PLN Minta Maaf atas Pemadaman Listrik Besar di Sumatera, Ini Penyebab dan Upaya Pemulihannya
Baca juga
- Ribuan Ojol di Jawa Tengah Turun ke Jalan Tuntut Tarif yang Lebih Adil dan Tolak Opsen Pajak
- Imigrasi Bongkar Sindikat Love Scamming: 19 WNA Ditangkap dan Dideportasi dari Tangerang
- Jejak Kecil Anak-anak Indonesia dalam Solidaritas untuk Gaza
- Peringati 78 Tahun Nakba, Masyarakat Bandung Serukan Kemerdekaan Palestina
- Abi Jamroh Mundur dari Wakil Rais Syuriah PWNU Jateng Usai Jadi Tersangka Kekerasan Seksual

PLN Minta Maaf atas Pemadaman Listrik Besar di Sumatera, Ini Penyebab dan Upaya Pemulihannya
diupdate.id - Bayangkan tiba-tiba lampu padam di tengah malam, dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Jambi. Kesunyian yang aneh menyelimuti dan aktivitas sehari-hari jadi terganggu. Begitulah yang dirasakan masyarakat Sumatera ketika jaringan listrik padam masif sejak Jumat malam, 22 Mei 2026. PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan ini dan menjelaskan penyebab serta bagaimana pemulihannya.
Gangguan Transmisi Jadi Pangkal Masalah
Menurut Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, gangguan terjadi tepat pukul 18.44 WIB dan berawal dari masalah pada transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Jambi. Diduga cuaca buruk memicu gangguan ini. Keadaan ini menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan beban dalam sistem kelistrikan Sumatera.
Darmawan menjelaskan, sebagian wilayah mengalami kelebihan pasokan listrik karena beban tiba-tiba hilang sehingga frekuensi dan tegangan naik. Akibatnya, sejumlah pembangkit listrik menonaktifkan diri secara otomatis. Di sisi lain, wilayah lain justru kekurangan pasokan listrik karena pembangkit tutup, menurunkan frekuensi dan tegangan, yang memicu pemadaman berantai hingga meluas ke Aceh.
Strategi Cepat untuk Mendamaikan Sistem Kelistrikan
PLN langsung memeriksa gardu induk dan jaringan transmisi dan menemukan tidak ada kerusakan fisik besar seperti robohnya tiang transmisi. Mereka melakukan proses pemulihan bertahap mulai dari menyalakan pembangkit yang lebih cepat aktif yaitu pembangkit hidro dan gas.
Proses ini melibatkan sinkronisasi pembangkit ke sistem transmisi Sumatera dengan tahapan yang memakan waktu antara 5 sampai 15 jam. Sedangkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) memerlukan waktu lebih lama karena proses pemanasan air dan operasi perlengkapan pendukung.
Dampak dan Pelajaran dari Pemadaman Massal Ini
Kejadian ini menunjukkan betapa rentannya sistem kelistrikan Sumatera terhadap gangguan transmisi dan cuaca ekstrem. Pemadaman listrik besar seperti ini berdampak luas bukan hanya pada aktivitas rumah tangga, tetapi juga industri dan layanan publik. Respons cepat PLN untuk merestorasi sistem sangat penting untuk meminimalkan gangguan lebih jauh.
Ke depan, perbaikan dan penguatan jaringan transmisi serta diversifikasi sumber pembangkit listrik akan menjadi kunci agar sistem kelistrikan lebih tangguh menghadapi tantangan serupa.
Ringkasan
Pemadaman listrik yang meliputi Aceh hingga Jambi pada malam 22 Mei 2026 dipicu gangguan transmisi di Jambi akibat cuaca buruk. PLN sudah memohon maaf dan mengambil langkah cepat mengobati kondisi dengan menyalakan pembangkit hidro dan gas secara bertahap sebelum PLTU. Pemulihan penuh memerlukan waktu karena kompleksitas sistem interkoneksi Sumatera. Momen ini menggarisbawahi pentingnya kesiapan dan ketahanan sistem kelistrikan untuk mendukung kehidupan dan aktivitas masyarakat secara menyeluruh.
FAQ
Apa penyebab utama pemadaman listrik di Sumatera pada Mei 2026?
Pemadaman disebabkan gangguan pada transmisi listrik 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi yang diduga terdampak cuaca buruk.
Bagaimana PLN memulihkan sistem kelistrikan setelah pemadaman?
PLN memulihkan dengan menyalakan kembali pembangkit hidro dan gas yang lebih cepat aktif secara bertahap, lalu mengoperasikan PLTU dengan tahapan pemanasan air dan sinkronisasi sistem.
pemadaman listrik Sumatera menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.