Furnitur Indonesia Makin Dilirik Dunia, Transaksi Tembus Rp Miliar di Pameran Internasional
Baca juga
- Pramono Mulai Revitalisasi Dua Pasar di Jakarta, Masing-Masing Habiskan Rp10 Miliar
- Bandara Soekarno-Hatta Dihantam Cuaca Buruk, Ini Dampaknya pada Penerbangan
- Maruarar Soroti Tiga Aset KAI di Tanah Abang yang Dikuasai Swasta
- Mandalika Jadi Pusat Sport Tourism dengan Dampak Ekonomi Rp4,96 Triliun
- Tak Bergerak, Begini Harga Emas Pegadaian Terbaru per 5 April 2026

Furnitur Indonesia Makin Dilirik Dunia, Transaksi Tembus Rp Miliar di Pameran Internasional
diupdate.id - Di tengah persaingan produk global yang makin ketat, furnitur Indonesia justru berhasil mencuri perhatian. Bukan hanya lewat tampilan yang estetik, tetapi juga melalui cerita panjang tentang keterampilan tangan, material alami, dan identitas budaya yang melekat di setiap detailnya.
Kabar terbaru datang dari Budapest, Hungaria. Di ruang pamer Home Design 2026, produk furnitur dan dekorasi rumah asal Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar 743,07 ribu dolar AS. Angka ini menjadi sinyal bahwa karya lokal semakin punya tempat di pasar Eropa Tengah dan Timur.
Kepercayaan Pasar Global Terhadap Produk Indonesia Meningkat
Kepala Indonesia Trade Promotion Centre Budapest, Suci Mahanani, menilai capaian tersebut mencerminkan naiknya kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia. Menurut dia, daya tarik furnitur Indonesia tidak hanya ada pada kualitas pengerjaan, tetapi juga pada nilai tambah seperti penggunaan material alami dan pendekatan berkelanjutan yang kini banyak dicari konsumen dunia.
Di balik pencapaian itu, ada peran pelaku usaha kecil dan menengah yang terus bekerja dengan tekun. Mereka mengolah kayu, tembaga, hingga material inovatif seperti miselium, lalu menggabungkannya dengan desain kontemporer agar tetap relevan dengan selera pasar global. Dari bengkel-bengkel kecil di Indonesia, produk-produk tersebut kini mampu melangkah jauh melampaui batas geografis.
IFEX 2026 Jadi Bukti Daya Saing Industri Mebel
Geliat positif juga terlihat di dalam negeri. Pada ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 di BSD, Tangerang, transaksi dilaporkan mencapai 300 juta dolar AS. Pameran ini dihadiri ribuan pembeli dari 86 negara, menunjukkan bahwa furnitur Indonesia memiliki daya saing yang makin kuat di mata pembeli internasional.
Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia, Abdul Sobur, menilai IFEX bukan sekadar ajang jual beli. Lebih jauh, pameran itu menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan inovasi, sekaligus jembatan antara pengrajin lokal dan pasar dunia yang terus berkembang.
Tren Baru dan Tantangan yang Perlu Diwaspadai
Tren yang muncul saat ini juga memberi peluang besar. Material alami seperti kayu solid, batu, dan serat semakin diminati karena sejalan dengan konsep wellness living, yaitu gaya hidup yang mengutamakan kenyamanan dan kedekatan dengan alam.
Meski peluang terbuka lebar, industri tetap menghadapi tantangan. Kenaikan biaya logistik dan energi menjadi catatan penting yang belum bisa diabaikan. Di tengah kondisi global yang tidak pasti, termasuk konflik di berbagai kawasan, Indonesia justru punya modal stabilitas, rantai pasok yang relatif terjaga, serta legalitas kayu yang dipercaya pasar.
Artinya, masa depan furnitur Indonesia tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi. Keunggulannya ada pada ukiran, desain, dan cerita budaya yang membuat setiap produk bukan sekadar barang, melainkan representasi warisan Nusantara yang siap bersaing di pasar dunia.
Kesimpulannya, capaian di Budapest dan IFEX 2026 menunjukkan bahwa industri mebel nasional sedang berada pada jalur yang menjanjikan. Jika kualitas, inovasi, dan efisiensi bisa dijaga, furnitur Indonesia berpeluang makin kuat menembus pasar global.
FAQ
Berapa potensi transaksi furnitur Indonesia di Home Design 2026?
Sebesar 743,07 ribu dolar AS.
Apa tantangan utama industri furnitur Indonesia saat ini?
Kenaikan biaya logistik dan energi menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.