Kapten Zulmi, Prajurit Kopassus Rajin Beribadah yang Gugur di Lebanon
Baca juga
- Amsal Sitepu Bebas dari Tuduhan, Gekrafs Tegaskan Keadilan dan Perlindungan Karya Kreatif Indonesia
- Terungkap! 80 Lebih Saksi Diperiksa dalam Kasus Besar Dugaan TPPU PT Dana Syariah Indonesia
- Kemenag Siapkan Dua Penghulu Utama di Setiap Provinsi untuk Atasi Kesenjangan Tenaga
- IRGC Hujani Israel dengan Rudal Saat Perayaan Passover, Begini Reaksi Israel
- Mengapa Indonesia Belum Menandatangani Pembelian Jet Tempur Boramae Meski Berita Ramai?

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon, meninggal dunia pada Senin (30/3/2026) waktu setempat. Sosok beliau dikenal sebagai anggota Kopassus yang rajin beribadah dan sangat dihormati keluarganya. Berikut ulasan mengenai perjalanan tugas dan kehidupan pribadi Kapten Zulmi.
Pengabdian dalam Misi UNIFIL di Lebanon
Kapten Zulmi merupakan bagian dari Satgas Kontingen Garuda (KONGA) XVIII-S yang tergabung dalam Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Saat kejadian, Tim Escort sedang melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka mendukung pergerakan dari Mako Sektor Timur UNIFIL ke Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan.
Beliau berasal dari Grup 2 Kopassus/Para Komando dan bertugas di bawah Sector East Mobile Reserve (SEMR). Sayangnya, saat melaksanakan tugas tersebut, Kapten Zulmi gugur dalam kondisi yang belum dikonfirmasi secara rinci.
Pribadi Saleh dan Rajin Beribadah
Keluarga dan kerabat mengenang Kapten Zulmi sebagai sosok yang sangat taat beragama. Sebelum menjalankan tugas di Lebanon, beliau sempat menunaikan ibadah umrah bersama istrinya pada Januari 2026. Perjalanan spiritual ini menjadi bagian penting dalam kehidupan Kapten Zulmi yang senantiasa rajin beribadah.
Kakak sepupu almarhum, Risman Efendi, menyampaikan bahwa Kapten Zulmi adalah sosok kebanggaan keluarga, dikenal baik dan saleh. Doa dan ucapan duka terus mengalir dari keluarga, kerabat, serta warga sekitar yang terinspirasi dengan kehidupan beliau.
Duka Mendalam bagi Keluarga di Cimahi
Kapten Zulmi lahir dan besar di Kota Cimahi, tepatnya di Kelurahan Cipageran, Jawa Barat. Kepergiannya meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga, khususnya istri dan dua anaknya yang masih berusia lima tahun dan satu tahun. Risman menyampaikan bahwa Kapten Zulmi sudah lama merasakan kerinduan pada keluarganya karena sudah setahun bertugas di Lebanon dan rencananya akan kembali ke Indonesia pada Mei 2026.
Sebelum dikirim ke misi perdamaian, Kapten Zulmi juga pernah bertugas di Papua. Alumni Akademi Militer tahun 2015 ini memang telah melaksanakan berbagai tugas berat demi bangsa dan negara. Kepulangan yang dirindukan itu kini menjadi kenangan yang penuh haru bagi keluarga dan rekan-rekan seperjuangannya.
Penghormatan dan Kenangan
Warga dan pelayat yang datang ke rumah duka di Cimahi turut mengantarkan doa serta menghormati jasa almarhum. Karangan bunga ucapan belasungkawa memenuhi kediamnya sebagai tanda penghormatan atas pengorbanan dan dedikasi Kapten Zulmi dalam menjaga perdamaian dunia melalui misi UNIFIL.
Semoga keberanian dan keteguhan hati Kapten Zulmi menginspirasi generasi penerus untuk selalu mengedepankan pengabdian dan nilai kemanusiaan. Kita semua berdoa semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah dan pengorbanannya serta memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.