Penurunan Uang Palsu di Indonesia, BI Musnahkan 466 Ribu Lembar
Baca juga
- Pertamina Sigap Atasi Krisis Elpiji untuk Layanan MBG di NTT dan NTB
- Pengemudi Logistik Minta Kepastian Regulasi ODOL Sebelum Zero ODOL 2027
- Ketum Logis 08 Soroti Kinerja BPI Danantara yang Belum Maksimal Dongkrak Ekonomi Nasional
- Fakhiri Tegaskan Pertanian Jadi Kunci Perekonomian Papua, Soroti Panen Raya Jagung di Keerom
- Harga Minyak Turun, Pasar Saham Melonjak saat Isu Perdamaian AS-Iran Muncul

Bank Indonesia Musnahkan Ribuan Uang Palsu, Rupiah Makin Aman dan Terpercaya
diupdate.id - Pernahkah Anda berpikir, seberapa besar ancaman uang palsu terhadap perekonomian Indonesia? Baru-baru ini, Bank Indonesia (BI) bersama Kepolisian Republik Indonesia berhasil memusnahkan lebih dari 466 ribu lembar uang palsu yang terkumpul selama delapan tahun terakhir. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pengamanan uang rupiah terus ditingkatkan demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Ribuan Uang Palsu dari 2017 hingga 2025 Dimusnahkan
Pada Rabu (13/5/2026), Bank Indonesia mengumumkan pemusnahan sebanyak 466.535 lembar uang rupiah palsu yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sektor. Angka ini merupakan akumulasi laporan dari masyarakat, perbankan, penyelenggara jasa pengolahan uang rupiah (PJPUR), dan hasil pengolahan setoran bank di seluruh Indonesia sejak 2017 hingga 2025. Pemusnahan dilakukan sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 menggunakan mesin khusus yang mencacah uang menjadi potongan kecil untuk memastikan tidak ada yang dapat disalahgunakan lagi.
Tren Penurunan Uang Palsu Berkualitas Rendah
Deputi Gubernur BI, Ricky P Gozali, menegaskan bahwa temuan uang palsu di masyarakat menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan. Pada 2023, ditemukan sekitar 5 lembar palsu per tiap sejuta lembar uang yang beredar (5 ppm). Angka ini menurun menjadi 4 ppm pada 2024–2025 dan terus menurun drastis hingga hanya 1 ppm pada April 2026. Penurunan ini tidak lepas dari kemajuan teknologi cetak rupiah yang semakin kesulitan dipalsukan dan penguatan kualitas bahan uang.
Teknologi Canggih dan Pengakuan Internasional untuk Rupiah
Uang rupiah kini dilengkapi fitur keamanan modern yang memudahkan masyarakat mengenali keaslian setiap lembar. Selain itu, dunia mengakui kualitas rupiah melalui penghargaan "Best New Banknote Series" dari International Association of Currency Affairs (IACA) pada 2023, dan pecahan Rp 50.000 tahun emisi 2022 memperoleh peringkat kedua sebagai mata uang paling aman di dunia pada 2024. Hal ini menunjukkan komitmen BI menjaga kualitas rupiah dengan teknologi canggih.
Pesan Penting kepada Masyarakat
Meski demikian, kualitas uang palsu yang beredar selama ini masih sangat rendah dan mudah dikenali jika kita teliti. BI mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan menggunakan metode 3D: lihat, raba, dan terawang terhadap setiap uang yang diterima agar terhindar dari peredaran uang palsu. Peran aktif masyarakat adalah salah satu kunci keberhasilan menjaga integritas mata uang nasional.
Ringkasan
Pemusnahan lebih dari 466 ribu lembar uang palsu yang digelar BI dan Polri ini menandai keberhasilan bersama dalam mengurangi peredaran uang palsu di Indonesia. Dengan kemajuan teknologi cetak dan kerja sama yang erat antarstakeholder, rupiah menjadi semakin aman dan terpercaya. Namun, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan agar uang palsu tidak merugikan masyarakat dan perekonomian nasional.
FAQ
Bagaimana Bank Indonesia memusnahkan uang palsu?
Bank Indonesia memusnahkan uang palsu dengan mesin racik yang mencacah kertas uang menjadi potongan kecil sesuai UU Nomor 7 Tahun 2011.
Apa itu metode 3D dalam mengenali uang asli?
Metode 3D adalah cara memeriksa uang dengan melihat, meraba, dan menerawang untuk memastikan keaslian uang tersebut.