Harwan Ungkap Compliance & Ethics Jadi Kunci Organisasi Bertahan dan Tumbuh di UGM
Baca juga
- Aldi’s Burger Viral, Begini Cara Jargon Unik Aldi Taher Bikin Banyak Orang Penasaran
- Pasca Insiden SPBE di Bekasi, Pertamina Pastikan Pasokan LPG ke Warga Tetap Aman
- Sepanjang 2025, Indocement Catat Laba Bersih Naik 12 Persen: Sinyal Bisnis Semen Masih Tahan Uji
- Bank Raya Kembali Buktikan Kepercayaan Publik Lewat Penghargaan 2026
- Update Harga Emas di Pegadaian Jumat Pagi: UBS & Galeri24 Turun, Antam Justru Melonjak

Harwan Ungkap Compliance & Ethics Jadi Kunci Organisasi Bertahan dan Tumbuh di UGM
diupdate.id - Di tengah tuntutan publik yang makin tinggi terhadap transparansi, satu hal kembali mengemuka: organisasi tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus punya fondasi yang kuat. Itulah pesan utama yang disampaikan Harwan saat memaparkan pentingnya compliance dan ethics di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Menurut Harwan, penerapan kepatuhan dan etika yang berjalan secara terintegrasi bukan sekadar formalitas. Lebih dari itu, pendekatan ini menjadi dasar dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik sekaligus mendorong keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.
Compliance dan ethics bukan pelengkap, tapi fondasi
Dalam praktiknya, compliance dan ethics membantu organisasi menjaga agar setiap kebijakan, keputusan, dan langkah operasional tetap berada di jalur yang benar. Saat kepatuhan berjalan tanpa etika, organisasi bisa terlihat patuh di atas kertas, tetapi rapuh dalam pelaksanaan. Sebaliknya, etika tanpa kepatuhan juga berisiko membuat standar kerja sulit diterapkan secara konsisten.
Karena itu, integrasi keduanya dinilai penting untuk menciptakan budaya kerja yang sehat, tertib, dan bertanggung jawab. Pesan ini sejalan dengan kebutuhan organisasi modern yang tak hanya dituntut cepat, tetapi juga akuntabel.
Dampaknya terhadap keberlanjutan organisasi
Penerapan compliance dan ethics yang kuat bisa memberi dampak langsung pada reputasi dan daya tahan organisasi. Ketika tata kelola berjalan baik, risiko pelanggaran dapat ditekan, kepercayaan publik lebih mudah terjaga, dan proses pengambilan keputusan menjadi lebih terarah.
Dalam konteks jangka panjang, hal ini penting karena organisasi yang memiliki budaya kepatuhan dan etika yang sehat cenderung lebih siap menghadapi perubahan, tekanan regulasi, maupun tantangan internal. Artinya, keberlanjutan tidak hanya ditentukan oleh strategi bisnis, tetapi juga oleh kualitas nilai yang dijaga di dalam organisasi.
Relevan untuk dunia usaha dan institusi publik
Pernyataan Harwan di UGM menunjukkan bahwa isu kepatuhan dan etika tidak hanya relevan untuk perusahaan besar, tetapi juga untuk berbagai institusi yang ingin tetap dipercaya oleh pemangku kepentingan. Di era digital dan keterbukaan informasi seperti sekarang, kesalahan kecil dalam tata kelola bisa cepat menjadi sorotan publik.
Karena itu, pembahasan seperti ini penting sebagai pengingat bahwa keberhasilan organisasi bukan hanya soal hasil akhir, melainkan juga soal proses yang benar dan bertanggung jawab. Compliance dan ethics pun kembali ditegaskan sebagai kunci agar organisasi tidak sekadar bertahan, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan.
Pada akhirnya, pesan yang disampaikan Harwan sederhana namun kuat: organisasi yang ingin panjang umur harus membangun kepercayaan dari dalam. Dan itu dimulai dari kepatuhan, etika, serta tata kelola yang konsisten.
FAQ
Apa yang dimaksud compliance dan ethics dalam organisasi?
Compliance dan ethics adalah penerapan kepatuhan terhadap aturan serta perilaku etis dalam pengelolaan organisasi agar tata kelola berjalan baik.
Mengapa compliance dan ethics dianggap penting?
Karena keduanya membantu menekan risiko pelanggaran, menjaga kepercayaan publik, dan mendukung keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.