Zulhas Minta SPPG Serap Bahan Pangan dari Desa, Ini Dampak Langsungnya ke Ekonomi Lokal
Baca juga
- Harga BBM Nasional Dipastikan Stabil, Stok Energi Aman dan Pasokan Tetap Terjaga
- Cobalt Sulfate Asal Halmahera Tengah Resmi Tembus Pasar Global
- PLN Pasang 50 Data Concentrator, Listrik Jawa Timur Diklaim Makin Tahan Gangguan
- Detik-Detik Helikopter Jatuh di Kalbar, Begini Kronologi Versi Kemenhub
- Kelangkaan Plastik Bikin Harga Minyakita Naik Tipis, Mendag Pastikan Stok Aman di Pasar

Zulhas Minta SPPG Serap Bahan Pangan dari Desa, Ini Dampak Langsungnya ke Ekonomi Lokal
diupdate.id - Program Makan Bergizi Gratis bukan cuma soal menu di piring, tetapi juga soal bagaimana uang berputar di daerah. Dari Mataram, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan pentingnya peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyerap bahan pangan dari desa. Arahan ini dinilai bisa membuat manfaat program terasa lebih luas, bukan hanya bagi penerima makan bergizi, tetapi juga bagi petani dan pelaku usaha kecil di sekitar wilayah produksi.
Pesan Zulhas sederhana, namun dampaknya bisa besar: bila kebutuhan dapur program dipenuhi dari desa, maka rantai pasok menjadi lebih dekat, biaya distribusi berpotensi lebih efisien, dan ekonomi desa ikut bergerak lebih cepat.
SPPG Diminta Tak Mengandalkan Pasokan Jauh
Dalam arahannya, Zulhas mengingatkan agar SPPG yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis lebih banyak mengambil bahan pangan dari desa. Langkah ini penting karena desa selama ini menjadi sumber utama hasil pertanian, peternakan, dan bahan pangan lain yang bisa langsung mendukung kebutuhan program.
Dengan model seperti itu, SPPG tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan gizi, tetapi juga menjadi penghubung antara kebutuhan program dan hasil produksi masyarakat lokal. Ini membuat desa tidak sekadar menjadi penonton, melainkan bagian aktif dari ekosistem pangan nasional.
Efek Ekonomi Lokal Bisa Lebih Cepat Terasa
Jika serapan bahan pangan dilakukan dari desa, perputaran ekonomi lokal bisa berlangsung lebih cepat. Petani, peternak, hingga pemasok kecil berpeluang mendapat pasar yang lebih pasti. Dalam jangka pendek, hal ini dapat membantu menjaga permintaan terhadap produk desa. Dalam jangka menengah, pola ini juga bisa mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kontinuitas produksi.
Meski begitu, keberhasilan kebijakan ini tetap bergantung pada kesiapan rantai pasok di daerah. Ketersediaan bahan pangan, kualitas, dan kelancaran distribusi harus dijaga agar kebutuhan program tetap terpenuhi tanpa mengganggu pasokan untuk masyarakat setempat.
Penguatan Program Pangan Berbasis Daerah
Arahan Zulhas menunjukkan bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diposisikan sebagai kebijakan sosial, tetapi juga sebagai instrumen penggerak ekonomi desa. Jika SPPG benar-benar konsisten menyerap bahan pangan dari desa, maka program ini bisa memberi efek ganda: memperbaiki pemenuhan gizi dan memperkuat ekonomi lokal.
Namun, hingga kini detail teknis pelaksanaan di tiap daerah belum dikonfirmasi. Yang jelas, dorongan agar bahan pangan berasal dari desa memperlihatkan arah kebijakan yang ingin lebih dekat dengan produksi masyarakat sendiri.
Dengan pendekatan ini, program Makan Bergizi Gratis berpotensi memberi manfaat yang lebih menyeluruh. Bukan hanya anak-anak yang menerima asupan lebih baik, tetapi juga masyarakat desa yang ikut merasakan perputaran ekonomi.
Singkatnya, arahan Zulhas kepada SPPG menegaskan bahwa kebijakan pangan yang baik seharusnya tidak berhenti pada konsumsi, tetapi juga memberi ruang bagi desa untuk tumbuh bersama.
FAQ
Apa arahan utama Zulhas kepada SPPG?
Zulhas meminta SPPG program Makan Bergizi Gratis menyerap bahan pangan dari desa.
Apa dampaknya jika bahan pangan diambil dari desa?
Perputaran ekonomi lokal bisa lebih cepat karena petani dan pelaku usaha desa mendapat pasar yang lebih dekat.