Ketekunan Nenek Penjual Cilok di Pasuruan: Berjuang 65 Tahun Menabung demi Impian Naik Haji
Baca juga
- KPK Hentikan Penyidikan Kasus Korupsi Siman Bahar Setelah Meninggal, Aset Rp100 Miliar Disita
- Polisi Telusuri CCTV Hotel untuk Ungkap Kecurangan UTBK di Undip Semarang
- Begini Modus Baru Maling Motor di Serang Pakai Senjata Api Sewaan
- PN Jakarta Pusat Tolak Laporan Tim Nadiem soal Majelis Hakim Kasus Chromebook, Apa Alasannya?
- Tragis! PRT Berusia 15 Tahun Lompat dari Lantai 4 Indekos di Jakpus, Satu Tewas

Ketekunan Nenek Penjual Cilok di Pasuruan: Berjuang 65 Tahun Menabung demi Impian Naik Haji
diupdate.id - Bayangkan betapa gigihnya seorang nenek berusia 85 tahun yang sejak dini hari sudah sibuk membuat cilok demi mewujudkan mimpinya naik haji. Kisah Mislicha Kasib dari Bugul Kidul, Pasuruan, Jawa Timur, ini bukan sekadar cerita tentang perjuangan, melainkan juga simbol semangat pantang menyerah yang patut kita teladani.
Kerja Keras Sejak Fajar Menjadi Kunci Perjuangan
Mislicha, yang setiap hari menjajakan cilok di SMP 5 Jalan Trunojoyo, memulai aktivitasnya sejak pukul 02.00 WIB demi menyiapkan adonan cilok dan bumbu kacang yang laris manis dijual mulai pukul 08.00 WIB. Mendorong gerobak sendiri sejauh sekitar satu kilometer dari rumah bukanlah hal mudah bagi wanita usia lanjut ini, namun ia tetap bersemangat demi menabung untuk dana hajinya.
Menabung dengan Tetap Konsisten Meski Pendapatan Terbatas
Mendapat penghasilan sekitar Rp50 ribu saat hari ramai, Mislicha sisihkan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu setiap hari ke celengan. Tak hanya dari hasil berjualan, ia juga rajin menabung dari arisan mingguan yang nilainya sekitar Rp80 ribu. Meskipun menabung sedikit demi sedikit, hal ini dilakukan secara konsisten selama 65 tahun, sampai ia mampu mendaftarkan diri dalam antrean haji pada 2017.
Dampak Kegigihan dan Nilai Keteladanan bagi Keluarga
Perjuangan Mislicha menjadi bukti nyata, bahwa dengan kesabaran dan ketekunan, niat besar dapat tercapai meski berawal dari penghasilan kecil. Kisahnya juga menginspirasi sang putri bungsu, Mariatul Qibtiyah, yang ikut berjualan cilok demi mendampingi ibu tercinta berangkat ke Tanah Suci. Kini Mislicha akan menjalankan ibadah haji didampingi buah hatinya, membawa harapan dan doa agar kesehatan dan keberkahan selalu menyertai keluarga.
Ringkasan
Ketekunan dan semangat Mislicha Kasib, nenek penjual cilok dari Pasuruan, yang bekerja keras dan menabung selama lebih dari enam dekade akhirnya membuahkan hasil. Sang nenek berhasil mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji di usia 85 tahun, mengajarkan kita bahwa niat dan ketekunan lebih berharga daripada besar kecilnya penghasilan.
FAQ
Bagaimana Mislicha menabung untuk naik haji?
Mislicha menabung secara konsisten antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per hari dari hasil berjualan cilok selama 65 tahun dan juga menyisihkan uang dari arisan mingguan.
Apa yang menginspirasi putri Mislicha ikut berdagang cilok?
Putri bungsu Mislicha, Mariatul Qibtiyah, terinspirasi oleh ketekunan ibunya dan ikut berdagang cilok untuk membantu menabung agar bisa mendampingi ibunya ke Tanah Suci.