Sambas: Melihat Langsung Upaya Pelestarian Tukik yang Menginspirasi
- Tender Proyek Banyuwangi Hijau: Penyelesaian TPS3R Purwohajo Siap Sambut Teknologi Baru
- Jamur 'Pembasmi' Lumut Invasif Bisa Pulihkan Habitat Alami di Inggris

UMJ Dorong Aksi Kampus Hijau Lewat Gerakan MemBumi 2026
diupdate.id - Hari Lingkungan Hidup Sedunia jadi momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) untuk menegaskan komitmennya. Melalui gerakan bernama UMJ MemBumi 2026, kampus ini mengajak sivitas akademika serta masyarakat sekitar beraksi nyata menuju kampus hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Gerakan MemBumi: Semangat Kampus Hijau
Acara yang diselenggarakan di Taman Green Park UMJ, Jumat (5/6/2026), menghadirkan serangkaian kegiatan menarik. Salah satunya talkshow bertema "Lingkungan dalam Perspektif Islam", yang menghubungkan nilai-nilai agama dengan upaya pelestarian alam. Puncak aksi yakni penanaman sebanyak 3.650 bibit pohon berkat kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan RI dan PT Wahana Makmur Sejati (Wahana Honda). Ini merupakan langkah nyata memperbaiki kualitas udara dan memperkuat ekosistem hijau kampus.
Inovasi Pengelolaan Sampah dan Apresiasi Keberlanjutan
Tidak berhenti di situ, UMJ meluncurkan program pengelolaan sampah terpilah sekaligus menyediakan fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Upaya ini bertujuan membangun budaya pengelolaan limbah yang berkelanjutan dalam lingkungan kampus, sekaligus mengedukasi pentingnya sampah yang dikelola dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.
Selain itu, UMJ juga memberikan penghargaan dalam Survei Keberlanjutan kepada mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen yang berkontribusi aktif menjaga dan mengembangkan praktik ramah lingkungan. Fakultas dengan capaian tertinggi berdasarkan skor UI GreenMetric juga diumumkan, dengan Fakultas Teknik memimpin peringkat diikuti Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu Pendidikan.
Aksi Ecoenzyme Tingkatkan Kesadaran Jaga Air
Menutup rangkaian, aksi penyebaran ecoenzyme ke aliran sungai sekitar kampus menjadi bentuk edukasi sekaligus simbolisasi pentingnya menjaga kualitas air dan ekosistem perairan. Langkah sederhana ini berkontribusi positif dalam upaya pelestarian lingkungan dan pencegahan pencemaran air.
Dampak dan Harapan ke Depan
Rektor UMJ, Ma’mun Murod, menegaskan pentingnya kesadaran lingkungan sebagai bagian dari ajaran Islam yang mengedepankan perlindungan kehidupan dan hak-hak manusia. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan sering kali menjadi penyebab sejumlah bencana, sehingga keterlibatan semua pihak sangat krusial. Menariknya, UMJ juga mengajak untuk kritis terhadap kebijakan pemerintah yang terkait lingkungan agar tercipta sinergi dalam menjaga bumi.
Diharapkan, gerakan MemBumi tidak hanya menjadi perayaan tahunan saja, melainkan program berkelanjutan yang terus tumbuh dan mempengaruhi sikap sivitas akademika serta masyarakat luas. Langkah konkret seperti penanaman pohon dan pengelolaan sampah menjadi tolok ukur nyata akan komitmen UMJ dalam mengusung kampus hijau.
Ringkasan
UMJ bersama mitra strategis sukses menggelar UMJ MemBumi 2026 sebagai aksi nyata kampus hijau. Dengan penanaman 3.650 bibit pohon, pengelolaan sampah terpilah, serta edukasi ecoenzyme, kampus ini memperkuat budaya ramah lingkungan. Penghargaan keberlanjutan menunjukkan apresiasi atas kontribusi aktif sivitas akademika, sekaligus menegaskan posisi UMJ sebagai kampus yang peduli dan bertanggung jawab terhadap bumi dan masa depan.
FAQ
Apa tujuan utama gerakan UMJ MemBumi?
Untuk mendorong aksi nyata dalam menciptakan kampus hijau dan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan sivitas akademika UMJ.
Berapa banyak bibit pohon yang ditanam UMJ dalam kegiatan MemBumi 2026?
UMJ menanam sebanyak 3.650 bibit pohon sebagai wujud komitmen menjaga lingkungan.