Ancaman Obesitas di Indonesia dan Solusi Efektif lewat Bedah Bariatrik-Metabolik
Baca juga
- Mahasiswa UPN Jakarta Turun Tangan Pulihkan Kesehatan Warga Korban Banjir Aceh Tamiang
- Waspada Hantavirus, Pemprov Jateng Fokus Tekan Populasi Tikus Demi Keselamatan Warga
- Kenapa Pendampingan Kesehatan Kini Jadi Kunci Haji Khusus 2026?
- Apoteker Indonesia Lilik Yusuf Pimpin Organisasi Farmasi Asia, Fokus Utama Keselamatan Pasien
- Indonesia Jadi Pemimpin Federasi Farmasi Asia, Lilik Yusuf Indrajaya Terpilih Chairperson 2026-2030

Ancaman Obesitas di Indonesia dan Solusi Efektif lewat Bedah Bariatrik-Metabolik
diupdate.id - Obesitas saat ini bukan lagi sekadar masalah penampilan atau gaya hidup, melainkan telah menjadi penyakit kronis yang serius. Di Indonesia, kondisi ini kian mengkhawatirkan karena dapat menimbulkan komplikasi berbahaya seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Pandangan Baru Tentang Obesitas
Dr. dr. Errawan Wiradisuria, Sp.B, KBD, M.Kes, spesialis bedah digestif konsultan, menegaskan bahwa obesitas termasuk kategori penyakit kronis menurut lembaga kesehatan internasional seperti American Medical Association. Sayangnya, di Tanah Air, obesitas masih sering dianggap sekedar persoalan pola hidup semata dan belum mendapat penanganan serius.
Bedah Bariatrik-Metabolik: Solusi Jangka Panjang
Salah satu terobosan dalam menangani obesitas adalah bedah bariatrik-metabolik. Prosedur ini tidak hanya menurunkan berat badan secara signifikan, tapi juga memperbaiki gangguan metabolik seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Dr. Errawan menjelaskan, hasil operasi ini cenderung lebih tahan lama dibandingkan metode konservatif seperti diet atau olahraga saja.
Siapa yang Bisa Menjalani Operasi Ini?
Individu dengan indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 35 berisiko tinggi disarankan untuk mempertimbangkan tindakan ini. Bahkan, pasien dengan BMI lebih dari 30 yang memiliki penyakit penyerta terkait obesitas juga dapat menjadi kandidat. Namun, pasien harus siap berkomitmen menjalani pola hidup sehat dan kontrol kesehatan rutin pasca operasi.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Keuntungan utama yang didapat dari bedah bariatrik-metabolik meliputi penurunan risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, serta kolesterol tinggi. Selain itu, kualitas hidup pasien pun meningkat dengan berkurangnya gangguan kesehatan dan peningkatan energi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Ringkasan
Obesitas kini bukan sekadar masalah berat badan, melainkan penyakit yang berpotensi memicu banyak komplikasi serius. Bedah bariatrik-metabolik muncul sebagai solusi efektif untuk mengatasi obesitas berat di Indonesia, menawarkan hasil jangka panjang sekaligus memperbaiki kondisi metabolik pasien. Penting bagi masyarakat untuk memahami pilihan penanganan ini agar dapat memilih langkah terbaik demi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
FAQ
Apa itu bedah bariatrik-metabolik?
Bedah bariatrik-metabolik adalah prosedur operasi untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki gangguan metabolisme seperti diabetes dan hipertensi pada penderita obesitas.
Siapa yang bisa menjalani bedah bariatrik?
Biasanya, pasien dengan BMI di atas 35 atau BMI di atas 30 dengan penyakit penyerta terkait obesitas menjadi kandidat operasi, dengan komitmen menjalani pola hidup sehat setelahnya.