IRGC Hujani Israel dengan Rudal Saat Perayaan Passover, Begini Reaksi Israel
Baca juga
- Amsal Sitepu Bebas dari Tuduhan, Gekrafs Tegaskan Keadilan dan Perlindungan Karya Kreatif Indonesia
- Terungkap! 80 Lebih Saksi Diperiksa dalam Kasus Besar Dugaan TPPU PT Dana Syariah Indonesia
- Kemenag Siapkan Dua Penghulu Utama di Setiap Provinsi untuk Atasi Kesenjangan Tenaga
- Mengapa Indonesia Belum Menandatangani Pembelian Jet Tempur Boramae Meski Berita Ramai?
- Terungkap! KPK Periksa Kediaman Ono Surono di Indramayu Dalam Kasus Korupsi

Pada hari yang seharusnya menjadi momen khidmat umat Yahudi, tepatnya saat perayaan Hari Raya Passover, wilayah pendudukan Israel dikejutkan dengan hujan rudal yang dilancarkan oleh Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi. Serangan ini merupakan balasan Iran atas aksi agresi yang menurut mereka dipicu oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Serangan Besar-besaran IRGC dan Dampaknya
Dalam gelombang serangan ke-89 dari operasi bertajuk "True Promise 4", IRGC menembakkan lebih dari 100 rudal berat dan drone, ditambah 200 roket dengan jangkauan radius hingga 10.000 kilometer. Target serangan ini meliputi titik-titik strategis militer Israel di Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak. Berdasarkan laporan lokal yang belum sepenuhnya dikonfirmasi, serangan ini menyebabkan kerusakan serius di ketiga wilayah tersebut.
Komandan Mousavi menggambarkan kondisi di wilayah pendudukan sebagai situasi mengerikan, dengan sirine peringatan yang terus membahana dan warga yang berlarian mencari perlindungan di bunker bawah tanah yang gelap dan sempit. "Ini adalah hadiah dari Netanyahu kepada Zionis pada hari libur mereka," ungkapnya melalui unggahan di platform X.
Reaksi dan Potensi Dampak bagi Region
Pemerintah Israel sendiri menyebut serangan ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun rincian kerugian jiwa belum diumumkan secara resmi, serangan ini tentunya menambah ketegangan yang telah lama membayangi kawasan Asia Barat. Bagi pembaca dan masyarakat internasional, serangan ini menunjukkan eskalasi serius yang berpotensi mengganggu stabilitas regional dan mengancam keamanan sipil yang tengah menjalani aktivitas normal, terutama di hari libur keagamaan penting.
IRGC menegaskan komitmennya untuk terus melakukan serangan hingga musuh mereka mengalami "kalah total", menambah kekhawatiran atas kemungkinan konflik yang lebih luas.
Bagi pembaca, penting memahami bahwa situasi ini masih dinamis dan dapat berubah cepat. Upaya diplomatik dan tindakan preventif diharapkan mampu mencegah eskalasi perang besar yang berdampak pada jutaan nyawa.
Konflik Berkepanjangan dan Harapan Perdamaian
Serangan rudal ini hanyalah bagian dari babak baru konflik berkepanjangan antara Iran dan Israel. Pasukan seperti Hizbullah juga dilaporkan turut ambil bagian dalam memperkuat lini serangan, dengan penggunaan senjata canggih seperti rudal Scud-D berhulu ledak besar. Selain dari sisi militer, serangan ini juga memperlihatkan bagaimana perang teknologi dan strategi menjadi faktor utama dalam konflik modern.
Meski begitu, harapan akan perdamaian dan dialog tetap menjadi tujuan yang didambakan semua pihak demi masa depan lebih stabil dan aman di kawasan tersebut.
Simak terus perkembangan berita ini, dan pahami dampaknya bagi kawasan dan dunia.
FAQ
Apa tujuan utama serangan rudal IRGC ke Israel saat Passover?
Serangan ini diklaim sebagai balasan atas agresi Israel dan untuk menunjukkan respons tegas saat momen simbolik Hari Raya Passover.
Bagaimana dampak serangan terhadap warga sipil Israel?
Warga mengalami ketakutan tinggi, dengan sirine peringatan terus menerus dan perlindungan di bunker bawah tanah. Kerusakan fisik terjadi di beberapa kota target serangan.
Apakah ada korban jiwa akibat serangan ini?
Informasi terkait korban jiwa belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.
serangan IRGC ke Israel menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.