Dubes Rusia Tawarkan Kapal Selam Modern Muara di Tanjung Priok ke TNI
Baca juga
- Amsal Sitepu Bebas dari Tuduhan, Gekrafs Tegaskan Keadilan dan Perlindungan Karya Kreatif Indonesia
- Terungkap! 80 Lebih Saksi Diperiksa dalam Kasus Besar Dugaan TPPU PT Dana Syariah Indonesia
- Kemenag Siapkan Dua Penghulu Utama di Setiap Provinsi untuk Atasi Kesenjangan Tenaga
- IRGC Hujani Israel dengan Rudal Saat Perayaan Passover, Begini Reaksi Israel
- Mengapa Indonesia Belum Menandatangani Pembelian Jet Tempur Boramae Meski Berita Ramai?

Pada akhir Maret 2026, suasana pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi saksi kedatangan kapal perang spesial dari Angkatan Laut Rusia. Sebuah momen penting bagi hubungan bilateral Indonesia dan Federasi Rusia yang bukan sekadar seremonial, melainkan simbol dari sinergi dan kemitraan strategis yang terus dijalin antara dua negara.
Kapal Selam Modern dan Kapal Korvet di Tanjung Priok
Kedatangan tiga kapal perang Rusia terdiri atas Korvet Gromky-335, Kapal Selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274 yang canggih, serta Kapal Tunda Andrey Stepanov berhasil menarik perhatian publik dan aparat keamanan. Saat kapal-kapal ini memasuki perairan Jakarta pada Ahad (29/03/2026), KRI Lambung Mangkurat-374 khusus bertugas melakukan pengawalan dan monitoring untuk memastikan keamanan serta kelancaran pelayaran.
TNI AL menampilkan perannya yang sangat penting dalam menjamin keselamatan pelayaran, memberikan dukungan navigasi, serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Letkol Laut (P) Dimas Bayu Darmawan selaku Komandan KRI Lambung Mangkurat mengungkapkan, “Pengawalan ini menunjukan kesiapan operasional dan komitmen aktif kami dalam menguatkan hubungan bilateral antara TNI AL dan Angkatan Laut Rusia.”
Makna Diplomasi Militer dan Hubungan yang Semakin Erat
Setibanya di pelabuhan, rombongan dari Rusia yang dipimpin oleh Laksda Evgeny N Myasoedov disambut hangat oleh jajaran TNI AL, termasuk Wadankodaeral III Brigjen (Mar) Dian Suryansyah. Brigjen Dian menegaskan bahwa kedatangan kapal perang Rusia bukan hanya singgah biasa, melainkan simbol kuat mempererat tali persahabatan dan kerjasama kedua Angkatan Laut.
Beragam kegiatan diatur selama kunjungan tersebut, mulai dari courtesy call dengan pejabat tinggi TNI AL, pertandingan olahraga persahabatan yang mempererat ikatan antarprajurit, city tour, hingga open ship yang membuka kesempatan bagi masyarakat umum dan prajurit TNI untuk mengenal lebih dekat kapal-kapal modern milik Rusia. Wakil Menhan Marsekal (Purn) Donny Ermawan Taufanto pun menunjukkan antusiasme tinggi dengan menghadiri kunjungan kehormatan dan meninjau Kapal Selam Petropavlovsk-Kamchatsky secara langsung.
Kedua pihak menekankan pentingnya kerjasama dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia-Pasifik. Laksda Myasoedov menyatakan bahwa hubungan ini berlangsung lama dan terus diperkuat melalui latihan bersama, pelatihan, serta kunjungan rutin, membangun kemitraan berlandaskan saling pengertian dan kepercayaan antar Angkatan Laut.
Dampak Positif bagi Indonesia dan Kawasan
Pertemuan ini membawa keuntungan strategis bagi TNI AL, khususnya dalam transfer pengetahuan dan pengalaman terkait kapal selam modern. Dengan mendapatkan akses langsung ke teknologi terkini Angkatan Laut Rusia, Indonesia dapat memperkuat kapabilitas pertahanan maritimnya sekaligus meningkatkan kesiapan menjaga kedaulatan wilayah laut.
Secara lebih luas, kerjasama ini mendorong stabilitas kawasan Asia-Pasifik dengan memperkuat dialog militer serta menghindari potensi konflik. Pertukaran budaya dan pelatihan juga membangun citra positif Indonesia sebagai negara yang mampu menjalankan diplomasi maritim aktif dan strategis.
Kunjungan ini membuktikan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Rusia di bidang pertahanan terus meningkat, berkontribusi pada keamanan dan perdamaian regional melalui kemitraan yang saling menguntungkan.
FAQ
Apa jenis kapal perang Rusia yang berlabuh di Tanjung Priok?
Kapal perang yang berlabuh terdiri dari Korvet Gromky-335, Kapal Selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274, dan Kapal Tunda Andrey Stepanov.
Apa tujuan kedatangan kapal perang Rusia ke Indonesia?
Tujuan kedatangan untuk mempererat hubungan bilateral antara TNI AL dan Angkatan Laut Rusia serta mendukung stabilitas keamanan kawasan Asia-Pasifik.
Kegiatan apa saja yang dilakukan selama kunjungan kapal perang Rusia?
Kegiatan termasuk courtesy call ke pejabat tinggi TNI AL, pertandingan olahraga persahabatan, city tour, open ship, dan kunjungan kehormatan oleh pejabat Indonesia.