Viral ASN Jakarta Ganti Pelat Mobil Dinas di Puncak, Ini Penjelasan Sekda

Baca juga

Viral ASN Jakarta Ganti Pelat Mobil Dinas di Puncak, Ini Penjelasan Sekda

ASN Jakarta Terciduk Ganti Pelat Mobil Dinas di Puncak, Sekda Ungkap Alasannya Usai Bikin Konten Promosi Aset

diupdate.id - Kasus mobil dinas yang pelatnya diubah menjadi pelat putih di kawasan Puncak, Bogor, mendadak jadi sorotan publik. Bukan cuma karena aksinya terekam polisi, tetapi juga karena peristiwa ini menyangkut aturan penggunaan kendaraan dinas yang semestinya dijaga ketat oleh aparatur sipil negara.

Insiden itu melibatkan seorang ASN Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang disebut sedang memakai kendaraan dinas saat berada di kawasan Cimacan. Video atau rekaman kejadian tersebut kemudian viral karena mobil yang seharusnya berpelat merah justru terlihat menggunakan pelat putih.

ASN Akui Habis Bikin Konten Promosi Aset

Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta, Uus Kuswanto, membenarkan bahwa pengemudi mobil tersebut merupakan ASN di UPT Pusdatin Aset Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta. Menurutnya, yang bersangkutan sedang menjalankan tugas membuat konten promosi aset milik Pemprov Jakarta di kawasan Cimacan pada saat hari libur.

Uus menjelaskan, penggunaan mobil dinas saat itu berkaitan dengan kegiatan pekerjaan. Namun, masalah muncul ketika pelat kendaraan diganti menjadi pelat putih. Menurut dia, langkah tersebut yang kemudian memicu perhatian dan dianggap tidak sesuai aturan.

“Itu sekarang sedang proses dan sudah diberikan teguran agar tidak terulang kembali,” kata Uus di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Pemprov Jakarta Tegaskan Tak Ada Toleransi

Gubernur Jakarta Pramono Anung juga sudah menerima laporan terkait kejadian ini. Ia menegaskan, BPAD telah memberikan teguran kepada ASN tersebut. Pramono menilai penggunaan kendaraan dinas tidak boleh disalahgunakan, apalagi sampai diubah seolah-olah menjadi kendaraan pribadi.

“Sudah ditegur oleh BPAD. Jadi kalau di Jakarta yang gitu-gitu, kami enggak kasih toleransi,” ujarnya.

Kasus ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap aset daerah bukan hanya soal administrasi, tetapi juga soal disiplin dan etika penggunaan fasilitas negara. Meski kegiatan awalnya disebut untuk kepentingan promosi aset, perubahan pelat justru menimbulkan kesan seolah ada upaya menghindari identitas kendaraan dinas.

Dampak dan Pelajaran dari Kasus Ini

Secara praktis, kasus ini bisa menjadi pengingat bagi ASN lain agar lebih hati-hati menggunakan fasilitas dinas. Sekali tindakan dinilai melanggar aturan, dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi juga pada citra instansi tempatnya bekerja. Dalam kasus ASN Jakarta ini, teguran memang sudah diberikan, namun proses pendalaman masih berjalan.

Di sisi lain, kejadian ini juga menegaskan bahwa transparansi dan kepatuhan terhadap aturan menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Untuk urusan kendaraan dinas, batas penggunaannya jelas: hanya untuk kepentingan pekerjaan, bukan untuk diperlakukan seperti kendaraan pribadi.

Pemprov Jakarta kini masih menelusuri detail kejadian tersebut. Publik pun menunggu apakah ada langkah lanjutan selain teguran, mengingat insiden ini sudah terlanjur viral dan menyedot perhatian luas.

Pada akhirnya, kasus ini menjadi contoh bahwa urusan kecil seperti pelat nomor bisa berujung besar jika menyangkut fasilitas negara. Bagi ASN Jakarta, kepatuhan terhadap aturan tampaknya bukan sekadar formalitas, melainkan ujian integritas yang langsung terlihat di mata publik.

FAQ

Mengapa kasus ini viral?

Karena mobil dinas ASN Pemprov Jakarta terekam di Puncak dengan pelat merah yang diubah menjadi pelat putih.

Apa tindakan Pemprov Jakarta?

Menurut Sekda, ASN tersebut sudah diberi teguran oleh BPAD dan kasusnya masih didalami.