Kementan Ajak Pesantren Jadi Garda Terdepan Sukseskan Swasembada Pangan Nasional
Baca juga
- G7 Sepakat Perkuat Rantai Pasok Mineral Kritis, Tutup Celah Ketergantungan pada China
- BNI Tegaskan Dana Nasabah Aman Meski Terjadi Kasus Investasi Fiktif di Aek Nabara
- Sidak Prabowo ke Gudang Bulog: Bukti Nyata Pemerintah Tegaskan Target Swasembada Beras
- Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Ekspansi ke Pasar Internasional
- Harga Pangan Hari Ini: Telur Ayam Tembus Rp32.300 per Kg, Cabai Rawit Merah Nyaris Rp72 Ribu

Kementan Ajak Pesantren Jadi Garda Terdepan Sukseskan Swasembada Pangan Nasional
diupdate.id - Indonesia tengah menguatkan ketahanan pangan dengan cara yang unik dan berdampak luas, yaitu melibatkan pesantren dan santri sebagai ujung tombak. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Santri Tani mengajak komunitas pesantren untuk gelorakan cinta produk dalam negeri sekaligus meminimalkan pemborosan pangan.
Pesantren, Mitra Strategis Ketahanan Pangan
Menurut Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, pesantren selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan agama, kini diperluas perannya sebagai mitra strategis dalam sektor pertanian. "Lewat program Santri Tani, kami arahkan santri agar bangga menggunakan produk lokal dan membiasakan diri untuk tidak membuang makanan," ujar Suwandi saat acara di Bandung pada 18 April 2026.
Program ini sudah berjalan di sejumlah pesantren, dengan pendekatan disesuaikan potensi lokal. Salah satu contoh nyata adalah Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Rancabali, Kabupaten Bandung, yang aktif mengembangkan hortikultura melalui koperasi pesantren. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga memberi penghasilan tambahan bagi pesantren.
Kolaborasi Kementan, TNI, dan Polri Perkuat Akses Pangan
Kementan juga menggandeng TNI dan Polri dalam upaya mempercepat target swasembada pangan yang berhasil dicapai pada 2025. Sinergi ini mendukung penguatan produksi hingga hilirisasi pertanian, sekaligus melibatkan berbagai potensi bangsa secara lebih luas.
Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menambahkan, kegiatan seperti Siliwangi Santri Camp yang diikuti sekitar 1.000 santri dari Jawa Barat dan Banten bukan hanya membekali mereka secara spiritual, tetapi juga memperkuat wawasan kebangsaan. Ini menandakan persiapan kalangan muda sebagai kader masa depan yang mandiri dan berdaya dalam bidang pangan dan sosial.
Dampak dan Analisa Program Santri Tani
Program ini berdampak positif karena membuka peluang besar dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan di Indonesia. Dengan melibatkan pesantren, pusat pendidikan yang memiliki jaringan luas dan pengaruh kuat di masyarakat, Kementan dapat menyebarkan kesadaran dan praktik konsumsi produk lokal secara efektif. Pendekatan ini juga membantu menguatkan ekonomi pesantren dan komunitas sekitar melalui pengembangan hortikultura berbasis koperasi.
Selain itu, kebiasaan mengurangi pemborosan pangan yang ditanamkan di pesantren akan berkontribusi menekan kerugian pangan nasional, yang selama ini menjadi salah satu masalah signifikan dalam ketahanan pangan.
Ringkasan
Kementerian Pertanian memanfaatkan peran strategis pesantren dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan program Santri Tani. Kolaborasi lintas sektoral dengan TNI dan Polri mempercepat tercapainya swasembada pangan pada 2025. Langkah ini bukan hanya menjaga pasokan pangan tapi juga membangun kesadaran cinta produk lokal dan etos tidak membuang makanan di kalangan santri, yang kelak akan menjadi pionir ketahanan pangan di Indonesia.
FAQ
Apa tujuan program Santri Tani yang digulirkan Kementerian Pertanian?
Program Santri Tani bertujuan menanamkan cinta produk dalam negeri dan mengurangi pemborosan pangan di kalangan santri dan pesantren sebagai strategi ketahanan pangan nasional.
Bagaimana keterlibatan TNI dan Polri dalam program ketahanan pangan ini?
TNI dan Polri bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk mendukung target swasembada pangan melalui penguatan produksi, hilirisasi pertanian, dan pembinaan santri agar memiliki wawasan kebangsaan dan kemampuan mandiri.