Harta Warga Demak Ludes Tersapu Banjir Bandang, Hanya Sertifikat Haji yang Selamat
Baca juga
- Truk TNI AD Antar Siswa SD Terlibat Kecelakaan di Kalideres, 1 Pengendara Motor Meninggal Dunia
- Mahasiswa Untirta Terjerat Kasus Rekam Dosen di Toilet Kampus, Polisi Ambil Langkah Serius
- Jakarta Selatan Siapkan Waduk Raksasa 2,8 Hektare untuk Cegah Banjir di Bintaro
- Tragedi di Pesta Pernikahan: Ayah Meninggal Dikeroyok Preman Mabuk di Purwakarta
- Biaya Mahal dan Tantangan Besar Penanganan Sampah Laut, Ungkap Menteri LH

Harta Warga Demak Ludes Tersapu Banjir Bandang, Hanya Sertifikat Haji yang Selamat
diupdate.id - Banjir besar akibat jebolnya tanggul di Sungai Tuntang mengubah hidup puluhan keluarga di Demak dalam sekejap. Salah satu korban, Mbah Fadholi (70), hanya berhasil menyelamatkan satu dokumen berharga: sertifikat hajinya.
Banjir dan Rusaknya Rumah Warga
Peristiwa mengejutkan ini terjadi pada Jumat, 3 April 2026, ketika tiga titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo pecah, menyebabkan banjir besar yang menerjang 10 desa di empat kecamatan. Rumah Mbah Fadholi di Dusun Selondoko nyaris hancur total, dengan tembok kayu dan triplek jebol serta seluruh isi rumahnya hilang tersapu air dan lumpur. Bahkan rumah anaknya di belakang turut lenyap. Hanya sertifikat hajinya yang berhasil dibawa lari saat tanggul mulai jebol.
Perjuangan Menyelamatkan Barang Berharga dan Upaya Warga
Fadholi mengenang, saat warga berteriak tanda tanggul jebol, ia segera berlari ke jalan desa demi menyelamatkan nyawa dan dokumen haji yang telah ia miliki sejak beberapa tahun lalu, meski jadwal keberangkatannya belum pasti. Barang berharganya lainnya seperti lemari dan kursi, tak bisa diselamatkan. Hingga kini, warga sekitar bergotong royong membersihkan bekas lumpur dan merenovasi rumah yang rusak parah.
Dampak Luas dan Penanganan Banjir di Demak
Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, menyebut bahwa di 10 desa dengan banjir ketinggian air berkisar antara 20 cm hingga 70 cm, namun air perlahan mulai surut seiring menurunnya debit air sungai di atas. Desa Trimulyo, salah satu yang paling parah, masih mencatat banjir dengan ketinggian hingga setinggi dada dewasa di beberapa RT. Meski begitu, warga sudah mulai beraktivitas normal dan melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan.
Analisa dan Harapan Warga
Banjir Demak kali ini memperlihatkan betapa rapuhnya infrastruktur tanggul dan bagaimana dampak besar yang bisa terjadi pada warga yang tinggal di sekitar sungai. Kerugian materiil sangat besar, membuat banyak keluarga kehilangan segalanya, kecuali dokumen-dokumen penting seperti sertifikat haji yang berhasil diselamatkan. Kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dan perbaikan tanggul mutlak diperlukan agar tidak terjadi musibah serupa. Warga berharap bantuan pemerintah segera datang untuk memperbaiki rumah dan membangun kembali kehidupan mereka.
Kesimpulan
Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Demak menjadi peringatan keras akan pentingnya pemeliharaan infrastruktur dan kesiapsiagaan bencana. Kisah Mbah Fadholi dan warga terdampak lainnya menggambarkan kehilangan besar yang mereka alami, namun juga semangat untuk bangkit mulai tumbuh. Bantuan dan perhatian segera menjadi kunci agar mereka bisa pulih dan membangun masa depan yang lebih aman.
FAQ
Apa penyebab utama banjir di Demak?
Banjir disebabkan tanggul Sungai Tuntang jebol di tiga titik, sehingga air meluap dan merendam 10 desa di empat kecamatan.
Apa yang berhasil diselamatkan oleh Mbah Fadholi saat banjir?
Mbah Fadholi hanya berhasil menyelamatkan dokumen haji miliknya, sementara harta benda lainnya hilang terbawa banjir.
banjir Demak menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.