Inflasi Turun Jadi 3,48%, Mendagri Tegaskan Pemda Wajib Waspada
Baca juga
- Kemenag Jadi Mediator, Segel Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Resmi Dibuka
- KPK Bongkar Dugaan Keuntungan Ilegal dari Kuota Haji, Kerugian Negara Capai Rp622 Miliar
- Ledakan Mengguncang Pabrik Besi di Sidoarjo, 3 Pekerja Terluka
- Rapat Banggar dan Kepala BGN: Menguak Tantangan dan Solusi Program Makan Bergizi Gratis
- Oknum Polisi di Toraja Utara Ditahan Setelah Viral Video Keroyokan di Tempat Hiburan

Inflasi Turun ke 3,48%, Mendagri Ingatkan Pemda Jangan Puas Diri
diupdate.id - Pernahkah kita bertanya-tanya, apakah inflasi yang menurun berarti masalah ekonomi sudah usai? Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan jawaban tegas: meski inflasi nasional menurun ke 3,48%, pemerintah daerah tidak boleh lengah dan harus tetap waspada menghadapi dinamika harga yang bisa berubah cepat.
Inflasi Nasional Kini Lebih Stabil
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kantor Kemendagri pada Senin (6/4), Tito menyampaikan bahwa angka inflasi nasional saat ini turun menjadi 3,48%. Angka ini berada dalam kisaran target pemerintah yang di bawah 3,5%, sebuah capaian yang patut disyukuri. Namun, ia menegaskan agar pemerintah daerah (Pemda) tidak cepat berpuas diri.
"Kita bersyukur karena inflasi kita terjaga with angka target di bawah 3,5 persen, 3,48 persen, tapi jangan puas diri," tutur Mendagri.
Inflasi Bulanan Jadi Fokus Perhatian
Mendagri mengajak pemda untuk bukan hanya melihat inflasi secara tahunan (year on year), tapi lebih memperhatikan inflasi bulanan (month to month) yang mencerminkan kondisi terkini secara lebih akurat. Tren inflasi dari bulan ke bulan ini bisa memberikan gambaran lebih jelas mengenai tekanan harga yang sedang atau akan terjadi.
Beberapa daerah seperti Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, NTB, Kaltim, Sulsel, Jawa Tengah, Kaltara, dan Bali dilaporkan masih mengalami kenaikan inflasi bulanan. Mendagri meminta kepala daerah untuk segera mengaktifkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan mengambil tindakan cepat demi menekan inflasi.
Faktor Penyebab dan Langkah Pengendalian
Tekanan inflasi dikatakan berasal dari tiga aspek utama: keterbatasan pasokan barang, lonjakan permintaan, serta hambatan distribusi. Oleh karena itu, menurut Tito, pemda harus sigap mengenali penyebabnya, berkoordinasi dengan para distributor, serta melakukan pengawasan ketat terhadap potensi penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga.
Selain itu, komoditas pangan strategis seperti daging ayam ras dan telur ayam ras masih menjadi perhatian khusus. Walaupun secara umum harga daging ayam mulai menunjukkan penurunan, namun di 148 daerah harga ayam masih tinggi. Begitu pula dengan telur ayam ras, yang meski turun di 256 daerah, namun tetap naik di 145 daerah.
Dampak dan Analisa
Penurunan inflasi nasional yang stabil tentu membantu menjaga daya beli masyarakat dan menekan tekanan biaya hidup. Namun, variasi inflasi di tingkat daerah dan kenaikan harga pangan strategis berpotensi menimbulkan ketimpangan ekonomi dan permasalahan sosial lokal jika tidak segera ditangani.
Kewaspadaan ekstra dari pemerintah daerah sangat diperlukan agar respon kebijakan dapat tepat dan cepat. Bila Pemda aktif mengendalikan inflasi dengan berbagai pendekatan sesuai kondisi daerah, maka pertumbuhan ekonomi akan lebih merata dan inflasi bisa lebih terjaga stabil di masa depan.
Kesimpulan
Meski inflasi nasional turun ke angka 3,48%, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berpesan agar pemerintah daerah tidak cepat berpuas diri dan tetap aktif mengelola inflasi. Perhatian khusus perlu diberikan pada inflasi bulanan dan harga pangan strategis yang masih mengalami tekanan di beberapa wilayah. Langkah cepat dari Pemda melalui koordinasi dan pengawasan menjadi kunci untuk menjaga kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
FAQ
Berapa angka inflasi nasional terbaru menurut Mendagri?
Inflasi nasional turun menjadi 3,48%, berada dalam target pemerintah di bawah 3,5%.
Apa yang diminta Mendagri kepada pemerintah daerah terkait inflasi?
Mendagri meminta pemerintah daerah tetap waspada dan memperhatikan inflasi bulanan, serta segera mengambil langkah pengendalian agar inflasi tetap terkendali.