Denmark Gagal ke Piala Dunia 2026, Riemer Hadapi Masa Transisi Berat dan Tugas Besar Rebuild Tim

Baca juga

Denmark Gagal ke Piala Dunia 2026, Riemer Hadapi Masa Transisi Berat dan Tugas Besar Rebuild Tim

Denmark Gagal ke Piala Dunia 2026, Riemer Hadapi Masa Transisi Berat dan Tugas Besar Rebuild Tim

Denmark gagal ke Piala Dunia 2026 dengan cara yang sangat menyakitkan: tersingkir lewat adu penalti setelah sempat memaksa laga berjalan imbang 2-2. Hasil itu bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan sinyal bahwa tim nasional Denmark sedang memasuki fase perubahan besar yang tak bisa ditunda lagi.

Dalam laga play-off di Praha pada 31 Maret, Denmark harus mengakui keunggulan Republik Ceko dengan skor 1-3 di babak tos-tosan. Kekalahan tersebut menutup perjalanan mereka di kualifikasi dan sekaligus memutus kebiasaan Denmark yang selama sekitar satu dekade terakhir rutin tampil di turnamen besar. Bagi publik sepak bola Denmark, ini jelas terasa seperti kemunduran yang pahit.

Rekor yang Terputus dan Luka yang Masih Terasa

Kegagalan ini menjadi lebih berat karena sebelumnya Denmark juga sudah tampil kurang meyakinkan. Mereka ditahan imbang Belarus 2-2 dan kalah 2-4 dari Skotlandia, yang justru memastikan tiket otomatis ke putaran final. Rangkaian hasil itu memperlihatkan bahwa masalah Denmark bukan hanya di satu laga penentuan, tetapi sudah terlihat sepanjang perjalanan kualifikasi.

Jika dilihat dari sejarahnya, pukulan ini terasa makin besar. Denmark pernah menjuarai Piala Eropa 1992 dan mencapai semifinal Euro 2020. Karena itu, Denmark gagal ke Piala Dunia 2026 bukan hanya soal tidak lolos turnamen, tetapi juga soal hilangnya konsistensi yang selama ini menjadi identitas mereka. Ini juga menjadi kali pertama Denmark absen dari turnamen besar sejak Euro 2016.

Riemer Dapat Tugas Sulit: Membangun Ulang dari Nol

Di tengah kekecewaan itu, pelatih Brian Riemer kini berada di pusat sorotan. Ia dituntut untuk memimpin masa transisi dan menyusun ulang fondasi tim yang mulai kehilangan banyak sosok penting. Sejumlah pemain senior yang selama ini menjadi tulang punggung tim perlahan menua, sementara regenerasi belum berjalan mulus.

Masalah terbesar Denmark terlihat di lini tengah dan sektor kreatif. Christian Eriksen, yang kini berusia 34 tahun, tidak lagi tampil konsisten sepanjang kualifikasi. Mikkel Damsgaard memang sempat menunjukkan potensi, tetapi belum mampu mengambil alih peran penting seperti Eriksen. Akibatnya, serangan Denmark kerap terlihat mandek dan kurang tajam.

Usai laga terakhir, Eriksen bahkan memberi sinyal bahwa ia mungkin telah memainkan kualifikasi Piala Dunia terakhirnya. Jika itu benar, maka Denmark harus segera mencari pengganti yang bisa membawa tempo permainan dan menciptakan peluang dengan kualitas serupa. Tim nasional Denmark jelas tidak punya banyak waktu untuk menunggu.

Krisis Kepemimpinan dan Tantangan Generasi Baru

Selain masalah kreativitas, Denmark juga sedang menghadapi krisis kepemimpinan. Setelah Simon Kjaer pensiun, lalu peran Eriksen dan kapten Pierre-Emile Hojbjerg tidak lagi sekuat dulu, tim ini kehilangan figur yang benar-benar bisa mengendalikan situasi di lapangan saat tekanan datang.

Menariknya, kekecewaan Denmark juga terasa karena dua rival regional mereka, Swedia dan Norwegia, justru berhasil lolos. Dengan begitu, Denmark menjadi satu-satunya wakil Skandinavia yang gagal menembus Piala Dunia 2026. Dari sisi psikologis, kondisi ini tentu memperbesar tekanan publik dan media terhadap skuad asuhan Riemer.

Mantan pemain timnas Denmark, Mikkel Beckmann, bahkan menyebut ini sebagai salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah tim nasional Denmark. Meski begitu, Riemer menegaskan dirinya masih orang yang tepat untuk memimpin proses rekonstruksi tim. Ia juga sudah terikat kontrak hingga Euro 2028, sehingga proses pembenahan kemungkinan besar akan terus berlanjut di bawah tangannya.

Pada akhirnya, Denmark gagal ke Piala Dunia 2026 bisa menjadi titik balik. Kekalahan ini memang menyakitkan, tetapi juga bisa menjadi momen untuk membenahi fondasi tim, mencari generasi baru, dan mengembalikan karakter permainan mereka. Tantangannya besar, namun jika transisi berjalan dengan tepat, Denmark masih punya peluang bangkit sebelum Euro 2028.

FAQ

Bagaimana Denmark gagal lolos ke Piala Dunia 2026?

Denmark tersingkir setelah kalah 1-3 lewat adu penalti dari Republik Ceko di laga play-off, usai bermain imbang 2-2 di Praha.

Apa masalah utama yang dihadapi Denmark saat ini?

Masalah utamanya adalah transisi skuad, menurunnya peran pemain senior, serta belum adanya pengganti sepadan untuk sosok seperti Christian Eriksen.

Apakah Brian Riemer masih dipercaya menangani Denmark?

Ya, Brian Riemer masih dipercaya memimpin proses pembenahan tim dan kontraknya berlaku hingga Euro 2028.