Apoteker Indonesia Lilik Yusuf Pimpin Organisasi Farmasi Asia, Fokus Utama Keselamatan Pasien
Baca juga
- Indonesia Jadi Pemimpin Federasi Farmasi Asia, Lilik Yusuf Indrajaya Terpilih Chairperson 2026-2030
- Penumpang Terakhir Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Berhasil Dievakuasi, Kasus Baru Muncul Lagi
- Wajib Tahu! 92% Konsumen Tidak Sadari Galon Air Mineral Punya Batas Masa Pakai
- 20 Warga Inggris dari Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Dikarantina di RS, Berikut Penjelasannya
- 5 Menu Sarapan Terbaik yang Ampuh Bantu Turunkan Berat Badan

Apoteker Indonesia Lilik Yusuf Pimpin Organisasi Farmasi Asia, Fokus Utama Keselamatan Pasien
diupdate.id - Prestasi membanggakan diraih sektor farmasi Indonesia dengan terpilihnya Sekretaris Jenderal Ikatan Apoteker Indonesia, Lilik Yusuf Indrajaya, menjadi pemimpin baru Federation of Asian Pharmaceutical Associations (FAPA) selama periode 2026-2030. Dengan dukungan kuat dari 24 negara anggota, Lilik siap membawa perubahan strategis khususnya dalam meningkatkan keselamatan pasien.
Kepemimpinan Lilik Yusuf: Prioritas Keselamatan Pasien di Asia
Lilik Yusuf Indrajaya menegaskan bahwa peran apoteker Indonesia sangat krusial dalam memastikan penggunaan obat yang aman, tepat, dan efektif di masyarakat. Tantangan besar yang dihadapi di sektor farmasi Asia meliputi risiko kesalahan penggunaan obat, peredaran obat palsu, serta kesenjangan dalam penyebaran informasi kesehatan.
"Program utama kami ke depan adalah memperkuat keselamatan pasien melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat, penguatan praktik pelayanan farmasi, dan membangun budaya keselamatan sejak masa pendidikan profesi apoteker," ujar Lilik saat mengumumkan fokus kerjanya.
Pengembangan Informasi Obat dan Digitalisasi Farmasi
Selain keselamatan pasien, Lilik juga akan mengarahkan FAPA untuk mengembangkan sistem informasi obat dan platform kesehatan digital yang canggih. Ini mencakup pemanfaatan data kesehatan untuk farmakovigilans, komunikasi kesehatan yang etis, serta peningkatan literasi pasien agar terapi obat menjadi lebih aman dan efektif.
Sebagai Chairperson Medicine Information and Health Information FAPA periode sebelumnya (2022–2026), Lilik telah menunjukkan komitmen dengan perolehan suara 67 persen dalam pemilihan. Kini, tanggung jawabnya makin besar untuk memimpin kolaborasi lintas negara di Asia yang terdiri dari 24 negara anggota.
Dampak Terpilihnya Apoteker Indonesia di Kancah ASEAN dan Asia Timur
Terpilihnya apoteker Indonesia sebagai pimpinan organisasi farmasi Asia membawa dampak positif bagi penguatan peran farmasi nasional dan kerja sama regional. Dengan platform FAPA, Indonesia dapat menginisiasi kebijakan bersama yang mendorong standar keamanan obat lebih tinggi yang berdampak langsung ke peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat di Asia.
Hal ini juga menjadi momentum bagi pengembangan teknologi farmasi digital dan peningkatan literasi kesehatan yang bermanfaat mengurangi kesalahan penggunaan obat dan berbagai risiko kesehatan lain yang masih menjadi tantangan di kawasan Asia.
Ringkasan
Terpilihnya Lilik Yusuf Indrajaya sebagai Chairperson FAPA 2026–2030 menandai pencapaian besar bagi apoteker Indonesia. Dengan fokus utama pada keselamatan pasien, literasi kesehatan, dan pengembangan farmasi digital, kepemimpinan ini berpotensi memperkuat sistem kesehatan dan pelayanan farmasi di seluruh Asia. Dukungan dari 24 negara anggota menggarisbawahi pentingnya kolaborasi regional demi meningkatkan kualitas terapi obat dan keamanan pasien di era digital.
FAQ
Siapa Lilik Yusuf Indrajaya?
Lilik Yusuf Indrajaya adalah Sekretaris Jenderal Ikatan Apoteker Indonesia yang terpilih sebagai Chairperson FAPA untuk periode 2026-2030.
Apa fokus utama kepemimpinan Lilik di FAPA?
Fokus utama kepemimpinan Lilik adalah meningkatkan keselamatan pasien, literasi kesehatan, dan pengembangan informasi obat serta layanan farmasi digital di Asia.