Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, Awan Panas Meluncur 3,5 Km dan Status Masih Siaga
Baca juga
- Harta Warga Demak Ludes Tersapu Banjir Bandang, Hanya Sertifikat Haji yang Selamat
- Truk TNI AD Antar Siswa SD Terlibat Kecelakaan di Kalideres, 1 Pengendara Motor Meninggal Dunia
- Mahasiswa Untirta Terjerat Kasus Rekam Dosen di Toilet Kampus, Polisi Ambil Langkah Serius
- Jakarta Selatan Siapkan Waduk Raksasa 2,8 Hektare untuk Cegah Banjir di Bintaro
- Tragedi di Pesta Pernikahan: Ayah Meninggal Dikeroyok Preman Mabuk di Purwakarta

Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, Awan Panas Meluncur 3,5 Km dan Status Masih Siaga
diupdate.id - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi pada Ahad pagi, 5 April 2026. Bagi warga di sekitar Lumajang dan Malang, kabar ini tentu bukan sekadar data vulkanologi biasa, melainkan pengingat bahwa gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih menyimpan potensi bahaya yang serius.
Dalam rentang beberapa jam, Gunung Semeru kembali erupsi berkali-kali dan salah satunya disertai awan panas dengan jarak luncur mencapai 3,5 kilometer dari puncak. Aktivitas ini tercatat sejak dini hari hingga pagi, menandakan kondisi gunung masih sangat aktif dan perlu terus dipantau ketat.
Erupsi Terjadi Sejak Dini Hari
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan erupsi pertama terjadi pada pukul 02.02 WIB. Saat itu, tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau setara 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat. Erupsi tersebut juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 3 menit 29 detik. Yang menjadi sorotan adalah letusan itu disertai awan panas dengan jarak luncur 3,5 kilometer dari puncak.
Tak berhenti di situ, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 06.55 WIB dengan kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 mdpl. Abu vulkanik kali ini berwarna putih hingga kelabu, mengarah ke barat daya dan barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 134 detik.
Selang tujuh menit, tepatnya pukul 07.02 WIB, erupsi kembali terjadi dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak. Lalu pada pukul 07.53 WIB, Gunung Semeru kembali meletus dengan tinggi kolom sekitar 800 meter. Sementara itu, erupsi pada pukul 08.50 WIB tidak teramati karena tertutup kabut.
Status Masih Level III Siaga
Meski erupsi berulang terjadi, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru hingga kini masih berada pada Level III atau Siaga. Artinya, aktivitas gunung belum menunjukkan tanda mereda sepenuhnya, sehingga masyarakat diminta tetap patuh pada rekomendasi resmi.
Dalam imbauannya, petugas menegaskan masyarakat tidak boleh beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena berisiko terkena lontaran batu pijar.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang berada dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Larangan ini penting karena perluasan awan panas dan aliran lahar masih berpotensi mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.
Kenapa Warga Perlu Tetap Waspada?
Aktivitas Gunung Semeru yang kembali berulang dalam satu hari menunjukkan bahwa ancaman tidak hanya datang dari letusan utama, tetapi juga dari awan panas, guguran lava, dan lahar. Bahaya ini sering kali bergerak cepat dan bisa mengikuti aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung.
Karena itu, kewaspadaan masyarakat di sekitar Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat menjadi sangat penting. Sungai-sungai kecil yang terhubung dengan aliran utama juga tetap berisiko membawa material vulkanik, terutama saat hujan turun.
Dalam situasi seperti ini, disiplin terhadap zona bahaya menjadi faktor paling menentukan untuk mengurangi risiko korban dan kerugian. Peringatan dari petugas bukan sekadar formalitas, melainkan langkah pencegahan yang bisa menyelamatkan warga dari dampak yang lebih besar.
Kesimpulan
Erupsi beruntun yang terjadi pagi ini menegaskan bahwa Gunung Semeru masih aktif dan belum sepenuhnya stabil. Dengan status Level III Siaga, masyarakat diminta mengikuti seluruh arahan keselamatan dan menghindari area rawan. Selama aktivitas vulkanik belum mereda, kewaspadaan menjadi kunci utama bagi warga di sekitar lereng gunung.
FAQ
Apa status terbaru Gunung Semeru?
Status Gunung Semeru masih Level III atau Siaga.
Sejauh mana awan panas Semeru meluncur?
Awan panas terpantau meluncur sejauh 3,5 kilometer dari puncak.
Area mana yang harus dihindari warga?
Warga diminta menjauhi sektor tenggara Besuk Kobokan, radius 5 kilometer dari puncak, dan area sempadan sungai yang berisiko terdampak awan panas atau lahar.