DKI Jakarta Tebus 2.026 Ijazah Tertahan dan Dorong 561 Lulusan SMK Berkarier ke Luar Negeri
Baca juga
- Tebing Setinggi 6 Meter di Bogor Barat Longsor, Masjid dan Rumah Warga Terancam
- Pendiri Ponpes Pati Ditetapkan Tersangka Kasus Pelecehan Santriwati
- Mantan Wakil Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan ke KPK Terkait Penyitaan, Sidang Digelar Mei 2026
- TNI Dilibatkan, Begini Cara Mendikti Persiapkan Penerima Beasiswa LPDP atasi Culture Shock
- Jalan Rasuna Said Tanpa Tiang Monorel Siap Diresmikan Juni 2026

DKI Jakarta Tebus 2.026 Ijazah Tertahan dan Dorong 561 Lulusan SMK Berkarier ke Luar Negeri
diupdate.id - Bayangkan ribuan siswa yang selama ini tertahan haknya untuk mendapatkan ijazah, kini bisa bernapas lega. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah nyata dengan menggelontorkan dana hampir 4 miliar rupiah untuk membebaskan 2.026 ijazah yang selama ini terkendala, sekaligus membuka kesempatan emas bagi 561 lulusan SMK untuk berkarier di luar negeri.
Langkah Nyata Memfasilitasi Pendidikan dan Karier
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan program prioritas tahap pertama tahun 2026 ini yang secara khusus menargetkan pemutihan ijazah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA, SMK, hingga pendidikan kesetaraan di PKBM. Melalui kerja sama dengan Baznas dan Bazis, Pemprov DKI menyiapkan dana sebesar Rp3.953.712.300 untuk memastikan ribuan siswa tersebut dapat segera memperoleh ijazah mereka.
Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi DKI juga memfasilitasi lulusan SMK untuk mengukir prestasi di kancah internasional dengan mengirimkan 561 alumninya ke negara-negara seperti Jepang, Malaysia, dan Jerman. Ini merupakan bagian dari program "SMK Naik Kelas Alumni Mendunia" yang bertujuan membuka peluang kerja sekaligus mengharumkan nama Indonesia di luar negeri.
Menilik Dampak Positif Program Ini
Pembebasan ijazah yang selama ini tertahan menjadi angin segar bagi pelajar yang terdampak masalah administratif dan finansial. Dengan mendapatkan ijazah, mereka memiliki akses lebih luas ke dunia pendidikan dan lapangan kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Sementara itu, program pengiriman lulusan SMK ke luar negeri tidak hanya memberikan pengalaman kerja internasional, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka sesuai standar global. Langkah ini tentunya akan memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui remitansi dan hubungan kerja internasional.
Ringkasan
Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah progresif dengan membebaskan 2.026 ijazah siswa yang tertahan, berkat dukungan dana hampir Rp4 miliar dari Baznas dan Bazis. Di sisi lain, pengiriman 561 lulusan SMK bekerja ke luar negeri menjadi poin penting dalam mengangkat kualitas tenaga kerja dan nama Indonesia di mata dunia. Ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan dan karier bisa berjalan beriringan demi kemajuan siswa dan bangsa.
FAQ
Apa tujuan pembebasan ijazah tertahan di DKI Jakarta?
Tujuannya adalah agar siswa yang selama ini tidak bisa mendapatkan ijazah bisa memperoleh haknya sehingga mempermudah akses pendidikan dan pekerjaan.
Kemana saja lulusan SMK DKI Jakarta dikirim untuk bekerja?
Lulusan SMK tersebut ditempatkan di Jepang, Malaysia, dan Jerman untuk mengembangkan karier dan keterampilan kerja mereka secara internasional.