Pertamina Sigap Atasi Krisis Elpiji untuk Layanan MBG di NTT dan NTB
Baca juga
- Penurunan Uang Palsu di Indonesia, BI Musnahkan 466 Ribu Lembar
- Pengemudi Logistik Minta Kepastian Regulasi ODOL Sebelum Zero ODOL 2027
- Ketum Logis 08 Soroti Kinerja BPI Danantara yang Belum Maksimal Dongkrak Ekonomi Nasional
- Fakhiri Tegaskan Pertanian Jadi Kunci Perekonomian Papua, Soroti Panen Raya Jagung di Keerom
- Harga Minyak Turun, Pasar Saham Melonjak saat Isu Perdamaian AS-Iran Muncul

Pertamina Sigap Atasi Krisis Elpiji untuk Layanan MBG di NTT dan NTB
diupdate.id - Kelangkaan gas elpiji ukuran 12 kilogram yang sempat memadamkan dapur sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) kini mulai teratasi berkat respons cepat PT Pertamina (Persero). Langkah cepat ini sangat penting agar layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan tanpa hambatan.
Respons Cepat dan Koordinasi Intens
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan koordinasi dengan Pertamina dilakukan segera setelah kelangkaan gas elpiji dilaporkan. "Setelah laporan masuk ke Grup BOC-BOD Pertamina Holding, langsung ada tindakan cepat dari Dirut Sub Holding Downstream (SHD) PT Pertamina, Mars Ega Legowo Putra," ucap Nanik, Rabu (13/5/2026).
Dengan cepat, pertamina memprioritaskan pengiriman elpiji 12 kg ke berbagai wilayah terdampak, khususnya SPPG yang sempat terhenti operasionalnya.
Distribusi Elpiji Prioritas untuk SPPG
Direktur Utama Sub Holding Downstream Pertamina, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa sebanyak 220 tabung elpiji sudah dikirimkan ke wilayah Kefamenanu dan Belu di NTT, serta 200 tabung dialokasikan untuk SPPG di Kota Kupang dan kabupaten sekitarnya.
Selain itu, upaya distribusi juga menyasar daerah lain seperti Sumba dan Manggarai. "Kami terus kawal ketersediaan elpiji agar operasional dapur MBG berjalan tanpa hambatan," tegas Ega.
Penjelasan Tambahan: Mengapa Elpiji Penting di Program MBG?
Elpiji 12 kg merupakan bahan bakar utama yang digunakan di dapur-dapur SPPG untuk memasak makanan bergizi yang menjadi sumber nutrisi masyarakat terutama anak-anak dan ibu hamil. Kendala pasokan elpiji otomatis mengganggu kelancaran pelayanan, berpotensi mempengaruhi status gizi masyarakat di daerah tersebut.
Dampak dan Analisa
Kelangkaan elpiji tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan operasional, tetapi juga risiko terganggunya program pemerintah dalam menjamin pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan. Dengan aksi cepat Pertamina dan dukungan Badan Gizi Nasional, diharapkan gangguan ini dapat diminimalisir. Sinergi antara pemerintah dan BUMN menjadi kunci keberhasilan penyediaan gizi sehat yang berkelanjutan.
Ringkasan
Masalah kelangkaan elpiji 12 kg di SPPG wilayah NTT dan NTB yang sempat menghambat operasional dapur MBG kini teratasi melalui distribusi prioritas dari Pertamina. Koordinasi intens dan penanganan cepat menjadi kunci agar program makan bergizi tetap berjalan lancar, mendukung kesehatan masyarakat di daerah terdampak.
Ketersediaan gas elpiji 12 kg sangat vital untuk keberlangsungan dapur MBG; Pertamina bergerak cepat sebagai solusi krisis ini.
FAQ
Apa penyebab kelangkaan elpiji di NTT dan NTB?
Kelangkaan elpiji 12 kg terjadi akibat kendala distribusi yang belum sepenuhnya dikonfirmasi penyebabnya.
Bagaimana Pertamina mengatasi masalah ini?
Pertamina memprioritaskan pengiriman tabung elpiji ke wilayah terdampak dan bekerja sama dengan BGN untuk memastikan kelancaran pasokan.