Pemkab Malinau Hadirkan Pasar Murah Jelang Idul Adha, Harga Kebutuhan Pokok Makin Terjangkau
Baca juga
- Komunitas dan Pelajar Hidupkan Semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026
- Begini Sapi Jumbo dari Bandung Barat Terpilih Jadi Kurban Presiden
- Peringati Tragedi Nakba, Rumah Zakat Ajak Warga Bandung Suarakan Kemerdekaan Palestina
- 88 Ribu Jamaah Haji Indonesia Lewati Bir Ali, Pendorongan dari Madinah ke Makkah Segera Berakhir
- Tragedi di Gunung Dukono: Jasad Pendaki Ditemukan Saat Erupsi Kembali, Akses Gunung Ditutup

Pemkab Malinau Hadirkan Pasar Murah Jelang Idul Adha, Harga Kebutuhan Pokok Makin Terjangkau
diupdate.id - Tidak hanya sekadar tradisi, hari raya Idul Adha menjadi momen penting bagi masyarakat untuk berbagi dan merayakan dengan penuh suka cita. Namun, di tengah kebutuhan yang meningkat, siapa sangka ada langkah strategis dari pemerintah daerah untuk meringankan beban warga? Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, baru saja menggelar pasar murah yang menawarkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong.
Pasar Murah Sambut Idul Adha, Turunkan Inflasi Daerah
Rabu, 20 Mei 2026, pasar murah diadakan di Taman Jajok, Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara, sebagai upaya konkret Pemkab Malinau menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau, Front Tomi Lukas, menyatakan bahwa kegiatan ini bagian dari strategi menekan inflasi di daerah sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Berbagai kebutuhan sehari-hari tersedia, mulai dari beras SPHP, beras premium dari Bulog, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, hingga sayuran dan bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, telur lokal, cabai, dan tomat. Ini tentu jawaban atas keluhan masyarakat terkait harga pangan yang cenderung naik menjelang momentum besar.
Pemberdayaan Petani Milenial dan Usaha Lokal
Salah satu nilai lebih dari pasar murah ini adalah keterlibatan petani milenial dan pelaku usaha lokal. Front Tomi Lukas menuturkan, selain mengurangi tekanan inflasi, pasar murah juga menjadi wadah bagi para petani muda binaan di Malinau untuk memasarkan hasil panennya. Sayuran seperti pakcoi dan sawi pun hadir langsung dari tangan para petani lokal, yang membuat produk segar dan ramah lingkungan mudah didapatkan masyarakat.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Respon warga sangat positif. Femi, warga Desa Malinau Seberang RT 05, menyampaikan rasa terima kasihnya karena harga yang ditawarkan oleh pasar murah lebih bersahabat dibandingkan pasar biasa. Ia menyebutkan ada selisih harga hingga Rp1.000 sampai Rp5.000 untuk beberapa bahan, seperti telur, minyak goreng, dan tomat. Bagi keluarga dengan pendapatan pas-pasan, ini sangat berarti dalam mengurangi pengeluaran rumah tangga, apalagi menjelang hari besar keagamaan.
Ringkasan
Inisiatif pasar murah yang digelar Pemkab Malinau bukan sekadar menyediakan kebutuhan pokok dengan harga miring, tetapi juga menjadi solusi menekan inflasi wilayah dan pemberdayaan petani milenial. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya terbantu secara ekonomi, namun juga mendapat akses langsung ke produk lokal berkualitas. Semoga kegiatan pasar murah ini bisa menjadi agenda rutin terutama saat momentum hari raya, sehingga kesejahteraan warga Malinau bisa terus terjaga.
FAQ
Apa tujuan Pemkab Malinau menggelar pasar murah menjelang Idul Adha?
Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan menekan inflasi di daerah.
Siapa yang dilibatkan dalam pasar murah tersebut?
Petani milenial binaan dan pelaku usaha lokal ikut dilibatkan untuk memasok produk segar dan hasil pertanian lokal.