Roadmap Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Belarus 2026-2030 Resmi Disepakati
Baca juga
- Tren Wisata Personal Meningkat, Pariwisata Digital Cetak Peluang Ekonomi Baru
- Rupiah Merosot ke Rp17.614 per Dolar, DPR Desak Bank Indonesia Segera Ambil Langkah
- Kadin Gencarkan Kemitraan Internasional untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
- Pemkab Kukar Gencarkan Investasi di Sektor Unggulan Lewat RIRU, Dukung Perkembangan IKN
- Menteri Luar Negeri Jepang Pastikan Kapal Tanker Jepang Lolos Selat Hormuz Tanpa Bayar Tol

Indonesia dan Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama Ekonomi 2026-2030, Peluang Baru di Sektor Industri dan Pertanian
diupdate.id - Bayangkan peluang baru bagi industri dan pertanian Indonesia yang semakin terbuka lebar. Pemerintah Indonesia dan Belarus menandatangani kesepakatan strategis yang mengusung Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation for 2026-2030. Kesepakatan ini tak hanya mengukuhkan hubungan bilateral, tapi juga membuka jalan sinergi dalam perdagangan, investasi, dan teknologi bernilai tinggi.
Pengesahan Roadmap Kerja Sama Ekonomi dalam Sidang Bersama
Dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 yang digelar di Minsk, Belarus, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, bersama Wakil Perdana Menteri Belarus, Viktor Karankevich, menandatangani roadmap kerja sama tersebut. Dokumen ini dirancang sebagai kerangka sistematis guna memperluas kolaborasi di berbagai sektor industri dan teknologi yang saling menguntungkan.
Airlangga menyatakan, roadmap ini menjadi deliverable utama menjelang kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia, sekaligus memperkuat payung kerja sama perdagangan dan teknik antara dua negara.
Fokus pada Industri dan Ketahanan Pangan
Indonesia melihat Belarus sebagai mitra strategis dalam pengembangan industri manufaktur berbasis teknologi dan ketahanan pangan. Khususnya, pemanfaatan implementasi Indonesia-EAEU FTA yang diharapkan akan mendongkrak perdagangan serta investasi dua arah. Belarus sendiri mengajak para pengusaha Indonesia untuk meninjau kapabilitas industri pertanian dan manufakturnya, sekaligus berpotensi membangun joint assembly machineries di Indonesia.
Kerja sama yang didorong terbagi antara sektor alat berat, kendaraan komersial, pupuk, hingga mesin pertanian. Selain itu, kolaborasi dalam mekanisasi dan teknologi pertanian modern dapat memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dampak Positif bagi Perekonomian dan Hubungan Bisnis
Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Belarus dilaporkan meningkat sekitar 72,6 persen, mencapai lebih dari 221 juta dolar AS per tahun. Pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Belarus menjadi katalis penguatan hubungan bisnis yang menjanjikan, terutama seiring rencana ratifikasi FTA Indonesia-EAEU. Kesepakatan ini diperkirakan juga akan mendorong diversifikasi pasar dan peningkatan kapasitas industri nasional.
Selain itu, peluang ekspor produk unggulan Indonesia seperti karet, kakao, kopi, dan produk perikanan ke wilayah EAEU akan semakin terbuka. Kesepakatan ini juga mengarah pada kolaborasi di bidang kesehatan, pendidikan, riset, budaya, olahraga, dan pariwisata, membangun hubungan bilateral yang lebih luas dan kuat.
Ringkasan
Roadmap kerja sama ekonomi Indonesia-Belarus 2026-2030 yang baru saja disepakati mempertegas peluang besar untuk penguatan sektor industri manufaktur dan ketahanan pangan. Kesepakatan ini tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan yang sudah melonjak 72,6 persen, tapi juga membuka pintu lebar untuk kolaborasi teknologi dan investasi. Langkah strategis ini diharapkan membawa manfaat yang signifikan bagi perkembangan ekonomi kedua negara, sekaligus menyiapkan landasan kuat bagi kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia dalam waktu dekat.
FAQ
Apa fokus utama dari roadmap kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Belarus?
Fokus utamanya adalah pengembangan kerja sama di sektor industri manufaktur berbasis teknologi, ketahanan pangan, perdagangan, dan investasi.
Bagaimana roadmap ini bisa memengaruhi nilai perdagangan kedua negara?
Roadmap ini diharapkan memperkuat nilai perdagangan yang sudah meningkat sekitar 72,6 persen, mencapai sekitar 221 juta dolar AS per tahun, dengan peluang ekspor dan investasi yang lebih luas.
Kerja sama ekonomi Indonesia Belarus menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.